yak setuju kalo itu, saya sih oke2 saja kalo gak ada mas kawin..:) paling 
enggak yang seharusnya jadi mas kawin bisa dipake buat nyicil rumah, ya gak 
mbak? .

hanya saja melakukan perubahan tradisi semacam ini gak bisa langsung diterapkan 
tanpa babibu. di barat anak mengijak dewasa biasanya pergi dari rumah, dan 
kalau orang tua sudah tua ya sudah masukkan panti jompo saja, lain dengan di 
timur, jadi perubahan tradisi sih menurut saya sangatlah susah untuk 
dilakukan...mungkin yang bisa kita lakuin ya merubah makna dari tradisi itu. 

Kalau mengenai wanita2 yang sudah modern, punya keinginan dan cita2 yang sama 
dengan laki2 memang iya, setuju buangget juga. Banyak chef laki2, fashion 
designer, hairdresser,yang "katanya"  itu kerjaan wanita, dan sebaliknya 
manager2, pekerja konstruksi, atlet tinju dll juga banyak yang wanita. kembali 
lagi kan tergantung niatnya si laki2 dan wanita2 itu,

kalo menganggap mas kawin itu merendahkan wanita, saya sih  gak salahkan mas 
kawinnya, tapi yang harus dibenahi ya oknumnya..


marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  --- In 
[email protected], Henry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Oh maaf mbak Martha,
 > Mungkin kalo mau dilihat dari sisi jeleknya ya memang begitu, toh 
 kakak cewek saya menikah seperti itu, dengan mas kawin, tanpa orang 
 tua saya minta macem2, lalu alhamdulilah mbak saya dan suaminya 
 kerja seperti biasa dan mereka kalo ada masalah masi sering dateng 
 ke rumah ortu saya untuk minta pendapat ato nasehat.
 > 
 > Kalo untuk simbolis, mungkin kurang bisa mewakilkan yah, tapi kalo 
 anak cewek biasanya ikut suami, dan meninggalkan orang tua untuk 
 ikut si suami (dengan atau tanpa mas kawin pun saya rasa masih 
 banyak yang seperti itu). 
 ----------------------------------------
 maaf, salah mas Henry. anak cewek jaman sekarang tidak meninggalkan 
 orangtua dan ikut suami, tetapi anak perempuan dan anak laki sama2 
 meninggalkan orangtuanya untuk memulai hidup bersama sebagai 
 keluarga. mana mau anak perempuan sekarang ikut mertua. 
 makanya tradisi mas kawin itu sebaiknya dihilangkan saja sebab anak2 
 perempuan sudah tidak lagi ikut keluarga suami yang sudah memberi 
 tebusan berupa mas kawin.
 
 
     
                       


Henry Prihanto Nugroho 
2/9 Edison Road 
Bedford Park, Adelaide, SA 5042 
www.ppiasa.com & www.ppiasa.com/forum/
(+61) 406533058 (mobile)
       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

Kirim email ke