Dear Dinda dan rekan-rekan milis, 
Kekerasan dalam keluarga dapat berkurang, antara lain salah satu caranya dengan 
membuat persiapan perkawinan. Persiapan perkawinan bukan sekedar nasihat para 
sesepuh dalam waktu beberapa jam, melainkan dapat diadakan dengan sebuah 
"workshop" atau "lokakarya" untuk para calon suami isteri. Banyak suami isteri 
yang menikah tanpa pengetahuan dan pengertian, serta penyadaran tentang : (1) 
mengapa mereka menikah, (2) tujuan pernikahan, (3) pengelolaan ekonomi rumah 
tangga (4) konsep dan ketrampilan membina relasi suami isteri, dan (5) 
pendidikan anak. Kalau mereka tidak dipersiapkan, ibarat orang yang mau 
berenang, tapi tidak tahu teorinya lebih dahulu. Orang berenang setelah tahu 
teori, mencoba terus berlatih mengatur nafas, akhirya sampai mampu berenang. 
Demikian juga orang berkeluarga, teori tidak mencukupi melainkan juga mesti 
dipraktekkan dengan jatuh bangun. 

Selain persiapan perkawinan, rasanya dibutuhkan sebuah pendidikan seksualitas 
yang sehat dari bayi sampai remaja menjelang pernikahan. Pendidikan seksualitas 
itu tidak lain pendidikan menjadi pria atau wanita yang sejati. Kesejatiannya 
adalah kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dalam hidup dari 
pilihan-pilihan yang sederhana sampai rumit sekalipun. Namun bagaimana anak 
belajar ambil keputusan, kalau banyak bapak dan ibu, para pendidik yang masih 
merasa "bangga" kalau ditakuti oleh anak-anaknya?

Kebanggaan ditakuti oleh isteri, anak-anak, atau orang lain, apakah suatu hal 
yang wajar? Bagaimana orang bisa tumbuh dan berkembang dalam situasi yang 
mengancam dan menakutkan? Bagaimana orang mampu membuat pilihan hidup kalau 
suasana lingkungannya menggelisahkan, mencekam dan menakutkan?

Selama situasi macam itu tidak diubah menjadi kegembiraan, rasanya sulit kita 
membudayakan "kelemahlembutan penuh kemurahan hati". Akhirnya situasi yang 
menakutkan justru membiarkan kekerasan berakar dan berurat dalam rasa balas 
dendam.

Soalnya kekerasan dalam rumah tangga akan berakhir kalau dendam dimusnahkan 
dengan sikap saling memaafkan, dan sikap bersedia dikritik dan diubah.

salam hangat, 
bslametlasmunadipr


----- Original Message ----
From: Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis Media <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 21, 2007 4:19:24 PM
Subject: [mediacare] Kekerasan Terhadap Istri


 
____________________________________________________________________________________
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com

Kirim email ke