Good point dede, Islam tidak memberatkan tetapi memudahkan, kalau memang kita
mau mempelajarinya bukan hanya hantam kromo membabi buta mencari arti setiap
hadist yg hanya sesuai /cocok dengan keinginan kita, inilah penyesatan yg
berkepanjangan.
Islam adalah agama yg paling disiplin menurut saya, mengatur waktu utk sholat
5 kali sehari bukan hal yg mudah, berpuasa sebulan bukan sebuah tugas yg enak,
bersedekah bagi fakir miskin dan janda2 tua juga bukan keharusan yg
menyenangkan, Islam menuntut umatnya utk berbagi, bersedekah bagi mereka yg
miskin papa semampunya, Islam seharusnya melindungi, suami melindungi istri,
abang melindungi adik cewe, melindungi orang yg lebih lemah...dan saya percaya
itu yg diinginkan oleh Islam, islam sendiri berarti Peace, lalu bagiamana Islam
mau peace alias damai kalau di acak2 gini sama umat nya?
salam
omie
dede hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau saya boleh ikut campur,,,tujuan Islam mewajibkan mahar pada calon istri
adalah sebenarnya mengangkat si perempuan tersebut..dalam kontek historis, di
mana seorang perempuan sebelum Rasul nyaris tidak ada penghormatan sama kaum
perempuan...Kini setelah Rasul dan Islam datang, martabat kaum Hawa terangkat
dengan mewajibkan pada calon istri harus ada mahar...
Rasul sendiri tidak memberikan batasan dalam hal mahar bahkan beliau sendiri
kalau tidak mampu maka dengan cicin besi...
ISlam itu sebenarnya tidak memberatkan pada kaumnya, bahkan memudahkan..
trims,
Dede
Immanuel Rey <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Makin muak kok hahahahaha...MUNTAH dong, baru benar! Lagi pula mau mengajari
orang tatakrama yang baik, mosok ngajak ketemu pakai kondom rasa baru segala.
Apa hubungannya? Akh, yang mengundang FITNAH itu siapa? Entar dia bilang, "Nah
kan benar. Kamu yang biadab!"
Hei bung, Ny Muskitawati itu harus kita lawan pakai nalar. Kasih alasan atawa
argumen yang masuk akal bahwa dia salah. Nanti juga dia keok. Itu juga kalau
kau bisa. Saya pikir Ny Mus itu cuma mau mencari tahu bagaimana cara kita
bernalar, sampai di mana pengetahuan kita. Gitu saja kok repot, Hehehe.
Salam,
IUR
erick enggano <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hahahaha.... saya sekarang makin muak dengan opini-opini nyonya yang satu
ini. Kerjanya mengundang FITNAH aja. Selaku orang Indonesia saya merasa Nyonya
Muskitawati perlu diajarkan tatakrama yang baik...!!!
Nyonya Mus, ketemuan yuk??? Saya punya kondom rasa baru nih, khusus untuk
Muskitawati.
salam,
erick enggano
--- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Batul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sana`a (ANTARA News) - Setelah beberapa tahun
> berpacaran dan menunggu
> > bersanding dengan istri tercinta, harapan itu
> kandas ketika pesta
> > pernikahan berlangsung. Sang mertua bersikeras
> meminta sejumlah uang
> > yang tergolong besar kepada menantunya sebagai
> syarat dapat memboyong
> > puterinya. Tanpa pikir panjang pengantin pria
> langsung mencerai
> > pengantin wanita itu di hadapan para tamu. Pesta
> bahagia yang
> > diharapkan terwujud berganti dengan kesedihan. (*)
> >
>
>
> Tragedy diatas ini khan bisa terjadi hanya sebagai
> akibat dari ajaran
> Islam itu sendiri. Apa yang dilakukan meretua itu
> sesuai dengan
> aturan dalam agama Islam itu sendiri. Namun dalam
> kacamata peradaban
> sekarang ini perbuatan ayah mertua itu adalah amoral
> dan unethical.
>
> Banyak sekali tragedy dalam kehidupan umat Islam
> akibat ajaran2nya
> yang sebenarnya sangat biadab untuk ukuran kehidupan
> dizaman modern
> ini. Namun tragedy2 ini wajib ditutupi oleh setiap
> umat Islam karena
> dilarang men-jelek2an agama sendiri dalam hal ini
> juga ada ajarannya
> dalam Al-Taqya.
>
> Wanita dalam Islam memang dianggap barang yang bisa
> dijual beli.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.