He...he... Kalau saya mengikuti gaya berfikir Anda, agaknya Anda sangat mungkin memang "KARYAWAN SAKIT HATI" di Bola. Mari berfikir secara jernih: 1. Seperti yang Anda tulis, memang betul Towel yang Anda agung- agungkan itu adalah mantan orang BOLA. Menurut kabar lagi, dia adalah mantan wartawan dari produk Bola yang sudah almarhum. Menurut kabar lagi, Towel itu terkenal sebagai kutu loncat. Masak Anda tega sih membandingkan dengan Dedi R, yang saya tahu bekerja keras untuk membangun dan mempertahankan produknya. Kabarnya lagi, produk yang dulu ditempati Towel mendapat dukungan penuh dari manajemen. Karena itu, kalau produk itu tamat, bisa jadi karena pengelolanya yang parah. 2. Saya menyukai Bolavaganza, mungkin salah satunya karena dikelola oleh orang-orang yang expert, seperti Dedi yang Anda hujat itu. Juga Arif Nata Kusumah (Kok nama Anda seperti kebalikan dari nama ini ya?). Saya pernah bincang-bincang dengan mereka, dan mereka punya satu prinsip yang menurut saya bagus. Bahwa wartawan itu dikenal karena tulisannya, bukan hal lain, apalagi cuma karena komentator. 3. Saya pikir, akhiri saja segala fitnah ini, dan sekedar informasi, Edisi Februari ini Bolavaganza tampil cukup apik lho, soal politik sepakbola. Menarik dan orisinil.
Salam hangat selalu. NB: Untuk rekan-rekan dan moderator yth, tolong ID dan User name asli, bukan nama jadi-jadian, demi kredibilitas milis ini yang dicermati oleh orang-orang bijak. --- In [email protected], hamu sukatan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > He..he... > Kalau saya mengikuti gaya berpikir anda, saya akan bilang jangan- jangan anda karyawan BOLA yang sudah mapan dan tidak pernah mau belajar lagi? Kacau kan? > > Mari hilangkan perjudice dan cobalah anda menyimak lagi komentar- komentar para wartawan BOLA di televisiterutama Dedi R (untung sudah menghilang) dibanding komentator dari media lainnya. Seperti ToWel misalnya. Saya denger dia alumni BOLA juga ya? Tapi toh dia mau belajar memberi nuance pada komentarnya. > > Kalau ini dianggap masukan ya syukur. Tapi saya kok ragu, karena wartawan BOLA kan menganggap diri mereka sebagai dewanya sepakbola. > > Apakah saya "karyawan sakit hati BOLA"? Mungkin. Tapi apakah dengan kemakmuran BOLA seperti sekarang ada juga karyawan yang sakit hati? Ada apa nih di BOLA? He..he.. > > fira > >
