Akh, bung Yuri ini suka mancing-mancing. Kita ini kan omong bahasa dan bukan
perbuatan. Yang tidak sopan itu selalu adalah "perbuatan". Anda mau omong apa
saja atau istilah apa saja, silakan. Jikalau Anda hendak memaki atau mengumpat
atau menghina maka yang disebut tidak sopan itu adalah perbuatannya, bukan
kata-katanya.
Sebuah kata atau istilah dinilai tidak sopan, harus pula dilihat dari
akibatnya. Anda boleh saja mengumpat saya dengan kata-kata apa saja, tetapi
jika kata-kata itu tidak mengakibatkan saya terhina atau menyinggung perasaan
saya, bagaimana mungkin kata-kata yang Anda lontarkan itu disebut tidak sopan?
Bahasa Indonesia yang kita gunakan ini sifatnya demokratis. Artinya, setiap
kata yang kita gunakan mestinya tidak lagi membangkitkan rasa feodalisme
menurut kasta, jabatan, atau status si pembicara. Jikalau Presiden SBY dapat
mengadakan "santap" malam di Istana Negara, maka si Mamat yang punya pekerjaaan
pemulung pun boleh saja menyediakan "santapan" di kolong jembatan. Bahkan,
anjing peliharaan saya pun tidak dilarang "menyantap" makanannya di kolong meja.
Bandingkan dengan bahasa Jawa atau bahasa daerah lain di Indonesia yang suka
membeda-bedakan istilah menurut kasta seseorang. Kata "mangan" dalam bahasa
Jawa akan dinilai tidak sopan jika digunakan dalam kalangan orang priyayi. Kata
yang lebih sopan dan pantas adalah "dahar".
Dalam bahasa Indonesia, bagaimana Anda mengukur sopan tidaknya kata "makan"
dan "santap" Bukankah semua kalangan masyarakat boleh menggunakan kata itu?
Sejalan dengan itu, kata-kata "perempuan" dan "wanita" itu pun tidak bisa kita
bedakan menurut takaran kesopanan. Kedua kata itu hanya dapat kita bedakan
dalam pengertian makna.
Bahasa itu sendiri juga berarti "halus", seperti pada ungkapan "angin bertiup
sepoi-sepoi bahasa". Karena itu semua kata yang kita gunakan dalam bahasa
Indonesia ini pun adalah halus. Kata "pelacur" tidak akan bisa kita sebut lebih
kasar atau lebih sopan daripada kata "PSK". Demikian pun "PRT" itu tidak akan
bisa lebih sopan dari kata "babu". Ukuran sopannya itu apa? Toh, perbuatannya
sama saja.
Kata orang, masalah perbuatan sopan itu pun perlu ada ukuran. Yang biasanya
digunakan orang sebagai ukuran adalah "SIKONTOLPANJANG". Singkatan dari
Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan, dan Jangkauan. Karena itu, perbuatan
pelacur itu pun belum tentu disebut biadab jika dilakukan oleh dua orang
berlainan jenis di lokalisasi yang sudah disediakan atau di kamar hotel.
Tetapi, perbuataan suami-istri dapat kita sebut tidak sopan jika mereka
bersenggama di tempat umum dan dilihat orang banyak.
Istilah Menteri Peranan Wanita itu keliru, Bung. Yang diurus kok cuma wanita,
perempuan yang lain seperti nenek-nenek dan anak-anak perempuan di bawah umur
yang telantar seakan-akan diabaikan. Karena itu sekarang diganti dengan Menteri
Negara Pemberdayaan Perempuan. Ini soal makna PEREMPUAN, dan bukan soal
sopan-santun.
IUR
yuri aladdin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Penjelasan bung Immanuel Rey (sepertinya saya pernah bertemu Anda di
salah satu forum diskusi bahasa ya ?) itu menarik sekali mengenai beda kata
"perempuan" dan "wanita". Cuma, ada yang saya agak heran bung Immanuel, kenapa
penggunaan kata "perempuan" itu kemudian makin menurun dan orang lebih suka
menggunakan "wanita" ? Biasanya, menurunnya penggunaan kata tertentu itu
karena ada trauma tertentu yang membuat orang cenderung menggunakan kata lain
yang dianggap lebih sopan, contohnya "pelacur" sekarang menjadi "PSK",
"penjara" jadi "lembaga pemasyarakatan", "babu" jadi "PRT" dsb, dsb. Lalu
untuk perempuan itu kenapa ? Walaupun onderbouw PKI "Gerwani" (Gerakan Wanita
Indonesia) katanya melakukan penyiksaan terhadap para jenderal di tahun 1965 ,
kenapa kata "wanita" ini tidak mengalami penurunan rasa ? Kita malah punya
Menteri Urusan Peranan Wanita (UPW) bukan Menteri Urusan Peranan Perempuan
(UPP) ? Hehehe...Dasar wanita !
Pada tanggal 09/04/07, elok dyah messwati <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Wanita = wani ditata (mau diatur-atur)
hmmm?
makanya kenapa para aktivis perempuan lebih suka pakai kata perempuan...
seperti yang dipaparkan pak Immanuel di bawah ini.
----- Original Message -----
From: Immanuel Rey
To: [email protected]
Sent: Monday, April 09, 2007 2:32 PM
Subject: Re: [mediacare] Lebih Sopan Perempuan atau Wanita?
Kata PEREMPUAN dan WANITA kita gunakan bukan karena yang satu lebih sopan
daripada yang lain. PEREMPUAN adalah jenis kelamin, yakni orang (manusia) yang
mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui. WANITA
adalah perempuan yang sudah dewasa. (Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia - KBBI)
Kata PEREMPUAN dapat digunakan untuk segala usia (perempuan kecil, perempuan
dewasa atau perempuan tua) tetapi kita tidak lazim menyebutkan bayi yang baru
lahir itu adalah WANITA.
Kata PEREMPUAN pada masa kini sudah jarang digunakan atau bahkan tidak lagi
digunakan orang karena menganggap kata lama yang sudah usang. Mungkin karena
itu orang cenderung menganggap PEREMPUAN itu tidak sopan. Karena itu jika orang
sedang mengumpat sering terucap "Dasar perempuan, lu!", tetapi kita belum
pernah mendengar orang berkata "WANITA, lu!.
Sesungguhnya, PEREMPUAN itu memberi kesan yang lebih mulia daripada WANITA.
Kata itu berasal dari kata dasar "empu" yakni gelar kehormatan yang berarti
"TUAN". Jika kita mengatakan "mengempu" berarti kita sedang memuliakan atau
menghormati seseorang.
Dalam kesusastraan Melayu Klasik kita mengenal kata EMPUAN yang juga berarti
"perempuan" yakni sebuatan bagi istri raja.
Mungkin dari situlah muncul kata PEREMPUAN yang lebih kurang berarti "orang
yang dimuliakan atau yang dihormati".
IUR
Lady Asther <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all ...
Aku mohon info dunks ...
Kabarnya, penyebutkan kata PEREMPUAN lebih sopan daripada WANITA benarkah ???
Thx yaa
GBU
lady asther
081384555527
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.