mungkin sedikit melenceng dari pokok permasalahan, hanya pengen cerita sedikit 
tentang pengalaman baru2 ini, 

Hari sabtu tgl 1 september saya menghadiri acara Malaysian Night dalam rangka 
hari kemerdekaan mereka, teman2 saya banyak orang Malaysia dan mereka asik2 
saja. 

Didepan pintu masuk gedung kita diberi brosur, mengenai sejarah perjuangan 
Malaysia yang ditulis oleh salah satu menteri (lagi gak bawa brosurnya nanti 
saya update siapa penulisnya) yang jelas itu adalah tulisan resmi. 

Sepertinya menarik saya pikir,  ya sudah saya baca saja, tapi, halaman pertama 
dari booklet itu benar2 bikin panas hati, kata2;
'Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari peperangan dan darah' 
'Malaysia yang sejahtera dan dapat memberikan pekerjaan kepada jutaan orang 
Indonesia'
'Malaysia yang makmur tidak miskin seperti Indonesia'
adalah beberapa kalimat di dalam booklet itu,

Terus terang sampai sekarang saya tidak benci dengan Malaysia tapi tidak juga 
hormat, jadi malah bersyukur datang ke Malaysian Night itu, jadi saya tahu 
memang banyak gelintir masyarakat malaysia yang menganggap Indonesia 
yahh..kasarnya 'rendah'.

Salam,


siauw ve <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Setelah mengikuti thread ini sekian lama akhirnya aku sampai pada kesimpulan 
bahwa "aku tetap benci malaysia". Salam hormat saya utk mereka yang tetap kagum 
dgn malaysia, merasa serumpun dengan mereka sambil tidak henti2nya berpikir 
bahwa semua kasus yg terjadi krn kelemahan Indonesia.

 ----- Original Message ----
From: Hardi Baktiantoro <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, September 5, 2007 12:53:49 PM
Subject: Re: [mediacare] Re: Kenapa Kita Benci Malaysia

Gimana nggak marah?  

 Malaysia menjarah kekayaan hutan Indonesia. Merekalah bandar - bandar illegal 
logging selama ini. 
 Setelah kenyang dengan kayu - kayu curian , mereka meratakan hutan - hutan 
yang tersisa untuk ditanami sawit. 
 Tahukah anda, apa arti dari hilangnya hutan? 
 1. orang - orang Dayak di Kalimantan kelaparan. Kayu habis, rotan hilang, 
seisi hutan hilang.
 2. Hutan hilang satwa liar punah. Berapa ribu orangutan yang terbantai 
karenanya?
 3. Hutan dibakar, tahukah anda kenapa? Ini untuk menghapuskan jejak - jejak 
atau tanda kepemilikan atau pengelolaan masyarakat atas hutan itu. Siapa yang 
paling menderita dan paling merugi atas asap itu? Berapa milyar uang yang 
dhabiskan Indonesia untuk memadakan api kebakaran hutan? 
 

 Setelah ditanami sawit, siapa yang makmur? Rakyat yang mana? 
 Duitnya lari ke Malaysia. Setelah 30 tahun ditanami sawit, dan tanahnya rusak 
karena pemupukan yang overdosis,....tinggilah lahan kering nan tandus. Tinggal 
keruk aja , dibawahnya banyak batu bara. Duitnya untuk Malaysia. 
 

 Sadarlah bung! Kalimantan sedang menuju babak baru dijajah Malaysia. 
 

 Hardi and Orangutan. 
 

 

 
 

 
  On Sep 4, 2007, at 8:04 AM, Erwin Arianto wrote:

     Dear Rusini Juraimi

Maaf bila anda tersinggung dengan tulisan saya...
dengan tulisan ini saya berusaha menghimbau sahabat-sahabat saya rakyat
indonesia untuk tidak membenci malaysia
karena saat ini banyak rakyat indonesia yang membenci malaysia,

saya tidak bermaksud untuk memperkeruh situasi, saya menginginkan indonesia
dan malaysia bersahabat
tapi jujur saya sebagai bangsa indonesia, telukai hati nurani saya karena
bangsa malaysia banyak membuat luka
bagi bangsa indonesia. saya pun memiliki banyak sahabat dari malaysia.
karena saya menghargai perbedaan setiap bangsa.

Anda boleh marah dengan tulisan saya, tapi dalam kenyataanya ratusan juta
rakyat indonesia terluka dan marah terhadap bangsa
malaysia, maka dengan tulisan ini saya bermaksud mendamaikan hati sahabat
satu bangsa saya. mungkinlebih baik kita saling
mengintropeksi diri. dimana agar kita tidak saling menyakiti.. karena
manusia dihadapan tuhan adalah sama. yang berbeda hanya
nilai ketaqwaan.

"mari kita jalin persahaban malaysia, indonesia yang harmonis, yang saling
menghargai hak hidup sebagai mahluk ciptaan tuhan,
bukan hubungan yang terus saling melukai, dan hubungan merasa aroganitas."

Dengan tulisan ini saya harap bisa membantu hubungan yang lebih baik antara
malaysia dan Indonesia

Salam Dari Putra Indonesia untuk rakyat  malaysia
Erwin Arianto

On 9/3/07, Rusini Juraimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ERWIN ARIANTO sebelum anda bicara tentang rumahtangga' ORANG',anda
> seharusnya tilik diri anda sendiri.Pernahkah anda terfikir?Berapa ramaikah
> rakyat Indonesia termasuk artis Indonesia sendiri telah datang ke malaysia
> untuk mencari rezeki disini,tak guna anda bicara tentang ketenangan jiwa
> jika jiwa anda sendiri telah dicemari.Kami rakyat malaysia sentiasa ingat
> apa itu 'SERUMPUN SEBANGSA'.
>
> Note: forwarded message  attached.
>
> ------------------------------
> Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
> Play Sims Stories at Yahoo! Games.
> <http://us.rd.yahoo.com/evt=48224/*http://sims.yahoo.com/>
>
>
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]>
> To:
> Date: Mon, 3 Sep 2007 11:26:56 +0700
> Subject: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci Malaysia
>
> Malaysia lagi kehilangan muka gara-gara badmintonnya
> nggak lagi berbulu dan bolasepaknya hancur lebur di
> Piala Asia kemarin. Seperti kita tahu, lewat dua
> sektor itu Malaysia merasa pernah menandingi
> Indonesia yang nyaris mengganyangnya. Mereka juga
> merasa naik gengsi dengan memiliki Mahathir yang
> berjuluk "Soekarno kecil".
>
> Jadi, buat apa membenci orang yang punya kekurangan?
>
> Soal musik sampah, itu lantaran mereka lagi gedeg.
>  Susah-payah bikin lagu-lagu yang mereka klaim sebagai
> genre "Malaysian Rock", eeh...
> ternyata bikin begituan cuma hal sepele saja buat si
> Sheila Ungu on Kangen Seven. Pasalnya, rock malesya
> itu melulu "Isabela adalah..."
> yang merinto-rinto penuh harahap. Sedangkan Indonesia
> yang punya sejibun rocker aliran apapun, nggak perlu mendongkrak
> dirinya untuk kelihatan eksklusif. Malah, dengan rendah hati kita
> mengakui rocker juga manusia.
>
> Jadi, buat apa membenci orang yang kurang perhatian?
>
> Malaysia samasekali bukan tandingan Indonesia. Jangan
> kotori jari kita untuk nyentil orang yang banyak kekurangannya.
> Tapi tetap, kita harus waspada terhadap penyusupan pemikiran
> fundamentalis (sejak pertengahan 1980an kalau nggak salah) serta
> ekspor
> teroris macam Azahari & M.Top yang sengaja menghancurkan nama
> Indonesia dan - langsung atau tidak - merampas kue pariwisata kita.
>
> Jadi, ndak ada gunanya membenci orang yang cemburuan.
> Semakin kita membenci Malaysia (dan Singapur) &
>  semakin keruh situasi kawasan, semakin senanglah si
> ceriwis Inggris. Apalagi kalau sampai timbul
> konflik, semakin leluasalah pasukan sekutu
> mengangkangi Selat Malaka
> dengan helm PBB - seperti di Timtim itu.
>
> Inggris, bangsa yang gampang marah dan pendendam itu,
> bagaimanapun pandai mempermainkan wajah & lidah demi
> peran aristokratnya. Dia lebih suka menyuruh orang
> lain menjalankan misinya. Tapi kalau sudah
> kelewat ngebet, maka perangai aslinya yang lebih
> rendah dari bonek dan lebih sadis dari residivis pun
> muncul. Lihat, apa kurang jauhnya Malvinas dari
> London? Toh direbut juga sekalipun dengan
> menenggelamkan anak-anak mudanya di lautan beku.
>
> Kita, Indonesia, boleh marah terhadap proyek Inggris
> bernama "Malaysia" itu, tapi tidak kepada pribumi di
> sana. Saudara-saudara di Semenanjung itu justru perlu
> dibantu untuk bebas menjadi dirinya
> sendiri. Kita boleh tersinggung akan perlakuan
> adik-adik kecil itu.
> Tapi membenci? Kok jadi mirip Tessy Srimulat;  mantan
> KKO yang lebih seneng nyubit ketimbang tetap gagah.
>
> Sebagai yang lebih tua kita wajib membimbing Malaysia
> ke jl. yang benar. Lihat, mereka kan masih nggak ngerti cara
> bertetangga, salah memahami rock, serta keliru pula memaknai lagu
> santai
> sebagai anthem kerajaan...: )
>
> Nggaklah. Indonesia masih lebih gagah dan punya harga
> diri dibanding "Malaysia". Masalahnya tinggal bagaimana kita
> menggali, menemukan, dan membangunkan lagi jatidiri Indonesia.
>
> Kerja ini bisa tambah ruwet kalau melihat pidato SBY
> yang terkesan jadi jubirnya Malaysia: "Kalau (polisi
> itu) terbukti bersalah, akan ditindak".
>
> Akhirul kalam, mari kita benahi saja dulu dari titik
> ini; para pemingpin itulah yang - sadar atau  tidak,
> sengaja atau tidak - membuat bangsa ini serba menciut
> dan ketinggalan di mana-mana.
> Tangani setiap perselisihan dengan Malaysia atau
> siapapun secara logis dan dewasa. Juga dengan
> pemerintah sendiri
>
> From: "Satrio Arismunandar"
>
>
> --
> Best Regard
> Erwin Arianto,SE
> ¤¨¤ë¥¦¥£¥ó ¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
> Internal Auditor
> PT.Sanyo Indonesia
> Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
> --------------------------------------------
> See my Article On http://erwinarianto.blogspot.com/






  Hardi and Orangutan
 







 

 


       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
 Check out fun summer activities for kids.
     
                               


Henry Prihanto Nugroho 
2/9 Edison Road 
Bedford Park, Adelaide, SA 5042 
www.ppiasa.com & www.ppiasa.com/forum/
(+61) 406533058 (mobile)
       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

Kirim email ke