Apa Al Quran lebih duluan ada ketibmang manusia? Kalau kita lihat, Islam baru 
ada sekitar 500-700 tahun yang lalu, sedangkan manusia sudah ada sejak jutaan 
tahun yang lalu.

MOD:
Pak Nengah, Al Quran itu menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Jadi soal teori 
penciptaan manusia mengikuti jejak Torat dan Bibel. Tokohnya juga sama yaitu 
Adam. Terjadi sekira 6.000 tahun lampau.
Jadi sosok-sosok makhluk hidup yang ada jutaan tahun lampau kemungkinan bukan 
ciptaan Tuhan, tapi hasil dari proses evolusi..:))

Tapi memang kini ramai dipertanyakan, apakah Adam itu memang manusia pertama di 
Bumi ini ataukah manusia pertama dari kalangan kaum Semit (yang antara lain 
menurunkan bangsa Yahudi dan Arab yang sepanjang sejarah selalu berseteru dan 
bunuh-bunuhan).


________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Sunny
Sent: Thursday, September 13, 2007 5:15 PM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [mediacare] Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi



Refleksi: Cerita Adnan Oktar alias Harun Yahya alias John Aron dalam
versi Indonesia.
<http://www.tribun-timur.com/view.php?id=48789&jenis=Opini>
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=48789&jenis=Opini
<http://www.tribun-timur.com/view.php?id=48789&jenis=Opini>
Selasa, 11-09-2007
Opini Tribun

Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi
Oleh: Abdul Haris Booegies, Peminat Masalah Sosial

Dalam Al Quran tidak disebutkan secara tegas jika Nabi Adam sebagai
awwalul basyar (manusia pertama). Jejak Nabi Adam yang cucu-cicitnya
sekarang hidup melebihi enam miliar jiwa dengan 2.000 generasi, seolah
repot dilacak. Bahkan, eksistensi Nabi Adam dalam Kalam Ilahi
menimbulkan kontroversi lantaran terpercik dialog Allah dengan malaikat.
Percakapan tersebut diwarnai nada tidak setuju malaikat.

Diktum protes malaikat berbunyi: "Mengapa Engkau hendak menempatkan
khalifah di bumi yang justru akan membuat kerusakan sembari menumpahkan
darah" (al-Baqarah: 30).
Malaikat yang menegaskan adanya pertumpahan darah di bumi memacu
kegatalan nalar sehingga dipastikan ada sekelompok makhluk berperadaban
sebelum penciptaan Adam Alaihissalam. Sebab, tidak mungkin malaikat
mengetahui sifat jahat suatu makhluk kalau ia belum pernah
menyaksikannya.

Teori Darwin
Wacana lalu bertambah seru saat Charles Robert Darwin menerbitkan kitab
On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the
Preservation of Favoured Races in the Struggle of Life pada 1859.
Pustaka itu sebenarnya tidak menandaskan bila manusia berasal dari
monyet.

Sebagai ilmuwan, Darwin cukup berhati-hati. Apalagi, ada mata rantai
yang hilang (missing link). Tokoh naturalis Inggris tersebut tidak
sekalipun menyebut evolusi dalam The Origin of Species. Darwin hanya
memaparkan seleksi alam sebagai faktor perubahan biologis.

Tak dinyana, opini publik ternyata gencar meributkan jika manusia
merupakan hasil evolusi binatang. Sebagian percaya kalau makhluk yang
mengalami evolusi itulah yang dilihat malaikat. Nabi Adam yang
dicitrakan manusia pertama ditahbiskan sebagai buah sempurna evolusi.

Kini, tesis Darwin yang banyak menjadi acuan mulai redup seiring
derasnya romantika sains serta teknologi. Hukum evolusi mengalami
benturan bertubi-tubi. Di Amerika Serikat, teori Darwin dinilai
mengandung banyak keterangan yang tidak memiliki bukti. Perlawanan
terhadap konsep evolusi di negeri Paman Sam didasari prinsip intelligent
design. Postulat tersebut merangkai ide bila kerumitan dan keteraturan
dunia diyakini berkat adanya peran intelligent cause alias Zat
Maha-Pengatur.

Teori Darwin sukar dinalar gara-gara monyet sebagai mamalia yang
tergolong famili Pongidae, punya 48 kromosom. Sementara manusia yang
diistilahkan homo sapiens memiliki 46 kromosom. Hatta, mustahil monyet
bisa bertransformasi menjadi manusia.
Secara biologis, manusia berbeda dengan monyet. Alhasil, menimbulkan
semburan perselisihan. Di samping itu, juga bertentangan dengan spirit
agama. Teori evolusi malahan menyisakan pertanyaan ekstrem. Jika insan
bumi lahir dari gurat evolusi, berarti sampai hari ini perubahan tetap
berlangsung. Manusia pasti terus-menerus berganti rupa.


Peradaban Jin
Di masa sekarang, menyeruak pertanyaan fenomenal. Siapakah yang dilihat
oleh malaikat melakukan pertumpahan darah di muka bumi? Dalam menelusuri
misteri tersebut, maka, pijakannya dibawa pada 13,7 miliar tahun yang
silam. Ketika itu, dentuman besar (big bang) terjadi. Sepuluh miliar
tahun pascadentuman besar, planet-planet pun bermunculan.

Nun jauh, di antara gumpalan gas serta debu antariksa, sebuah bola
berpijar kemudian mengorbit matahari. Benda yang lantas dikenal sebagai
bumi tersebut lalu bergasing di Tata Surya.
Bumi pada empat miliar tahun lampau, masih merah. Gunung berapi saling
bersahutan seraya menyemburkan karbon dioksida dan belerang ke atmosfir.
Makhluk awal yang kemudian mendiami bumi ialah ganggang biru. Mereka
memakai energi surya dengan gas di atmosfir guna meramu makanan.
Ganggang biru lantas memproduksi oksigen. Syahdan, muncul mitochondrion
yang memanfaatkan oksigen. Mitochondrion lalu leluasa hidup dalam
sel-sel semua makhluk hidup.

Sekitar 3,4 miliar tahun dibutuhkan buat mengubah struktur geografi
dunia. Bumi kemudian berangsur-angsur berpanorama indah dengan gunung,
rimba, lautan, danau, serta sungai yang berkelak-kelok. Fase itu
dinamakan periode kehidupan pertama.

Sekitar 600 juta tahun yang silam, bumi lantas tertata rapi dan indah.
Desir ombak di laut nan luas serta sepoi bayu yang menyapa tetumbuhan
merupakan simfoni merdu kehidupan. Zaman tersebut dinamakan the land
before time.

Di era itu, golongan jin akhirnya tiba di bumi. Muhammad Isa Dawud,
penulis populer Mesir yang tersohor di Indonesia dengan buku Dialog
dengan Jin Muslim, berargumentasi kalau jin pernah mendiami planet biru
ini. Mereka berkuasa di dunia selama setengah juta tahun.

Pada kurun waktu kekuasaan jin, marak terjadi pembangkangan terhadap
syariat Allah. Penipuan, perkosaan, penindasan, dan pembunuhan,
merupakan pemandangan sehari-hari. Mereka doyan menyelewengkan
kebenaran.

Budaya hidup bangsa jin merisaukan. Mereka mengidap virus kronis pada
eksistensinya. Logika lempang dibengkokkan, metode datar dilubangi.
Mereka tak ubahnya gerombolan monster dengan hukum ala mafia. Bumi yang
merona indah akhirnya terancam oleh tirani jin yang melampaui batas
toleransi.

Allah lalu mengutus militer terminator dari jamaah malaikat. Balatentara
tersebut menyerang jin dari segala penjuru. Khaos maha-mengerikan
memaksa jin terbirit-birit mencari perlindungan.
Invasi malaikat berhasil memusnahkan jin yang tidak mau tunduk pada
titah Allah. Sejak itu, peradaban jin sekonyong-konyong amblas.
Sedangkan segelintir jin yang selamat spontan melarikan diri ke
samudera. Kelak, iblis yang aslinya bernama Azazil membangun kekaisaran
setan di atas laut.

Alkisah, pada abad kedelapan Masehi, iblis bersua dengan Dajjal di Segi
Tiga Bermuda. Keduanya kemudian meracik konspirasi demi menggelincirkan
anak-cucu Nabi Adam. Manusia bakal dihempaskan ke lembah nista lewat
ajaran sesat seperti komunisme, liberalisme, sufisme, sekularisme,
kapitalisme, teologi pluralis, atau Darwinisme.

Agenda Komunis
Al Quran bukan buku statistik yang menampung aneka angka. Pusaka Ilahi
tersebut sekadar pengantar bagi orang-orang berakal guna menelisik
fenomena di balik ayat-ayatnya.

Al-Quran tidak menegaskan Nabi Adam sebagai manusia pertama karena
deretan sejarah yang dibangun dengan kejujuran akan menghadirkan
kebenaran bila Nabi Adam memang insan pertama.

Banyak komplotan ilmuwan maupun agamawan mendengungkan survival of the
fittest dalam memahami teori evolusi. Mereka percaya bahwa yang bertahan
hidup cuma yang kuat.

Pada intinya, survival of the fittest tidak berlaku dalam hukum evolusi.
Sebab, sampai kini belum pernah ada kucing yang lahir dengan tanduk di
kepala. Padahal, kucing sering dizalimi dengan cara ditelantarkan.

Sejak Nabi Adam diturunkan ke planet ini pada tarikh 5872 sebelum
Masehi, belum sekalipun anatomi manusia bermetamorfosis. Orang-orang
yang berhasil melewati masa suram tetap tidak berubah wujud. Rumpun
Arab, Yunani, Skandinavia, Tiongkok, Aborigin, Bugis, Eskimo, atau
Indian, tidak jua bisa bertransformasi menjadi individu sakti semacam
Hulk, Fantastic Four, Spider-Man maupun Batman. Sejarah belum pernah
mencatat ada orang yang bersalin rupa menjadi superhero dengan
flight-pack (perangkat terbang) di punggungnya.

Sesungguhnya, kadar insan tidak ditentukan oleh fisik dalam mengarungi
kehidupan. Potensi yang paling utama yakni visi mengenai kehidupan.
Tubuh Nabi Adam yang berasal dari surga tidak dilengkapi sayap serta
sirip. Ia hanya punya creative mind sebagai identitas kompetitif dalam
mengelola tantangan alam.
Dasar ilmiah teori evolusi yang masih mentah sering menyentak sanubari
karena penyebarannya sangat kencang ke seluruh pelosok negeri.

Publikasi global itu kiranya erat-terkait dengan campur tangan komunis
yang berpaham atheis. Antek-antek komunis memanfaatkan isu tersebut buat
menghilangkan Tuhan. Ihwal itu diakui oleh Georgi Valentinovich
Plekhanov. Sebab, agama samawi mendeklarasikan jika Allah yang
menciptakan manusia. Sementara desain evolusi menafikan Tuhan dalam
aneka penciptaan. Padahal, tak ada landasan ilmiah kalau kehidupan kuno
yang sederhana pada periode bahari merupakan cikal-bakal makhluk hidup
modern yang begitu kompleks.

Bila ada orang mengimani teori evolusi, berarti ia minus harga diri.
Karena, tidak malu berasal dari monyet. Islam dengan kemuliaannya
memaklumatkan jika segenap penduduk dunia merupakan titisan Nabi Adam,
manusia pertama.



Kirim email ke