Memang mengherankan sekali. bangsa yg katanya religius bisa melakukan hal-2 yg
bertentangan dengan religi itu sendiri.
Katanya Islam agama yg cinta damai tapi kelakuan para pemeluknya kok sama
sekali jauh dari apa yg namanya "cinta damai". Kita melihat begitu getolnya
mereka memprotes apa yg mereka sebut "diskriminasi" oleh mayoritas terhadap
minoritas yg mereka tuduhkan dilakukan pihak barat terhadap dunia islam tetapi
herannya mereka sendiri juga melakukannya terhadap umat minoritas yg ada
diwilayah mereka.
Ada yg mengatakan, jangan menyalahkan agamanya kalau ada sekelompok orang yg
mempraktekkan fundamentalisme. Lho bukankah pohon dikenal dari buahnya?
Bukankah nilai ketakwaan seseorang diukur dari perilaku/perbuatannya? Kalau
mereka yg bersikap fundamentalis itu begitu giatnya mengusung panji-2 Islam,
kenapa kelompok muslim mayoritas tidan menegur mereka atau menyadarkan mereka.
Banyak petinggi dan pemuka agama di negeri ini yg mengatakan islam itu agama
damai tetapi dengan sengaja bersikap tidak tahu atau masa bodoh dengan
banyaknya kekerasan yg mengatas namakan islam.
Oleh karena itu, jJngan heran kalau kekerasan yg dikait-2kan dengan islam
akan terus berulang karena aparat penegak hukum/pemerintah memang tidak
bersikap tegas bahkan terkesan sengaja membiarkannya. Disatu pihak
aparat/pemerintah menggembar-gemborkan penegakan hukum tapi dilain pihak
sengaja membiarkan sekelompok masyarakat tertentu seenaknya berbuat melanggar
hukum. Aparat penegak hukum pun tidak merasa dilecehkan bahkan merasa takut
terhadap sekelompok masyarakat yg mengangkat dirinya menjadi polisi bagi
sebagian anggota masyarakat lainnya.
Bencana yg datang silih berganti bukan dianggap sebagai peringatan dari
Tuhan. Kita tentu masih ingat bahwa milis ini pernah terjadi polemik yg ramai
ketika ada yg mengatakan bahwa pantai pangandaran dilanda tsunami karena Tuhan
ingin membasmi PSK. Juga ketika aceh dilanda tsunami, ada yg berkata aceh
dilanda bencana karena masih ada orang-2 kafir yg hidup diaceh. Mereka lupa
bahwa heterogenitas/keaneka ragaman itu adalah anugerah dari sang Pencipta dan
merupakan bukti dari KEMAHA KUASAANNYA.
Mari kita sama-2 doakan agar umat kristiani yg sedang teraniaya di Bandung
dan sekitarnya diberi kekuatan oleh Tuhan. Bukan hanya itu, mari kita doakan
agar siapa saja saudara-2 kita sebangsa dan setanah air yg mengalami aniaya
supaya diberi ketabahan.
Salam/Roy
Maya Sianturi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ...
Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang sedang dibangun dibakar
massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres seperti pelacuran,
perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan aktifitas mereka. Tetapi
sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat menjadi pribadi yang melayani
Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari ini tidak satupun mereka
yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. Sangat prihatiin dengan
kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang tidak mau tahu tentang
kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan.
Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus supaya Tuhan Yesus berbelas
kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran serta keadilanNya. Kita terus
berdoa supaya saudara seiman kita yang mengalami penganiayaan boleh terus
diteguhkan imannya. Dan mari kita terus memperjuangkan kebebasan beragama yang
merupakan hak asasi manusia.
Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan pikiran dan wawasan yang luas
yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini ingin maju, kita harus belajar
bersikap adil dan benar. Karena yang saya takutkan, bukan penindasan terhadap
umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang siap dituang atas kebebalan bangsa
ini. Jangan-jangan sudah mulai dituangkan dengan banyaknya bencana dan
kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Pembalasan Tuhan jauh lebih mengerikan.
Penindasan akan keKristenan hanya membawa akibat positif bagi keKristenan
yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah kekristenan sudah membuktikan hal ini.
Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, belajar saling menghargai
keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika.
Merdeka!
MS
On 3/8/07, ~YOGHA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Forward :
Gangguan terhadap gereja-gereja di Bandung dan
sekitarnya tak pernah berhenti .Walaupun sudah ada
Perber 2 Menteri yang konon katanya akan menghentikan
gangguan tersebut ternyata tak mempan apa-apa . Kini
menteri agama sendiri terseret isu ketidak beresan
dalam masalah urusan pengiriman haji sehingga jangan
harap menteri dapat berfungsi dengan baik apalagi
melindungi gereja-gereja kecil, yang dganggu
orang-orang tak bertangung jawab .
Dalam lampiran Anda dapat membaca laporan seorang
wartawan yang telah mengunjungi gereja-gereja di
Bandung dan sekitanya dan laporan tersebut telah pula
dimuat dalam Tabloid Gloria dari Kelompok Jawa Pos,
Surabaya edisi terakhir .
Saya terpaksa mengirim surat ini pada Anda sekalian
karena tadi pagi saya menerima telpon dari Ibu Pendeta
Hennoch dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia
(GSPDI) di komplek Permata Cimahi, Desa Tani Mulya,
Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung.(Dari jalan tol
Cikampek menuju Bandung keluar di Padalarang) Ibu
Pdt.Hennoch mengatakan didinding rumah-rumah disekitar
mereka kini ada tulisan-tulisan yang berbau SARA
seperti "Yesus Orang Gila", "Yesus Tukang Bual" dsb
.Sungguh hal ini sangat memiluhkan hati karena
pemerintah setempat kelihatannya tidak berbuat apa-apa
untuk mencegah kejadian yang memalukan ini .
Ibu Pdt.Hennoch mengatakan bahwa pihak gereja-gereja
disana sudah diminta datang oleh pihak Koramil
setempat namun tanggal pertemuan belum ditentukan
dengan pasti. Mungkin perteman akan diadakan Sabtu
atau Minggu mendatang (tanggal 10 atau 11 Maret yad).
Menurut Ibu Pdt. Hennoch pihak Koramil bukannya
melindungi gereja-gereja disana tapi malah ikut
menekan pihak gereja ditempat mereka .
Saya usulkan supaya Anda meghubungi Ibu Pdt.Hennoch
untuk mendengar sendiri tentang keadaan gereja-gereja
di Permata Cimahi melalui nomor telpon beliau
022-6623180 atau HP 0856-225-1782
Anda juga boleh menghubungi Bp Pdt.Danny L dari Gereja
Sidang Jemaat Allah (GSJA) diwilayah yang sama dengan
nomor HP 08122-154-282
Saya juga memohon kesediaan Anda untuk bersiap-siap
meliput acara pertemuan antara pihak gereja dengan
Koramil pada hari Sabtu atau Minggu yang akan datang .
Anda akan diundang melalui SMS untuk acara tersebut .
Wassalam,
Theophilus Bela
Ketua Umum, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
Sekjen, Indonesian Committee on Religions for Peace
IComRP
Duta Besar Perdamaian (Ambassador for Peace)
HP 0816-180-6644 fax 021-4265903 email :
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.