Terbukti sampai sekarang tidak ada follow up-nya, berarti upaya 
Husna kurang mendapat dukungan dari perempuan Indonesia sendiri, 
alias mereka nrimo saja.
============================================
sebagian kecil nerimo tapi bagian yang lebih besar lagi malah 
mendukung. mengapa mendukung? banyak wanita2 yang ber-cita2 jadi 
istri kedua , ketiga dst. asal suaminya itu kaya daripada hidup 
bersama pemuda yang masih kere. 

salahnya juga terletak pada budaya masyarakat indonesia sendiri 
terutama masyarakat di pulau Jawa (Jawa dan Sunda) yang menilai 
harga wanita itu dari kekayaan suaminya. istri yang kesekian bahkan 
gundik2 orang kaya lebih dihargai, dihormati, di-sanjung2, di-
elu2kan (bukan di kamu2kan maksudku), dibanggakan sebagai teman dll. 
dari pada istri pertama/satu2nya pemuda kere.

ini juga sulit disalahkan perempuannya sebab banyak juga (contohnya 
aa gym) sebagai pemuda kere mengawini teh ninih, sama2 bekerja giat 
tau2 sudah kaya kawin lagi. 

jadi nomor satu disalahkan itu masyarakatnya.
kedua salah laki2 buaya binalnya
ketiga salah bini keduanya yang mata duitan
keempat salah bini pertamanya yang tidak punya harga diri
ini saya salahkan sebab membuat lelaki jadi tidak merasa bersalah 
poligami. 

jadi kalau ada wanita yang mendukung poligami ya pasti kalau dia itu 
ber-cita2 atau sudah jadi istri kedua atau ibunya itu adalah istri 
kedua. kemungkinan Debbie Sumual masuk salah satunya.

MJ





--- In [email protected], "Debbie Sumual-Patlis" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> So what gitu kalo udah tinggal di Amrik 30 tahun? 
> Trus kenapa kalo udah 30 tahun di sana masih makan nasi? 
Perlambang cinta ibu pertiwi? 
> Ih gila ya, gak penting banget! So low gitu loh!
> 
> Emang sih it is a sad country, karna orang2nya pada asik 
ngeributin urusan pribadi orang.
> WOI MAS, bukannya pemikiran org2 di Amrik itu pada sebodo teing 
ama urusan orang?
> Lha, elo ngapain aja 30 tahun di sana kagak belajar hal yg satu 
itu?
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Deddy Mansyur 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Monday, February 26, 2007 9:25 AM
>   Subject: [mediacare] Jangan samakan Christopher dengan anjing - 
Re: Poligami Ade Armando
> 
> 
> 
>   Oom Danny Boy,
> 
>   You and I are so lucky.
> 
>   We have been outside Indonesia for  a long time. Oom di Belanda 
bertahun-tahun dan saya juga di amrik selama 30 tahun. Mentalitas 
kita sangat berbeda dengan kehidupan manusia Indonesia yang tinggal 
di Indonesia. Seperti baru-baru ini, contoh saja, Oom kirim foto 
Grup Ferrari Indonesia majang-majang dijalanan di 
Indonesia......what the F _ _ K is this, uh???????? Sudah tahu 
Indonesia punya hutang banyak sekali, KKN dimana-mana, DPR bejat 
dengan studi banding, preman bunuh orang, merampok bank, TKW 
diperkosa di Arab, korban lumpur panas nggak ada yang belain, Adam 
Air who cares, sarjana-sarjana kagak punya pekerjaaan, gang Cendana 
masih hidup nyaman masih menikmati duit colongan dll, dsb, etc., and 
so forth...........and........IT IS A SAD COUNTRY......
> 
>   Saya saja sempet di "SEMPROT" sama beberapa anggota milis KA dan 
Mediacare gara-gara saya kasih komentar soal Ade. What I said was 
just, "He is a horny man...." Ada yang ngamuk sama saya. Mereka 
pikir saya punya pikiran yang dangkal, perhaps goblok who knows....
> 
>   My point is:
> 
>   Oom Danny Boy, you know it and I know it......I don't kiss your 
ass, right?
>   Ada juga orang yang cemburu sama saya karena saya deket sama Oom 
Danny dalam cara berfikir. Saya juga ada yang nggak cocok sama Oom 
Danny Boy. Misalnya: Oom demen banget makan keju di Belanda dan saya 
kagak demen sama keju. Saya hanya demen makan RICE RICE RICE 
walaupun sudah berpuluh-puluh tahun di amrik. Ini contoh bahwa kita 
juga punya perbedaan but that does not mean we can't work together 
to build NKRI. Semuanya harus dimulai dengan MENTAL, WATAK, MORAL, 
CARA PERPIKIR dll manusia Indonesia. We are soooooo lucky to live 
outside Indonesia - you di Belanda dan saya di amrik. Di Indonesia, 
bener-bener sadis mutu kehidupan mereka. Rakyat kecil habis disiksa. 
Ada orang bilang sama saya, " What do you know about building NKRI, 
you don't care......." I DO CARE. Baru-baru ini saya set up program 
Self-Defense Karate For Women yang dijalankan oleh Dinda dan program 
tersebut berjalan dengan lancar di Jakarta. Bulan Juli ini saya akan 
ada di tanah air untuk memberikan Sel-Defense Combat Karate Seminar 
untuk anggota Kopassus. 
> 
>   You see, I care for Ibu Pertiwi walaupun sudah 30 tahun tinggal 
di amrik......and I still eat RICE.
> 
>   Got that?
> 
>   Oss!
> 
>   Jesus loves you. Buda loves you. Allah loves you. Konghucu loves 
you. Hindu loves you.
> 
>   I love you all.
> 
>   Let's work TOGETHER to build NKRI.
> 
>   sensei deddy mansyur
>   university of houston
>   www.uh.edu/shotokan
>   http://www.isska.com/HoustonShotokan/pages/index.html
> 
> 
>     Riza menutup emailnya dengan kalimat "jangan lakukan pada 
orang lain, apa yang anda tidak ingin alami ketika anda pada posisi 
orang lain tersebut"
>     Namun kita tidak mendengar keluhan istri pertama yang dimadu. 
Ibu Fatmawati dulu marah-marah namun tetap tidak mau bercerai dari 
Soekarno. Bila disidangkan di Belanda, hakim akan bilang "Lho yang 
dirugikan saja tidak memberontak, kok orang lain yang mencak-mencak?"
> 
>     Orang Indonesia 'tuh mesti belajar keluar dari budaya nrimo-
nya. Dikorup ya nrimo, kebanjiran ya nrimo, rumahnya di Porong jadi 
Pompei ya nrimo, dimadu ya nrimo. Saya pribadi TIDAK SETUJU 
poligami, terutama karena saya Katolik. Tapi di Indonesia de facto 
berlaku dua macam pasal UU, yaitu pasal yang mengatur Kantor Catatan 
Sipil dan pasal yang mengatur Kantor Urusan Agama. Pertanyaan saya 
tetap sama: "siapa berani menolak/menghapus KUA?" Kelihatannya tidak 
ada yang berani, semuanya ya nrimo saja. Belum lama berselang, rekan 
kita Husna Mulya dari Koalisi Perempuan bilang akan berdemo 
menentang poligami, saya bilang ketika itu: "Yang mesti dicecar 
KUA". Terbukti sampai sekarang tidak ada follow up-nya, berarti 
upaya Husna kurang mendapat dukungan dari perempuan Indonesia 
sendiri, alias mereka nrimo saja.
> 
>     Bila bangsa Indonesia bisa berapi-api membebaskan diri dari 
penjajahan kolonial Belanda di tahun 1945, mengapa kini tidak bisa 
membebaskan diri dari korupsi, poligami, aparat pemerintah yang 
lalai/loyo dll.? Bukankah lembaga legislatif yang mewakili rakyat 
sudah tersedia, bahkan ada dua macam di Indonesia, satunya DPR 
lainnya DPD? Mengapa mereka tidak berupaya menghapus KUA? 
Kemungkinan besar karena mereka nrimo juga ya. Apakah anggota Kincir 
Angin juga nrimo, kelihatannya begitu, he he.
> 
>     Sebuah diskusi yang menarik dan bermanfaat.
> 
>     Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> 
> 
>       Dear Danny,
> 
>       Provokasinya menarik akan tetapi argumen yang dibangun Danny 
melupakan satu faktor penting yaitu peradaban. Manusia purba yang 
hidup di gua memang mempraktekkan apa yang dikatakan Danny, pejantan 
yang secara fisik besar mendapat "hak" untuk mengawini banyak batina 
sehingga komunitas purrba tersebut dapat bertahan menghadapi manusia 
purba maupun hewan purba lainnya. Akan tetapi pada saat sekarang 
manusia tidak berada dalam periode survival bakan jumlah manusia 
mengancam survival dari bumi dan karenanya harus dikendalikan.
>       Soal poligami memang multi dimensi akan tetapi kita dituntut 
untuk membangun kepekaan terhadap berbagai aspek lain seperti 
keberlangsungan dunia, penghargaan terhadap hak asasi dan martabat 
manusia, serta terutama hukum besi dalam etika sosial "jangan 
lakukan pada orang lain, apa yang anda tidak ingin alami ketika anda 
pada posisi orang lain tersebut".
> 
>       Jabat erat,
>       Riza  
> 
>       Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         --- In [email protected], "Danny Lim" wrote:
> 
>         Alam telah mengatur sedemikian rupa agar khewan tidak 
punah, 
>         karenanya sang jagoan menjadi kepala regu dan boleh 
menebarkan 
>         spermanya ke banyak betina. Anak-anak yang lahir dari 
sperma jantan 
>         jagoan diharapkan akan menjadi jagoan pula, sehingga jenis 
khewan 
>         itu tidak punah. Coba kalau yang mengawini banyak betina 
itu monyet 
>         kerempeng, 'kan anak-anak monyetnya bakalan kerempeng 
semua, ya 
>         nggak? Sekali kehujanan saja mati semuanya.
> 
>         Tapi manusia bukan khewan, jadi tidak bisa diukur dari 
otot 
>         khewannya, melainkan dari budi pekertinya. Pertanyaannya: 
apakah 
>         anak-anak dari orang yang berpoligami bakal lebih rese 
dari anak-
>         anak yang papinya bermonogami? Kalau ya, maka KUA mesti 
ditutup.
> 
>         Fenomena ini menarik untuk diamati lebih jauh, misalnya 
dengan 
>         mengamati tokoh-tokoh top/teladan/berjasa Indonesia, 
apakah berasal 
>         dari papi yang berpoligami atau papi yang bermonogami? 
Kasarnya, 
>         apakah ada relasi antara prestasi anak-anak dengan situasi 
poli/mono 
>         papinya? Contoh yang saya lihat, Megawati Soekarnoputri 
berasal dari 
>         papi poligamis, tokh Megawati bisa menjadi presiden 
Indonesia. Dus 
>         kesimpulannya?
> 
>         Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> 
>         --- In [email protected], apiko joko mulyono 
>         wrote:
>         >
>         > Bung Moderator...
>         > Supaya adil, loloskan juga postingan saya ini.
>         > 
>         > Saya juga bisa berbicara tentang poligami Mas Ade 
Armando dengan 
>         mengambil hikmah kehidupan binatang. 
>         > 
>         > Untuk Mas Ade, saya sarankan jangan samakan Christoper 
dengan 
>         anjing. Menurutku, Christopher lebih layak disamakan 
dengan monyet 
>         Yaki. Anda tahu monyet Yaki? Itu adalah sebuah komunitas 
monyet yang 
>         hidup di salah satu pedalaman rimba di Sulawesi. Kalau 
malam mereka 
>         naik ke pohon-pohon, saat pagi hingga sore mereka turun ke 
tanah 
>         mencari makan. 
>         > 
>         > Salah satu perilaku yang menarik dari kelompok Monyet 
Yaki ini 
>         adalah dalam soal hak dan kewajiban si pemimpin monyet. 
Monyet yang 
>         berperan sebagai leader ini punya kewajiban sebagai 
pelindung, 
>         penjaga, pengayom, pembela monyet-monyet yang jadi anggota 
>         kelompoknya yang terdiri dari monyet2 betina dan monyet 
anak-anak, 
>         serta monyet pejantan dan mungkin monyet yang sudah tua 
renta dari 
>         ancaman dalam maupun luar kelompoknya. 
>         > 
>         > Sebagai imbalannya, monyet leader ini punya hak 
mengawini semua 
>         monyet betina yang sudah layak dikawini. Terserah dia mau 
pilih yang 
>         mana yang disukai. Sementara itu monyet pejantan lain yang 
hanya 
>         berstatus anggota kelompok, harus puas hanya dengan satu 
pasangan. 
>         Kalau ingin merebut hak yang dimiliki pimpinan, dia harus 
mampu 
>         mengalahkan si monyet leader. Dia harus berani bertempur 
mengadu 
>         nyawa atau terusir dari kelompoknya. 
>         > 
>         > Nah, kalau Christoper lalu merenung-renung dan 
berkesimpulan 
>         bahwa Ade Armando juga adalah monyet, lantaran kekuatan 
seksualnya 
>         yang--bisa jadi--melebihi Christoper yang harus puas 
dengan satu 
>         wanita, ya so what gitu looh? Tapi harus diingat, jika 
merujuk pada 
>         perilaku monyet Yaki, maka Christoper adalah monyet yang 
>         kemampuannya pas-pasan, alias the looser monkey.... 
>         > 
>         > Sementara Mas Ade adalah monyet yang punya kemampuan 
leadership 
>         yang layak diapresiasi secara positif. Dan memang, Mas Ade 
selama 
>         ini boleh dibilang punya citra yang baik di masyarakat. 
Tulisan-
>         tulisannya punya bobot serta bisa mempengaruhi perilaku 
orang. Saya 
>         belum pernah dengar, Mas Ade tukang main perempuan. Begitu 
dia main 
>         sama perempuan lain---selain mbak Nina tentunya--- 
perempuan itu 
>         adalah istri keduanya, yang sah dia gauli....yang akan 
mendapat 
>         pahala jika dia 'campuri' , dia 'gauli', dia 'intimi'....
>         > 
>         > Dan saya memaknai kehadiran Citra dalam kehidupan Mas 
Ade adalah 
>         sebagai hadiah dari Tuhan atas prestasinya berperan dalam 
dunia fana 
>         ini. Mas Ade sendiri menyebut poligaminya sebagai takdir. 
Jadi itu 
>         sangat terkait dengan keyakinan Mas Ade tentang campur 
tangan Tuhan, 
>         yang tidak bisa diganggu-gugat. 
>         > 
>         > Jadi apa yang salah dengan poligami Mas Ade? Apa karena 
>         poligaminya sama cewek cantik? Yang namanya laki-laki 
kalau mau 
>         nikah (apakah nikah pertama, kedua, ketiga, atau keempat) 
biasanya 
>         yang jadi kriteria utamanya adalah karena kecantikannya. 
Dan itu sah-
>         sah saja bukan? Apa ada aturan yang mengharamkan menikah 
dengan 
>         wanita karena kecantikannya? Gak ada!!
>         > 
>         > Emangnya ada laki-laki normal kayak Christoper atau Mas 
Ade atau 
>         saya nikah dengan wanita yang giginya 'mrongos' alias 
tonggos, 
>         matanya juling dan berbibir sumbing? Ya mikir-mikir dulu 
kecuali 
>         kalau dia janda tua kaya raya yang sudah divonis dokter 
tiga bulan 
>         lagi tewas karena kanker payudara....atau kecuali dia 
adalah sosok 
>         perempuan yang sangat cerdas, soleh dan baik hati...
>         > 
>         > Saudara Christoper sebaiknya berhenti menulis kata-kata 
yang 
>         kurang membangun hubungan persaudaraan menuju arah yang 
positif. 
>         Semakin Anda mengirim tulisan nggak bermutu, semakin orang 
tahu 
>         seberapa tinggi mutu Anda sebagai manusia. 
>         > 
>         > Lama-lama orang sepakat, Christoper memang hanya layak 
jadi 
>         monyet Yaki yang tidak punya hak mengawini banyak betina. 
Alias the 
>         looser Yaki....:) :) 
>         > 
>         > Wassalam,
>         > ApikoJM
>         > 
>         > 
>         > Christopher Nommensen wrote:
>         > Dear Moderator... 
>         > 
>         > Mohon loloskan email saya ini..
>         > karena pernyataan saya bersifat ilmiah, bukan 
emosional :-)
>         > 
>         > Bung Ade menyatakan saya adalah anjing....
>         > Mmm.... itu berarti adapersamaan antara saya dan 
anjing...
>         > Mmm... saya berpikir.. apa persamaan saya dan 
anjing... :-)
>         > 
>         > Setelah melalui perenungan... 
>         > Saya menemukan jawabannya...
>         > 
>         > Ternyata Bung Ade lah yang sama dengan anjing...
>         > Sama-sama suka memasukkan penisnya ke lebih dari satu 
pasangan
>         > 
>         > :-)
>         > 
>         > Salam Kesegaran
>         >
>


Kirim email ke