Kesimpulannya, kita memang harus benci Malaysia 'kan? Suruh tuh Astro pulang ke kandangnya bawa semua dekodernya! Emang enak disuruh bayar untuk nonton bola, tapi duitnya semua balik ke sana??? Kalau minta duit, senyum manis. Duile, siapa dia main gebuk orang kita? Siapa dia main hajar TKI kita? Makin dendam baca posting ini deh!
Ganyang Malaysia memang jargon mantap... hidup Soekarno! --- In [email protected], Henry <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > mungkin sedikit melenceng dari pokok permasalahan, hanya pengen cerita sedikit tentang pengalaman baru2 ini, > > Hari sabtu tgl 1 september saya menghadiri acara Malaysian Night dalam rangka hari kemerdekaan mereka, teman2 saya banyak orang Malaysia dan mereka asik2 saja. > > Didepan pintu masuk gedung kita diberi brosur, mengenai sejarah perjuangan Malaysia yang ditulis oleh salah satu menteri (lagi gak bawa brosurnya nanti saya update siapa penulisnya) yang jelas itu adalah tulisan resmi. > > Sepertinya menarik saya pikir, ya sudah saya baca saja, tapi, halaman pertama dari booklet itu benar2 bikin panas hati, kata2; > 'Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari peperangan dan darah' > 'Malaysia yang sejahtera dan dapat memberikan pekerjaan kepada jutaan orang Indonesia' > 'Malaysia yang makmur tidak miskin seperti Indonesia' > adalah beberapa kalimat di dalam booklet itu, > > Terus terang sampai sekarang saya tidak benci dengan Malaysia tapi tidak juga hormat, jadi malah bersyukur datang ke Malaysian Night itu, jadi saya tahu memang banyak gelintir masyarakat malaysia yang menganggap Indonesia yahh..kasarnya 'rendah'. > > Salam, >
