Yang pasti, di beberapa agama minuman yang mengandung alkohol tetap dijadikan 
sebagai salah satu kelengkapan ritual keagamaan, so kita ngga usah konflikkan 
satu sama lain. Sebagai contoh yang bung Paulus sampaikan ttg anggur, di daerah 
sayapun tetap menggunakan tuak arak brem (min alkohol tradisional) sebagai 
unsur seremonial keagamaan
Jadi kurang tepat apa yang bung arif sampaikan di dalam agama tentang 
pelarangan mengkonsumsi, bahkan menghidangkan, membeli, menjual, mendistribusi, 
menyimpan, memproduksi .....


Sudahlah sekali2 jangan semua dikaitkan dengan agama ...
Ntar jeng hafsah nimbrung marah2 lagi dan ngata2in kita...agama adalah angan2 
dan khayalan semata, gitu aja kok dipercaya!!!

Tentang minuman lokal beralkohol saya rasa layak saja diproduksi karena selain 
untuk minuman pengusir rasa dingin utamanya di daerah dingin, ini juga menjadi 
salah satu esens penambah nikmat makanan
Yang penting......sesuatu itu kalo dikonsumsi dan dipergunakan secara 
proporsional dan positif, saya rasa banyak manfaatnya
Janganlah berlebihan ...
Kalo minum ampe mabok...ya udah ngga bener
Tapi kalo sekali2 mabok...ya oke oke lah
Yang penting jangan sampe mengganggu ketertiban umum dan pribadi

beachboy
 

----- Original Message ----
From: Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, February 16, 2007 12:28:07 PM
Subject: Re: [mediacare] Re: Turis asing pun dilarang menenggak minuman 
beralkohol

Kalau melihat dari sisi agama, setidaknya di agama saya, yang dilarang itu 
bukan minuman beralkoholnya. tapi mabuknya.
Jadi minum alkohol sendiri tidak dilarang, tapi tentunya dalam jumlah kecil 
yang belum sampai memabukkan. Sebenarnya kitab sucinya dibaca gak sih ? Wong 
para nabi aja minum anggur. Yang dikecam itu kan mereka yang ketagihan anggur 
sampai mabuk-mabukan. 

Lagi pula, saya heran. Kenapa bukan umatnya yang di didik untuk menahan diri, 
tapi justru godaannya yang dimusnahkan. Terus orang-orangnya belajarnya dari 
mana ?

Takut cowok-cowok terangsang, cewek2nya ditutup dari kepala sampai kaki. Nanti 
kalau masih terangsang juga bagaimana ? cewe2nya dibantai semua ? Mau efektif ? 
cowok-cowok yang gampang terangsang itu dibikin buta aja semua. 

Terus sekarang takut orang-orang mabuk, minuman yang beralkohol dibantai semua. 
Terus kalau masih ketemu cara untuk mabuk bagaimana ? kalau ini pemabuknya yang 
disikat semua. pasti gak ada yang mabuk lagi.

Kalau menurut saya itu sangat tidak mendidik. Ini sama saja dengan pribahasa, 
"buruk rupa cermin dibelah". Kalian sendiri yang tidak bisa menahan diri kok 
yang disalahkan minumannya.




Regards,
Paulus T





On 2/15/07, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
Baik dari sisi kesehatan mengkonsumsi minumal Alkohol
lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Dari
sisi keyakinan, karena di sini mayoritas muslim (dan
saya yakin agama kristen dan banyak agama juga)
melarang pemeluknya mengkonsumsinya. Bukan hanya 
melarang mengkonsumsi, bahkan menghidangkan, membeli,
menjual, mendistribusi, menyimpan, memproduksi (ada 10
poin).

Kalau kita ingin mengembangkan dan bangga kekayaan
lokal serta eksotika minumam tradisional, tidakkah 
lebih baik kita mengganti minuman beralkohol dengan
berkhasiat sama untuk menghangatkan misalnya diganti
bandrek, wedang jahe, wedang ronde, teh telur,
sekoteng dan lain-lain.

Saya kira minuman rempah-rempah khas tropis Indonesia, 
masih unggul dibanding negara lain.

Buktinya Belanda, Spanyol, Portugis, dan Jepang
menjajah Indonesia salahsatunya karena rempahnya.^_ ^

Ada juga minuman dingin khas Indonesia, misalnya es
kopyor, dawet ayu, cincau, minuman selasih, nata de 
coco, nata de pina (dari sari nenas), nata de lida
(dari lidah buaya) dll. Apalagi semua minuman itu
menyehatkan badan terutama menekan kolestorel tubuh
dan berfungsi sebagai antioksidan.

Dengan teknologi pengemasan dan garnish yang cantik 
saya kira ndak kalah dengan produk luar negeri. Dan
tak perlu lagi kita menyediakan minuman alkohol.
Hitung-hitung pemberdayaan produk lokal. Kan katanya
cinta produk dalam negeri. ^-^

salam,
aris



Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
prohumasi
nuraulia




____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ 
_________ _________
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know.
Ask your question on www.Answers. yahoo.com 


Web:
http://groups. yahoo.com/ group/mediacare/

Klik:

http://mediacare. blogspot. com

atau

www.mediacare. biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
mediacare-subscribe @yahoogroups. com 

Yahoo! Groups Links









 
____________________________________________________________________________________
Now that's room service!  Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

Kirim email ke