Mohon maaf bila saya menggeneralisasi, maksudnya hanya mengungkapkan sebagian pengalaman saja. Sebenarnya lapor polisi bisa saja, bahkan dikantor saya selain sekuriti/SATPAM juga ada seorang petugas dari BRIMOB, tetapi mereka melihatnya sebagai hal biasa. Namun bila mereka ditangkap dan dipenjara habislah pegawai dan akan kerepotan kerja sendiri, sejak dulu kebiasaannya memang mabuk begitu, dilihat dari banyaknya tumpukan botol minuman keras di belakang kantor. Belum lagi ancaman/dendam setelah mereka kembali dari penjara. Saya satu-2nya pendatang di kantor itu rasanya membuat aturan bagaimanapun kurang berarti karena anggapan mereka, mau melakukan apapun semau dia karena papua adalah tanah mereka, aturan adat masih berlaku jika terjadi perselisihan. Saya sudah sering sekali menerima ancaman kata-2 seperti akan dibunuh, dibuat cacat, didatangi ramai-2 orang mabuk ke rumah tengah malam, dll. Bagi saya yang tujuh bulan di papua serasa tujuh tahun, bila dapat pindah ke daerah lain yang lebih nyaman dengan selamat adalah harapan utama. Sasaran utama ketika saya datang adalah mengajak pegawai, mau bekerja rajin dan datang-pulang ke kantor tepat waktu dan memberi pemahaman bahwa kita bekerja untuk kemajuan bangsa, serta tidak membeda-bedakan suku. Setelah berbagi pengalaman dengan para kepala kantor lainnya, pemberian sanksi pada suku tertentu akan mengancam diri kita sendiri. Dengar cerita tentang pegawai yang dipukuli beramai-2 sampai tulang patah atau ada yang meninggal kayaknya tidak pernah diusut. Komentar "memang itu dah nasibnya!" maka saya sangat hati-hati. Hoby keluar masuk hutan, memotret flora-fauna sekarang mulai berkurang, karena kadang-2 menerima ancaman, pemerasan bila memotret objek apapun meskipun di tempat umum. Pada Minggu 21 Januari 2007 tertangkap dan harus membayar denda di Dok-9 Jayapura karena ada sebagian orang yang tidak setuju terhadap pemotretan tentang kehidupan rumah nelayan di atas air, meskipun sebelumnya sudah mendapat ijin dari orang-2 pemilik rumah yang menjadi objek. Beruntung sekali saya bisa lepas di selamatkan oleh seorang mahasiswa Uncen yang menjelaskan ke mereka, kemudian kembali ke penginapan dengan naik ojek.
Bila disini ada wartawan foto yang berpengalaman di Papua, bagi-bagi tip&trik dong... Terima Kasih #nano juga cinta alam papua# anggrek papua bagus banget# "BeachBoy BaliAsli" [EMAIL PROTECTED] Tue Feb 13, 2007 9:55 pm (PST) > wrote: bung nano, loh sekuriti anda kemana yah? lalu anda kok ngga lapor polisi aja? menggeneralisasi sesuatu tanpa melihat dari sisi yang lain adalah sikap tak bijak anda sebagai salah satu pejabat kantor seharusnya juga punya PERKAN (peraturan kantor) untuk masalah miras bunyinya dilarang mabuk di tempat kerja apalagi mabuk sambil minta duit, kepada atasan pula ... la ya kalo udah mengganggu ketrtiban kantor dan umum...mustinya anda lapor polisi, tangkap si pemabok dan penjara besok bebas mabok lagi merusak lagi lapor polisi lagi penjara lagi, gitu seterusnya beachboy
