Wah saya setuju tuh dengan bung beachboy. Ada pepatah
bilang Drink responsibly...Minumlah dengan
bertanggung-jawab. Memang di Islam, minuman beralkohol
haram untuk dikonsumsi. Tapi jangan itu diberlakukan
juga kepada pemeluk agama lain atau tradisi yang
memang tidak melarang minuman beralkohol.
   Wong, makan dan minum air biasa kebanyakan aja
haram kok. Makan duit kebanyakan -dri hasil korupsi
dan kolusi- aja haram kok. Mendingan yang dilarang itu
jika alkohol itu dikonsumsi sama anak di bawah umur 17
tahun -kalau ketahuan bapak, ibu dan si penjualnya
ditegur dan bila perlu dipenjarakan dan denda setinggi
langit.
   Dilarang pula minum minuman beralkohol tidak pada
tempatnya, misalnya di ruang bermain anak-anak di
Mall, di tempat-tempat umum seperti bis, stasiun, di
pinggir jalan sambil jalan-jalan di jalan raya dan
lain-lain. Minumlah minuman beralkohol secara
bertanggung-jawab dan di tempat-tempat yang
dipertanggung-jawabkan. Kalau melanggar denda
setinggi-tinggi dan ancam dengan hukuman kurungan. 
   Kalo dimana-mana di larang, silakan wisatawan lokal
dan mancanegara berwisata saja ke Bali atau Pelabuhan
Ratu. Dijamin Anda aman minum minuman beralkohol
secara bertanggung jawab. Hehehe promosiiiii

--- BeachBoy BaliAsli <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Yang pasti, di beberapa agama minuman yang
> mengandung alkohol tetap dijadikan sebagai salah
> satu kelengkapan ritual keagamaan, so kita ngga usah
> konflikkan satu sama lain. Sebagai contoh yang bung
> Paulus sampaikan ttg anggur, di daerah sayapun tetap
> menggunakan tuak arak brem (min alkohol tradisional)
> sebagai unsur seremonial keagamaan
> Jadi kurang tepat apa yang bung arif sampaikan di
> dalam agama tentang pelarangan mengkonsumsi, bahkan
> menghidangkan, membeli, menjual, mendistribusi,
> menyimpan, memproduksi .....
> 
> 
> Sudahlah sekali2 jangan semua dikaitkan dengan agama
> ...
> Ntar jeng hafsah nimbrung marah2 lagi dan ngata2in
> kita...agama adalah angan2 dan khayalan semata, gitu
> aja kok dipercaya!!!
> 
> Tentang minuman lokal beralkohol saya rasa layak
> saja diproduksi karena selain untuk minuman pengusir
> rasa dingin utamanya di daerah dingin, ini juga
> menjadi salah satu esens penambah nikmat makanan
> Yang penting......sesuatu itu kalo dikonsumsi dan
> dipergunakan secara proporsional dan positif, saya
> rasa banyak manfaatnya
> Janganlah berlebihan ...
> Kalo minum ampe mabok...ya udah ngga bener
> Tapi kalo sekali2 mabok...ya oke oke lah
> Yang penting jangan sampe mengganggu ketertiban umum
> dan pribadi
> 
> beachboy
>  
> 
> ----- Original Message ----
> From: Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, February 16, 2007 12:28:07 PM
> Subject: Re: [mediacare] Re: Turis asing pun
> dilarang menenggak minuman beralkohol
> 
> Kalau melihat dari sisi agama, setidaknya di agama
> saya, yang dilarang itu bukan minuman beralkoholnya.
> tapi mabuknya.
> Jadi minum alkohol sendiri tidak dilarang, tapi
> tentunya dalam jumlah kecil yang belum sampai
> memabukkan. Sebenarnya kitab sucinya dibaca gak sih
> ? Wong para nabi aja minum anggur. Yang dikecam itu
> kan mereka yang ketagihan anggur sampai
> mabuk-mabukan. 
> 
> Lagi pula, saya heran. Kenapa bukan umatnya yang di
> didik untuk menahan diri, tapi justru godaannya yang
> dimusnahkan. Terus orang-orangnya belajarnya dari
> mana ?
> 
> Takut cowok-cowok terangsang, cewek2nya ditutup dari
> kepala sampai kaki. Nanti kalau masih terangsang
> juga bagaimana ? cewe2nya dibantai semua ? Mau
> efektif ? cowok-cowok yang gampang terangsang itu
> dibikin buta aja semua. 
> 
> Terus sekarang takut orang-orang mabuk, minuman yang
> beralkohol dibantai semua. Terus kalau masih ketemu
> cara untuk mabuk bagaimana ? kalau ini pemabuknya
> yang disikat semua. pasti gak ada yang mabuk lagi.
> 
> Kalau menurut saya itu sangat tidak mendidik. Ini
> sama saja dengan pribahasa, "buruk rupa cermin
> dibelah". Kalian sendiri yang tidak bisa menahan
> diri kok yang disalahkan minumannya.
> 
> 
> 
> 
> Regards,
> Paulus T
> 
> 
> 
> 
> 
> On 2/15/07, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED] com>
> wrote:
> Baik dari sisi kesehatan mengkonsumsi minumal
> Alkohol
> lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Dari
> sisi keyakinan, karena di sini mayoritas muslim (dan
> saya yakin agama kristen dan banyak agama juga)
> melarang pemeluknya mengkonsumsinya. Bukan hanya 
> melarang mengkonsumsi, bahkan menghidangkan,
> membeli,
> menjual, mendistribusi, menyimpan, memproduksi (ada
> 10
> poin).
> 
> Kalau kita ingin mengembangkan dan bangga kekayaan
> lokal serta eksotika minumam tradisional, tidakkah 
> lebih baik kita mengganti minuman beralkohol dengan
> berkhasiat sama untuk menghangatkan misalnya diganti
> bandrek, wedang jahe, wedang ronde, teh telur,
> sekoteng dan lain-lain.
> 
> Saya kira minuman rempah-rempah khas tropis
> Indonesia, 
> masih unggul dibanding negara lain.
> 
> Buktinya Belanda, Spanyol, Portugis, dan Jepang
> menjajah Indonesia salahsatunya karena rempahnya.^_
> ^
> 
> Ada juga minuman dingin khas Indonesia, misalnya es
> kopyor, dawet ayu, cincau, minuman selasih, nata de 
> coco, nata de pina (dari sari nenas), nata de lida
> (dari lidah buaya) dll. Apalagi semua minuman itu
> menyehatkan badan terutama menekan kolestorel tubuh
> dan berfungsi sebagai antioksidan.
> 
> Dengan teknologi pengemasan dan garnish yang cantik 
> saya kira ndak kalah dengan produk luar negeri. Dan
> tak perlu lagi kita menyediakan minuman alkohol.
> Hitung-hitung pemberdayaan produk lokal. Kan katanya
> cinta produk dalam negeri. ^-^
> 
> salam,
> aris
> 
> 
> 
> Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan,
> mereka yang tak bisa mengubah pemikirannya tak bisa
> mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
> pustaka tani
> prohumasi
> nuraulia
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ _________ _________
> _________ _________ _________ _________
> Need a quick answer? Get one in minutes from people
> who know.
> Ask your question on www.Answers. yahoo.com 
> 
> 
> Web:
> http://groups. yahoo.com/ group/mediacare/
> 
> Klik:
> 
> http://mediacare. blogspot. com
> 
> atau
> 
> www.mediacare. biz
> 
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> mediacare-subscribe @yahoogroups. com 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> Now that's room service!  Choose from over 150,000
> hotels
> in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your
> fit.
> http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097


Eka Zulkarnain



 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

Kirim email ke