wah pak nano, ternyata kehidupan anda di papua (kalo benar) memang antara hidup 
dalam ketakutan dan kengerian bak neraka
tujuh bulan bak tujuh tahun ... 
saya pernah hidup di negeri Palau yang berdekatan dengan Papua, persis seperti 
yang anda sampaikan kalo lokalis yang lagi mabok, bikin onar dan mengganggu 
ketertiban umum malah terkadang menimbulkan eksiden mobil di jalan, gara2 mabok 
sambil nyetir ato nyetir sambil mabok
yang saya acungi jempol adalah kinerja para penegak hukumnya, oom polisi disana 
terkenal sangat tegas
mabok di jalan ...sanksinya sangat keras
kafe dipantau dari jam buka sampe jam tutup
ngga boleh sambil mengkonsumsi alkohol di dalam mobil terutama saat jam2 malam
kalo ada yang mabok ngga bisa pulang, asal tidak bikin onar, bakal dianter sama 
polisi sampe rumah/hotel tempat menginap
kalo bikin onar, 2 hari 2 malam tidur di prodeo yang beraroma khas bau 
pipis/kotoran, ngga makan ngga minum, kalo ada petugas lagi baik at least kopi 
seceruput dan sehisap rokok syukur bisa didapet

Jadi permasalahannya adalah patut diakui bahwa itu semua bukan karena Miras, 
tetapi murni adalah karena Miras yang dikonsumsi terlampau banyak/tak terbatas 
dan Sistem kontrol masyarakatnya tak ada, contohnya polisi pun gentar dan 
menggigil ketakutan liat orang mabok
Apa 2 yang terlalu banyak memang berefek negatif, uang yang terlalu banyak juga 
bikin ngga sehat karena bakalan ngga bisa tidur setiap hari sebab takut uangnya 
bakal dicuri ato dirampok, etc2

Tapi syukurlah anda saat ini telah berada dalam lingkungan yang lebih sehat

Salam,

beachboy

----- Original Message ----
From: nano <[EMAIL PROTECTED]>
To: mediacare <[email protected]>
Sent: Thursday, February 15, 2007 1:08:39 PM
Subject: [mediacare] Re: Turis asing pun dilarang menenggak minuman beralkohol

Mohon maaf bila saya menggeneralisasi, maksudnya hanya mengungkapkan sebagian 
pengalaman saja. Sebenarnya lapor polisi bisa saja, bahkan dikantor saya selain 
sekuriti/SATPAM juga ada seorang petugas dari BRIMOB, tetapi mereka melihatnya 
sebagai hal biasa. Namun bila mereka  ditangkap dan dipenjara habislah pegawai 
dan akan kerepotan kerja sendiri, sejak dulu kebiasaannya memang mabuk begitu, 
dilihat dari banyaknya tumpukan botol minuman keras di belakang kantor. Belum 
lagi ancaman/dendam setelah mereka kembali dari penjara. Saya satu-2nya 
pendatang di kantor itu rasanya membuat aturan bagaimanapun kurang berarti 
karena anggapan mereka, mau melakukan apapun semau dia karena papua adalah 
tanah mereka, aturan adat masih berlaku jika terjadi perselisihan. Saya sudah 
sering sekali menerima ancaman kata-2 seperti akan dibunuh, dibuat cacat, 
didatangi ramai-2 orang mabuk ke rumah tengah malam, dll. Bagi saya yang tujuh 
bulan di papua serasa tujuh tahun, bila dapat pindah ke daerah
 lain yang lebih nyaman dengan selamat adalah harapan utama.
Sasaran utama ketika saya datang adalah mengajak pegawai, mau bekerja rajin dan 
datang-pulang ke kantor tepat waktu dan memberi pemahaman bahwa kita bekerja 
untuk kemajuan bangsa, serta tidak membeda-bedakan suku. Setelah berbagi 
pengalaman dengan para kepala kantor lainnya, pemberian sanksi pada suku 
tertentu akan mengancam diri kita sendiri. Dengar cerita tentang pegawai yang 
dipukuli beramai-2 sampai tulang patah atau ada yang meninggal kayaknya tidak 
pernah diusut. Komentar "memang itu dah nasibnya!" maka saya sangat hati-hati.
Hoby keluar masuk hutan, memotret flora-fauna sekarang mulai berkurang, karena 
kadang-2 menerima ancaman, pemerasan bila memotret objek apapun meskipun di 
tempat umum. Pada Minggu 21 Januari 2007 tertangkap dan harus membayar denda di 
Dok-9 Jayapura karena ada sebagian orang yang tidak setuju terhadap pemotretan 
tentang kehidupan rumah nelayan di atas air, meskipun sebelumnya sudah mendapat 
ijin dari orang-2 pemilik rumah yang menjadi objek. Beruntung sekali saya bisa 
lepas di selamatkan oleh seorang mahasiswa Uncen yang menjelaskan ke mereka, 
kemudian kembali ke penginapan dengan naik ojek.
 
Bila disini ada wartawan foto yang berpengalaman di Papua, bagi-bagi tip&trik 
dong...
 
Terima Kasih
 
#nano juga cinta alam papua# anggrek papua bagus banget#
 
 
 
"BeachBoy BaliAsli" komang_beachboy@ yahoo.com  Tue Feb 13, 2007 9:55 pm (PST) 
> wrote: 
 
bung nano,
loh sekuriti anda kemana yah?
lalu anda kok ngga lapor polisi aja?
menggeneralisasi sesuatu tanpa melihat dari sisi yang lain adalah sikap tak 
bijak
anda sebagai salah satu pejabat kantor seharusnya juga punya PERKAN (peraturan 
kantor) untuk masalah miras
bunyinya dilarang mabuk di tempat kerja apalagi mabuk sambil minta duit, kepada 
atasan pula ...

la ya kalo udah mengganggu ketrtiban kantor dan umum...mustinya anda lapor 
polisi, tangkap si pemabok dan penjara
besok bebas mabok lagi merusak lagi lapor polisi lagi penjara lagi, gitu 
seterusnya

beachboy





 
____________________________________________________________________________________
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091

Kirim email ke