--- "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bisa minta nama 3 alumni ITB tersebut biar langsung > saya forward ke milist
Saya tidak ingat namanya, dan juga mereka bukan orang penting bagi saya tapi orang penting bagi Habibie. Andaikata pun saya ingat nama mereka, tak mungkin saya sebarkan di milis karena etika tak boleh melakukan hal itu. Buat apa saya takut menyebarkan nama ketiga orang ITB ini yang jadi orang suruhan Habibie??? Bahkan Habibie yang jadi boss-nya saja tidak kuatir saya bongkar tipu busuknya disini, apalagi cuma ketiga orang ITB itu??? Ketiga orang ITB itu enggak bisa disalahkan, mereka itu khan cuma dibawah perintah Habibie, dan tanggung jawabnya berada justru ditangan Habibie sendiri. Akal2an memproduksi pesawat tsb di Amerika juga bisa anda baca dari laporan di web dibawah ini: http://doc.utwente.nl/51022/1/High_technology_in_developing_countries.pdf > Ikatan Alumni ITB. Karena saya memandang masalah ini > menjadi masalah pencemaran nama baik Aerospace > Engineer Indonesia (even saya bukan aerospace > engineer). > Mencemarkan nama baiknya siapa??? Habibie mencemarkan namanya sendiri dengan menyatakan ciptaan pesawatnya berasal dari Alquran, dia juga mencemarkan nama baiknya sendiri dengan menipu bangsanya dengan pabrik layangan yang dinamakan pabrik pesawat, dia mencemarkan nama baiknya sendiri dengan melakukan korupsi, dan dari website dibawah ini dia juga sudah menjadi bahan olok2an negara2 tetangga diseluruh Asia: http://www.atimes.com/atimes/Southeast_Asia/EG17Ae02.html Bahkan di Indonesia sendiri dia di-olok2an oleh seluruh koleganya, karena sejak baru diusulkan pembangunan pabrik ini sudah menuai kritik seluruh ahli2 di Indonesia di segala bidang. Di Indonesia enggak ada yang membanggakan project Habibie ini selain Suharto. Bangkrutnya IPTN ini pun bukan semata terjadi alamiah, melainkan juga merupakan keputusan pemerintah baru yang menghentikan semua dana kepada IPTN karena memang tidak logis sebuah pabrik pesawat dibiayai dengan dana pemerintah yang berasal dari uang rakyatnya sementara belum pernah ada usaha pemerintah yang berhasil berjalan dan mampu mengembalikan uang rakyatnya. > O ya, FYI, saya jauh lebih mengunggulkan Habibie > ketimbang Anda. Habibie jelas terkenal di dunia, baca > tulisan yang saya forward dari salah seorang > alumni MIT. > Anda stupid, kapan ada tulisan saya yang meminta agar pembaca mengunggulkan diri saya???? Yang sok mengunggulkan itu justru anda, termasuk juga Habibie. Apakah anda menjadi bibit unggul hanya dengan mengunggulkan Habibie??? Negara dan bangsa anda sudah berada atau terperosok kejurang yang tidak ada jalan keluarnya selain menipu rakyatnya sendiri akibat project Habibie yang anda unggulkan itu. Kalo saya pribadi tidak melibatkan dengan project penipuan ini. Layangan itu enggak perlu kontrol komputer cukup dikontrol dengan benang oleh operatornya yang mempermainkan benang ini dengan tarik ulur. Tapi kalo cuaca buruk, layangannya singit dan nyungsep ke bumi. Apa bedanya dengan pabrik N250 yang juga tidak perlu kontrol komputer dan operatornya hanya pilot yang juga cuma tarik ulur belok kiri dan kanan dengan ketinggian dibawah 10 ribu feet setinggi layang2 biasa, yang kalo cuaca buruk pesawat jadi lepas kontrol dan nyungsep ke bumi !!!! Pabrik pesawat di China yang sudah bersertifikat sekalipun ternyata hanya hidupnya senen kemis meskipun belum sampai pada bangkrut. Habibie membangun pabrik pesawatnya dari pengalaman bermain layangan. Lalua dimana letak teknologi tinggi nya itu ???? Mesin pesawat dibeli dari Cessna, baut2nya diimport dari luar negeri, tubuh pesawat juga dibeli sudah jadi dari luar negeri sepotong2 untuk dirakit didalam negeri, lalu teknologi mana yang bisa dianggap sebagai teknologi tinggi ???? Stupid bukan, bahkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik layangan ini menyebabkan hancurnya ekonomi negara dan menjerumuskan bangsa anda kedalam jurang penderitaan dan malapetaka hingga tak bisa lagi keluar dari lumpur yang kotor. Apanya yang mau dibanggakan??? Siapa yang mencemarkan dan siapa yang dicemarkan nama baiknya ??? Sebaiknya anda meresponse tulisan2 saya ini di millist jangan di Japri, biarlah semua pembaca ikut membacanya sehingga bisa mempertimbangkan secara adil apakah argument anda valid atau irassional. Ny. Muslim binti Muskitawati.
