Trims. Saya tak mau gugat apa-apa. Hanya hati nurani kita saja yang harus kita gugat. Barusan nonton Metro TV, salut Astro mau bagi permen ke TV swasta, yang rumornya cuma delay doang! Siapa butuh siaran tunda/delay, silakan ngacung tangan!? Saya tak butuh info basi... mending liyat update internet ajah 'kali... gratis pula.
Coba hitung berapa pemasukan Astro dari uang berlangganan. Katakanlah Rp 50 ribu X 85 ribu pelanggan selama 8 bulan. Rp 34.000.000.000!!!! Angka pelanggan 85 ribu bisa bergerak naik terus setahun ke depan... dan HANYA dari sub-kontrak ke Indonesia dia bisa balik modal (beli paket 3 negara, Astro All Asia Networks beli 50m doang!) Belum lagi pemasukan dari 2 juta pelanggan di Malaysia dan Brunei (Astro monopoli abiiisss di dua negara ini). Pintar betul itu orang Malaysia... bayangkan holding Astro itu 22% milik pemerintah Malaysia, yaaa tentu tahu dong ini perang bukan kelas KPPU. Sekarang jelas kita kudu "Ganyang Malaysia!" Masih mau kita dianggap bangsa kacung? Masih mau dikasih permen chupachups "siaran tunda", terus manyun? Nikmaaat... eh duitnya lari ke sono semua tuh... kayak pramugari AirAsia, manis kalau jualan topinya doang! Plis dong ah... jangan mau dibuat lengah, apa mau bikin neo Ambalat-syndrome? --- In [email protected], "Denny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ini tambahan informasi bagi pengamat sosial (the watcher) dan > rekan-rekan mediacare lainnya: > > Untuk praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, tidak perlu > membentuk kelompok dan melakukan gugatan (lagipula karena kasus > monopoli dan persaingan tidak sehat adalah termasuk hukum pidana, > pihak yang dirugikan memang tidak bisa melakukan gugatan / penuntutan > hanya bisa melaporkan).
