Hallo Pak/Bu Buntaran, 

Saya sangat mendukung kalau ada gerakan "Mari Rebut Islam Kembali",
ajakan yang pernah saya baca di sebuah milis. 

Saya paham terlukanya Muslim yang 'lurus' (kelompok2 anarkis itu sih
Islamnya 'bengkok' :) menyaksikan Islam dicatut demikian rupa, umat
terus2an dibikin addicted to conspiracy theories, dibikin paranoid
melalui berbagai slogan seperti "Islam Under Attack", dll. 

Namun tanpa upaya aktif mencounternya, pembusukan dari dalam ini akan
terus melenggang. 

Sejauh ini yang saya tahu baru kelompok Gus Dur yang tegas terang2an
melakukan perlawanan. Saya yakin -suka atau tak suka pada Gus Dur-
beliau melakukannya didorong kecintaannya yang dalam pada Islam.
Sayang sekali kekuatan yang mendemonisasi kelompok Gus Dur lewat
berbagai macam teori konspirasi, pelabelan seperti yg disingkat
Sipilis itu demikian kuatnya.

Saya pribadi tak begitu setuju anarkisme dijawab dengan anarkisme,
mungkin harus dipikirkan jalan lain, pokoknya gerakan2 itu jangan
diberi tempat sedikitpun. Selain karena mereka adalah piaraan orang2
kuat, saya pikir kelompok2 preman ini bisa hidup terus karena sedikit
banyak masyarakat sekitar tempat kejadian 'memberi tempat' atau paling
tidak melakukan pembiaran pada tindakan mereka (mungkin karena takut
pada label Islam di dalamnya, mungkin juga karena ketidakpedulian
karena yang jadi korban adalah umat agama lain atau tempat2 hiburan,
atau mungkin malah ada yg diam2 mendukungnya walaupun tak ikut serta). 

Teman kita Aquino pernah menuliskan butir2 gagasannya di sini:
kelompok Muslim 'lurus' turun ke tingkat akar rumput, merebut kembali
warga yang sudah diracuni paham anarkis.

Saya sendiri terpikir satu hal, misalnya warga sekitar TKP tampil
menentang dengan mobilisasi tanda tangan (atau bentuk dukungan lain)
anti gerakan anarkis tiap kali ada kejadian kekerasan yang dilakukan
kelompok2 itu. 
Melalui tindakan2 itu kan, Insya Allah, akan nampak bahwa mereka bukan
bagian dari Islam yang 'lurus'. 

Sementara menyangkut kristenisasi, Herry Permana (He-Man), anggota
milis ini pernah berbagi cerita bagaimana melakukan counter dengan
cara2 yang lebih beradab dan bisa. 

Salam,
Ida Khouw


--- In [email protected], "pbuntaran" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya sangat mendukung pembubaran organisasi PREMAN mengatas namakan
> AGAMA!!!
> 
> Mungkin bisa di tela'ah lebih dalam siapa orang yang menyetir dan
> mendanai Organisasi PREMAN yang menamakan diri FPI, kalo tdk salah
> salah satu preman profesional di kalangan pemerintahan ORDE Baru
> (belum bisa dibuktikan sih,mungkin msh takut). Itu adalah salah satu
> ide cemerlang bagi PREMAN PROFESIONAL dengan membentuk organisasi2
> preman kelas teri tersebut dengan mengatas namakan agama yaitu "FPI"
> dan mengatas namakan rakyat yaitu "FBR", untuk kepentingan  badan
> usaha yang mereka geluti, karena urusan sweaping tempat2 hiburan dan
> majalah porno adalah kedok saja, karena sekarang banyak badan2 usaha
> pemerintah dan swasta dimintai jatah kerja oleh preman2 berorganisasi
> tsb. Seperti jatah pembuangan limbah bahkan smp penempatan lahan.
> 
> Saya seorang muslim bukan krn terlahir dr keluarga muslim, tp saya
> memilih Agama saya berdasarkan hati nurani dan pembelajaran sekian
> lama. Jadi kalau sewaktu2 saya di wajibkan bertempur melawan FPI dan
> ortganisasi lain2nya yang merusak tatanan negara Indonesia, saya siap
> & rela mati demi Negara saya.
> 
> 
> --- In [email protected], "idakhouw" <idakhouw@> wrote:
> >
> > Tepat sekali Mbak Ani, kelompok2 spt FPI memang sudah benar2 mencoreng
> > wajah Islam. 
> > Karenanya saya pikir umat Islam jangan terkecoh dengan label "Islam"
> > dalam organisasi spt. FPI, tak perlu berbagi sentimen dengan mereka:
> > artinya ketika banyak orang angkat suara menentang kelompok anarkis
> > ini, janganlah merasa Islam yang sedang diserang. Sementara saya juga
> > berharap kalangan yang menentang FPI tidak terjebak menjadi menyerang
> > Islam. 
> > 
> > Organisasi2 preman seperti FPI harus juga dicounter oleh kalangan
> > Muslim yang 'lurus'. Terus terang, terlalu berat bila non-Muslim yang
> > melakukannya, sebab kelompok2 jahat itu akan mudah memobilisasi
> > sentimen semacam ini: "non-Muslim menyerang Islam" dan strategi itu
> > selalu berhasil, perhatikan saja yang terjadi di milis2: bahkan
> > kalangan yang seharusnya bisa berpikir lebih kritispun mudah terkecoh
> > dengan strategi sentimen agama semacam ini.  
> > 
> > Salam,
> > Ida Khouw 


Kirim email ke