Alam telah mengatur sedemikian rupa agar khewan tidak punah, karenanya sang jagoan menjadi kepala regu dan boleh menebarkan spermanya ke banyak betina. Anak-anak yang lahir dari sperma jantan jagoan diharapkan akan menjadi jagoan pula, sehingga jenis khewan itu tidak punah. Coba kalau yang mengawini banyak betina itu monyet kerempeng, 'kan anak-anak monyetnya bakalan kerempeng semua, ya nggak? Sekali kehujanan saja mati semuanya.
Tapi manusia bukan khewan, jadi tidak bisa diukur dari otot khewannya, melainkan dari budi pekertinya. Pertanyaannya: apakah anak-anak dari orang yang berpoligami bakal lebih rese dari anak- anak yang papinya bermonogami? Kalau ya, maka KUA mesti ditutup. Fenomena ini menarik untuk diamati lebih jauh, misalnya dengan mengamati tokoh-tokoh top/teladan/berjasa Indonesia, apakah berasal dari papi yang berpoligami atau papi yang bermonogami? Kasarnya, apakah ada relasi antara prestasi anak-anak dengan situasi poli/mono papinya? Contoh yang saya lihat, Megawati Soekarnoputri berasal dari papi poligamis, tokh Megawati bisa menjadi presiden Indonesia. Dus kesimpulannya? Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], apiko joko mulyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Moderator... > Supaya adil, loloskan juga postingan saya ini. > > Saya juga bisa berbicara tentang poligami Mas Ade Armando dengan mengambil hikmah kehidupan binatang. > > Untuk Mas Ade, saya sarankan jangan samakan Christoper dengan anjing. Menurutku, Christopher lebih layak disamakan dengan monyet Yaki. Anda tahu monyet Yaki? Itu adalah sebuah komunitas monyet yang hidup di salah satu pedalaman rimba di Sulawesi. Kalau malam mereka naik ke pohon-pohon, saat pagi hingga sore mereka turun ke tanah mencari makan. > > Salah satu perilaku yang menarik dari kelompok Monyet Yaki ini adalah dalam soal hak dan kewajiban si pemimpin monyet. Monyet yang berperan sebagai leader ini punya kewajiban sebagai pelindung, penjaga, pengayom, pembela monyet-monyet yang jadi anggota kelompoknya yang terdiri dari monyet2 betina dan monyet anak-anak, serta monyet pejantan dan mungkin monyet yang sudah tua renta dari ancaman dalam maupun luar kelompoknya. > > Sebagai imbalannya, monyet leader ini punya hak mengawini semua monyet betina yang sudah layak dikawini. Terserah dia mau pilih yang mana yang disukai. Sementara itu monyet pejantan lain yang hanya berstatus anggota kelompok, harus puas hanya dengan satu pasangan. Kalau ingin merebut hak yang dimiliki pimpinan, dia harus mampu mengalahkan si monyet leader. Dia harus berani bertempur mengadu nyawa atau terusir dari kelompoknya. > > Nah, kalau Christoper lalu merenung-renung dan berkesimpulan bahwa Ade Armando juga adalah monyet, lantaran kekuatan seksualnya yang--bisa jadi--melebihi Christoper yang harus puas dengan satu wanita, ya so what gitu looh? Tapi harus diingat, jika merujuk pada perilaku monyet Yaki, maka Christoper adalah monyet yang kemampuannya pas-pasan, alias the looser monkey.... > > Sementara Mas Ade adalah monyet yang punya kemampuan leadership yang layak diapresiasi secara positif. Dan memang, Mas Ade selama ini boleh dibilang punya citra yang baik di masyarakat. Tulisan- tulisannya punya bobot serta bisa mempengaruhi perilaku orang. Saya belum pernah dengar, Mas Ade tukang main perempuan. Begitu dia main sama perempuan lain---selain mbak Nina tentunya--- perempuan itu adalah istri keduanya, yang sah dia gauli....yang akan mendapat pahala jika dia 'campuri' , dia 'gauli', dia 'intimi'.... > > Dan saya memaknai kehadiran Citra dalam kehidupan Mas Ade adalah sebagai hadiah dari Tuhan atas prestasinya berperan dalam dunia fana ini. Mas Ade sendiri menyebut poligaminya sebagai takdir. Jadi itu sangat terkait dengan keyakinan Mas Ade tentang campur tangan Tuhan, yang tidak bisa diganggu-gugat. > > Jadi apa yang salah dengan poligami Mas Ade? Apa karena poligaminya sama cewek cantik? Yang namanya laki-laki kalau mau nikah (apakah nikah pertama, kedua, ketiga, atau keempat) biasanya yang jadi kriteria utamanya adalah karena kecantikannya. Dan itu sah- sah saja bukan? Apa ada aturan yang mengharamkan menikah dengan wanita karena kecantikannya? Gak ada!! > > Emangnya ada laki-laki normal kayak Christoper atau Mas Ade atau saya nikah dengan wanita yang giginya 'mrongos' alias tonggos, matanya juling dan berbibir sumbing? Ya mikir-mikir dulu kecuali kalau dia janda tua kaya raya yang sudah divonis dokter tiga bulan lagi tewas karena kanker payudara....atau kecuali dia adalah sosok perempuan yang sangat cerdas, soleh dan baik hati... > > Saudara Christoper sebaiknya berhenti menulis kata-kata yang kurang membangun hubungan persaudaraan menuju arah yang positif. Semakin Anda mengirim tulisan nggak bermutu, semakin orang tahu seberapa tinggi mutu Anda sebagai manusia. > > Lama-lama orang sepakat, Christoper memang hanya layak jadi monyet Yaki yang tidak punya hak mengawini banyak betina. Alias the looser Yaki....:) :) > > Wassalam, > ApikoJM > > > Christopher Nommensen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear Moderator... > > Mohon loloskan email saya ini.. > karena pernyataan saya bersifat ilmiah, bukan emosional :-) > > Bung Ade menyatakan saya adalah anjing.... > Mmm.... itu berarti adapersamaan antara saya dan anjing... > Mmm... saya berpikir.. apa persamaan saya dan anjing... :-) > > Setelah melalui perenungan... > Saya menemukan jawabannya... > > Ternyata Bung Ade lah yang sama dengan anjing... > Sama-sama suka memasukkan penisnya ke lebih dari satu pasangan > > :-) > > Salam Kesegaran >
