He..he...
Kalau saya mengikuti gaya berpikir anda, saya akan bilang jangan-jangan anda
karyawan BOLA yang sudah mapan dan tidak pernah mau belajar lagi? Kacau kan?
Mari hilangkan perjudice dan cobalah anda menyimak lagi komentar-komentar
para wartawan BOLA di televisiterutama Dedi R (untung sudah menghilang)
dibanding komentator dari media lainnya. Seperti ToWel misalnya. Saya denger
dia alumni BOLA juga ya? Tapi toh dia mau belajar memberi nuance pada
komentarnya.
Kalau ini dianggap masukan ya syukur. Tapi saya kok ragu, karena wartawan
BOLA kan menganggap diri mereka sebagai dewanya sepakbola.
Apakah saya "karyawan sakit hati BOLA"? Mungkin. Tapi apakah dengan
kemakmuran BOLA seperti sekarang ada juga karyawan yang sakit hati? Ada apa nih
di BOLA? He..he..
fira
lostdevin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
wah.. jangan2 bung hamu ini sebenarnya orang sakit hati aja nih..
Anda
begitu banyak tahu soal BOLA dan BOLAVAGANZA... apakah anda "karyawan
sakit hati" BOLA? kalau iya, sayang sekali. Anda seharusnya melakukan
banyak inovasi ditengah persaingan dan lemahnya daya beli masyarakat
akibat krisis yg berlanjut..
--- In [email protected], hamu sukatan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Buat Bung Satrio,
> Kalau Anda termasuk yang setuju dengan gerakan boikot produk KKG,
mulailah dengan tidak menggunakan komentator sepakbola dari BOLA buat
acara siara langsung Liga Inggris. Bukan apa-apa. Garing dan tidak
informatif. Apalagi wartawan BOLA yang bernama Dedi Rinaldy..
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/