Hmm...tampaknya Anda salah paham. Saya bukan mengomentari tulisan Anda, 
melainkan posting di paling bawah dari Sdr. Ati Gustiati, yang Anda tanggapi. 
Yang saya lakukan adalah melanjutkan rantai tanggapan yang sudah Anda mulai.

Dalam tulisan itu disebut bahwa ada narasumber bernama Taufik Nasihun, Dekan FK 
Universitas Islam Sultan Agung. Tapi, lepas dari itu semua, apa sih hubungannya 
dengan gen, otak dan DNA?

manneke


-----Original Message-----

> Date: Tue Mar 13 20:50:17 PDT 2007
> From: "GAYa NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [mediacare] Re:   Serem
> To: [email protected]
>
> Perlu dipertanyakan juga zaman edan itu yang seperti apa? Menurut saya kalau 
> menyikapi segala sesuatu dengan kacamata yang mempertahankan nilai-nilai dan 
> norma yang perlu di up-date dan tidak bisa terbuka pada perubahan lingkungan, 
> mungkin kita bukan masuk zaman edan, namun zaman purba.
> 
> Saya senang ada yang memberikan reaksi pada pemikiran saya, meski 
> bersebrangan. Jadi saya nggak cuma onani pikiran (maaf kalau istilahnya nggak 
> enak untuk sebagian orang, karena saya belum menemukan kata yang mampu 
> mengekspresikan sama dengan kata itu), ada yang mau merespon. 
> 
> Kalaupun pemikiran saya dianggap edan, saya merasa tidak, karena saya tidak 
> menyarankan anak kecil dibekali kondom, namun perempuan yang sudah mengalami 
> menstruasi perlu tidak sekedar dibekali pengetahuan bagaimana membersihkan 
> diri saja dan konsekuensi dari perilaku seksnya, namun juga perlu tahu apa 
> haknya atas tubuhnya. Bahwa seks itu sendiri adalah kenikmatan tidak bisa 
> dipungkiri, lalu buat pada dibohongi apalagi ditakut-takuti, perempuan tidak 
> perlu takut dengan hasratnya, namun dia harus tahu kenapa hasrat itu muncul 
> dan bagaimana itu berhubungan dengan menstruasinya. Kalau dia sudah paham, 
> maka dia sudah bisa berdiskusi untuk mengetahui hak atas tubuhnya, bagaimana 
> dia ingin menghargai tubuhnya, dengan siapakah dia akan berbagi kenikmatan 
> seksnya serta semua konsekuensinya termasuk aborsi dan segala konsekuensinya, 
> bahwa dia pun punya hak atas kenikmatan itu dan kenapa seks yang lebih aman 
> dengan menggunakan kondom itu penting bagi keselamatan nyawa dan tubuh dia 
> serta hak tawar dalam menikmati tubuh serta seksualitasnya. Bukan dengan 
> memberangus kenyamanan tubuh perempuan dan menjadikannya polisi moral dirinya 
> dan laki-laki sekitarnya, kalo begini sih bagi saya seperti Taliban versi 
> baru saja.
> 
> nb: mungkin anda salah dengan orang lain, kebetulan saya belum pernah masuk 
> fakultas kedokteran, karena saya (meski menghormati profesi dokter) tidak 
> tertarik menyelesaikan masalah hanya dari seni gen, otak dan DNA, it's just 
> not me. ;0)
> 
> GAYa NUSANTARA
> Mojo Kidul I # 11A
> Surabaya 60285
> East Java-Indonesia
> 
> Phone/fax: + 62 31 591 4668
>   ----- Original Message ----- 
>   From: manneke 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, March 13, 2007 1:58 PM
>   Subject: [mediacare] Re: Serem
> 
> 
> 
>   He he he, yang ngomong Dekan Fakultas Kedokteran lagi. Apa nggak edan? 
> Mending dengerin ramalan Joyoboyo aja deh. Paling enggak ramalannya akan 
> datangnya zaman edan sudah terbukti :)
> 
>   manneke
> 
>   -----Original Message-----
> 
>   > Date: Mon Mar 12 20:50:27 PDT 2007
>   > From: "GAYa NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
>   > Subject: Re: [mediacare] Re: Serem
>   > To: [email protected]
>   >
>   > Salah satu yang diharapkan dari media sebagai salah satu alat hegemoni 
> adalah kemampuannya untuk menyampaikan suatu informasi yang akurat dan tidak 
> timpang. Namun, saya rasa itu memang masih merupakan perjalanan yang masih 
> sangat jauh untuk di capai.
>   > 
>   > Semua tulisan membicarakan rekan kita kaum muda, tapi saya tidak melihat 
> adanya media menyorot kaum muda untuk bersuara atas keadaan yang dimaksudkan. 
> Bukankah ini menjadikan mereka yang merasa sudah tua (bukan dewasa lho ya, 
> tua) sekali lagi seperti sedang menjejalkan sirih yang sudah dikunyah olehnya 
> dan mekasa kaum muda untuk menelan. Apalagi menggunakan kata gairah seksual 
> pada remaja sebagai beringas sementara yang tua tidak? Oh c'mon lah kita tahu 
> bahwa kaum tua pun tidak kalah beringas dengan gairah seksual mereka. Siapa 
> lagi yang doyan beli viagra dan segala obat perangsang kalau bukan mereka 
> yang sudah tidak remaja lagi...Jangan memandang hanya kaum muda kita saja 
> yang tidak mampu berpikir kritis dan bijak, berapa bapak-bapak yang senang 
> jajan ke lokalisasi tanpa kondom dan tertulas HIV kemudian memberikan bonus 
> itu pada istri tercinta? Justru sekarang ini saya lihat kaum muda kita mulai 
> mau terbuka pada pemahaman mengenai seksualitas serta konsekuensinya, darip 
> ada kaum tua yang merasa sudah makan asem garam kehiduan.
>   > 
>   > Anyway, saya secara pribadi tidak melihat perilaku maupun gairah seksual 
> remaja dan orang tua perlu dibedakan dan disalah-salahkan, karena it's human 
> nature, secara biologis kala menjelang menstruasi perempuan memang akan lebih 
> bergairah secara seksual, baik itu tua maupun muda. Kala sperma sudah banyak 
> laki-laki pun akan memiliki kecenderungan mudah terangsang dan bergairah pula 
> secara seksual. Dan tidak ada hubungannya antara gairah seksual dan semakin 
> mudanya usia menstruasi, ini karena semakin baiknya gizi pada kaum muda kita, 
> tidak ada hubungan dengan gairah seksual, duh please deh...
>   > 
>   > Yang lebih menjadi masalah bagi saya dari tulisan di bawah adalah adanya 
> penyikapan pada tubuh perempuan (meski tidak ditulis, tampak jelas yang 
> selalu dipermasalahkan berpakaian minim selalu perempuan, maklum kalau 
> laki-laki pamer udel nggak ada yang mempermasalahkan). Kenapa perempuan 
> selalu diletakkan sebagai polisi atas birahi laki-laki? Kalau laki-laki mudah 
> terangsang, maka merekalah yang perlu berbenah diri. Bagi saya secara pribadi 
> bagaimana seseorang berpakaian tergantung pada bagaimana seseorang merasa 
> nyaman dengan keadaannya, kalau dengan rok mini dan tank top dia merasa lebih 
> pede saya merasa itu tidak seharusnya menjadi masalah. 
>   > 
>   > Justru saya melihat masih lemahnya penghormatan para rekan adam (terutama 
> yang mudah mata gelap, maklum mungkin pendidikan seksualitasnya minim ato 
> nggak ada sama sekali) pada tubuh perempuan. Sudah terlalu lama tubuh 
> perempuan dijadikan objek seksual mereka, sehingga ketika melihat sedikit 
> bagian dari perut dan paha saja birahi sudah memuncak. You know what? itu 
> justru yang menjadi masalah, it has to stop! Sementara perempuan justru tidak 
> boleh punya objek seksual, mereka akan dicap murahan kalau begitu, padahal 
> laki-laki kalau tertawa-tawa sambil bergosip mengenai tubuh perempuan tidak 
> ada yang merasa itu perlu dipermasalahkan, this also has to stop!
>   > 
>   > Kalau mau bicara seksualitas, ayolah kita perlu sedikit jujur, baik agama 
> maupun norma sudah tidak lagi mampu menakut-nakuti kaum muda untuk menggali 
> seksualitas mereka. Jangan berpikir bahwa keluarga berantakan pasti 
> menghasilkan anak yang nggak keruan, karena dari keluarga yang terlihat baik 
> dan saleh pun sering saya dapati anak yang sudah matang seksualitasnya 
> (kebetulan saya konselor), karena mereka merasa 'aman' dari kecaman. 
> Bagaimana kaum muda kita mau menahan gairah seksual mereka ketika mereka tahu 
> yang doyan pakai ayam abu-abu adalah pak ini, pak itu, yang memadati 
> lokalisasi juga para kaum adam yang sudah tidak muda lagi. Wong contohnya 
> mereka dapati sendiri dari mereka yang justru tidak muda lagi, kalau sudah 
> gini bagaimana?
>   > 
>   > Pada dasarnya yang sangat dibutuhkan oleh kaum muda kita adlan informasi 
> yang benar dan tepat mengenai seksualitas, tanpa ada tendensius untuk 
> menakut-nakuti mereka (seperti terlalu banyak masturbasi akan membuat mereka 
> mandul, aduh please deh, begitu mereka tahu kalau ini boongan, maka hilanglah 
> sudah kepercayaan mereka pada kaum tua dan mereka akan mencari informasi yang 
> mereka butuhkan sendiri). Saya justru menyarankan pendidikan seksualitas, 
> sehingga mereka tahu apa hak dan kewajiban mereka sebagai kaum muda. Kita 
> nggak bisa bilang kamu masih muda selibat dulu, tapi kita bisa bilang, kalau 
> memang sudah tidak bisa dibendung lagi, lakukan hubungan seks yang lebih 
> aman, yaitu menggunakan kondom. Kalau kondom masih terus dikecam dengan norma 
> yang berlebihan, maka penularan IMS dan HIV serta tingginya angka penguguran 
> kandungan serta kelahiran yang tidak diinginkan akan menjadi dilema tanpa 
> akhir.
>   > 
>   > GAYa NUSANTARA
>   > Mojo Kidul I # 11A
>   > Surabaya 60285
>   > East Java-Indonesia
>   > 
>   > Phone/fax: + 62 31 591 4668
>   > ----- Original Message ----- 
>   > From: ati gustiati 
>   > To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
>   > Sent: Tuesday, March 13, 2007 3:24 AM
>   > Subject: [mediacare] Re: Serem
> 
>   >> Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> 
>   > 
>   > Serem, Berpakaian Minim
>   > 
>   > a.. Picu perilaku seks bebas 
>   > b.. Usia belasan hamil duluan 
>   > Banjarmasin, BPost
>   > Pakaian tipis, minim dan terbuka menjadi salah satu faktor timbulnya 
> perilaku seks bebas. Sebab hal itu mampu memancing gairah seks lawan jenis. 
> Oleh karena itu, peran sekolah, agama dan keluarga diharapkan mampu 
> mengarahkan gaya berpakaian remaja.
>   > 
>   > "Akibat provokasi pornografi yang sedemikian terbuka, terus-menerus dan 
> melampaui batas, otomatis menimbulkan perilaku seks bebas. Apalagi sekarang 
> ini, remaja kita sangat mudah tergoda dengan perilaku seks bebas," jelas 
> Taufik R Nasihun.
>   > 
>   > Penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung 
> (Unissula) Semarang disampaikan dalam semina r kesehatan bertema Reproduksi 
> Sehat, Bahaya Seks Bebas Ditinjau Dari Aspek Medis, Psikiatri dan Islam, 
> Sabtu (10/3), yang diselenggarakan SMAN 1 Banjarmasin di aula sekolah itu. 
> Seminar diikuti pelajar SMA/SMK se-Kota Banjarmasin.
>   > 
>   > Secara biologis, kata dia, remaja sudah siap melakukan hubungan seks. 
> Namun, secara emosional, tingkat kematangan seks mereka masih perlu pembinaan 
> dan arahan agar tidak berperilaku menyimpang, apalagi sampai hamil di luar 
> nikah. 
>   > 
>   > Agar mereka mengenal lebih jauh dampak dari perilaku seks bebas tersebut, 
> lanjutnya, kampus yang ia pimpin terus berusaha menyampaikan kepada remaja 
> tentang dampak yang ditimbulkan dari seks bebas tersebut.
>   > 
>   > Dokter Pudjiati, ketua pelaksana seminar menambahkan, kalau dulu, seorang 
> perempuan mendapatkan haid pertama (menarche) usia 17 tahun, sekarang 
> perempuan sudah mendapat haid pertama usia 10-12 tahun, bahkan sembilan tahun.
>   > 
>   > Oleh karenanya, timpal Ahmadi NH, Kabag Psikiatri Unissula, peran 
> orangtua, guru dan BK (bimbingan konseling) di sekolah harus jalan. Karena 
> siswa, apalagi yang sudah mulai masuk masa pubersitas perlu dibekali pola 
> pikir sesuai aturan dan agama. 
>   > 
>   > "Termasuk dalam hal berpakaian, agar tidak sampai merangsang lawan jenis. 
> Untuk itu, sekolah dan orangtua perlu memberikan aturan sedemikian rupa 
> tentang tata cara berpakaian anak-anaknya," katanya. 
>   > 
>   > Karena perilaku seksual remaja di negara-negara maju dan berkembang, 
> umumnya melakukan hubungan seksual pada usia belasan tahun yang kemudian 
> cenderung mengakhiri kehamilannya dengan cara menggugurkan kandungan. 
> Kemudian memilih menikah usia yang relatif tua dan sering menderita infeksi 
> penyakit menular seksual. 
>   > 
>   > "Untuk itu perlu dilakukan penghayatan agama yang memadai, lingkungan dan 
> teman bergaul diperhatikan, serta pendidikan yang memadai. Termasuk mereka 
> yang kawin lambat, kalau tidak diimbangi dengan agama dikhawatirkan bisa 
> terjerumus dengan perbuatan yang menyimpang (seks bebas)," katanya. mdn
>   > 
>   > 
>   > 
>   > ----------------------------------------------------------
>   > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
>   > with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > ----------------------------------------------------------
>   > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
>   > with theYahoo! Search movie showtime shortcut. 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > ----------------------------------------------------------
>   > 
>   > 
>   > No virus found in this incoming message.
>   > Checked by AVG Free Edition.
>   > Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.8/714 - Release Date: 3/8/2007 
> 10:58 AM
> 
> 
> 
>    
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition.
>   Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.10/720 - Release Date: 3/12/2007 
> 7:19 PM

Kirim email ke