Setiap agama dan kepercayaan mempunyai teori tentang asal muasal manusia yang satu sama lain berbeda-beda. Orang Toraja menganggap manusia pertama yang disebut Tao berasal dari Tana Toraja. Dsb. KM -------Original Message------- From: [EMAIL PROTECTED] Date: 19/09/2007 21:29:18 To: [email protected] Subject: Re: [mediacare] Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi Saya sangat tertarik dengan teori bahwa Adam dan Hawa mewakili konsep makhluk yang berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Saya juga sepakat bahwa manusia merupakan image of God dan mungkin diharapkan bisa berlaku bijaksana serta memiliki sifat-sifat ketuhanan dengan segala keterbatasannya sebagai makhluk.
Tapi keberadaan manusia dalam jumlah banyak dan ada di mana-mana, menurut saya belum menjawab asal muasal kehidupan manusia. Apakah manusia serta-merta berada di bumi dalam jumlah banyak sejak awalnya? Atau manusia yang banyak itu merupakan hasil evolusi seperti teori Darwin? Ataukah ada teori dari agama2 non-Ibrahim yang menjelaskan asal muasal manusia? --------------------------------------- Re: Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi Posted by: "Wielsma Baramuli" [EMAIL PROTECTED] wedekabe Date: Tue Sep 18, 2007 1:30 am ((PDT)) Temans, Masalahnya bukan gap antar kepercayaan (agama) dan IP, karena keduanya juga bergantung pada metodologi dan intepretasi. Masalahnya adalah karena kepercayaan (agama) di klem sebagai satu-satunya penjelasan resmi dan sahih mengenai ralitas kehidupan, termasuk mengenai manusia. Apalagi legitmasi agama bersifat ilahi sedangkan IP legitimasinya manusiawi. Jadi, demi dan atas nama ilahi, agama mendapat tempat yang istimewa sebagai penjelas utama atas segala kenyataan. Dan berdasarkan status ini, incestpun mendapat tempat jika sesuai dengan maksud agama? Mengerikan! BTW. Dalam tradisi kristen perkara Kain dan Habel bukan soal saudara kembar yang ditukar (memang kalau ditukar begitu bukan incest ya?) melainkan soal bahwa yang satu (Kain) mepersembahkan hasil kerjanya yang tidak disukai Tuhan, sedangkan hasil kerjan Habel berkenan dan disukai Tuhan. Kain marah dan membunuh adiknya Habel. Kembali pada pokok masalah. Saya tidak percaya bahwa Adam dan Hawa itu mewakili konsep manusia secara fisik. Saya lebih percaya ini konsep mengenai eksistensi manusia. Bahwa manusia secara hakiki (dalam teologi Yahudi), adalah ciptaan Tuhan yang berbeda dengan makhluk lainnya, dan bahwa manusia itu merupakan image of God. Sekaligus ini menunjukkan kekurangan teori evolusi yang sering disederhanakan bahwa manusia berasal dari spesies tertentu (bukan manusia), yang kemudian mengalami evolusi menjadi manusia sebagaimana adanya sekarang. Jadi, manusia bisa banyak dan ada di mana-mana, dan nenek moyang manusia bermacam-macam, sesuai dengan tempat dan wilayahnya. Tidak perlu ada legitimasi insest di dalam perkembangan sejarah manusia. Kalau toch terjadi insest, itu bukan karena alasan demi perkembangan keturunan manusia, tetapi ada masalah kebudayaan yang menyentuh masalah- masalah pengaturan relasi seksual dalam komunitas tersebut. Salam, Wedekabe "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mohon ijin ikut nimbrung juga dalam diskusi ini. Selalu ada jarak (gap) antara kepercayaan dan ilmu pengetahuan. Suatu saat orang percaya bahwa bumi itu datar dan beberapa abad kemudian baru terbukti secara ilmiah bahwa bumi itu sebenarnya bulat. Sekitar abad ke- 7 orang2 tidak percaya dan mencela berita adanya seorang manusia yang bisa melakukan perjalanan dalam satu malam antara Mekah dan Jerusalem. Belasan abad setelahnya, manusia terbang dari Indonesia ke Eropa dalam waktu 13 jam saja. Gap antara kepercayaan dan ilmu pengetahuan memungkinkan berkembangnya ilmu pengetahuan itu sendiri, mendorong manusia membuktikan apa yang selama ini menjadi kepercayaannya. Tentang incest, menurut kepercayaan agama2 Ibrahim, Adam dan Hawa (Eve) memiliki 2 pasang anak kembar lain jenis: Habil (Abel) dan Kabil (Cain) masing2 dengan pasangan kembarnya yang perempuan. Tuhan melarang pernikahan antara Habil dan pasangan kembarnya ataupun antara Kabil dan pasangan kembarnya. Pernikahan harus dilangsungkan silang antara Habil dengan pasangan kembarnya Kabil dan sebaliknya. Dengan demikian Tuhan telah melarang pernikahan antar saudara (incest) dengan segala keterbatasan yang ada saat itu (cuma ada 6 manusia, Adam dan Hawa serta ke-4 anaknya). Sayangnya larangan Tuhan itu telah menciptakan kecemburuan di antara Habil dan Kabil sehingga terjadilah pembunuhan pertama sesama manusia di atas muka bumi. Silahkan dibuktikan secara ilmiah kebenaran atau ketidakbenaran dari kepercayaan ini. -------------------------------------------- Re: Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi Posted by: "Wielsma Baramuli" [EMAIL PROTECTED] wedekabe Date: Sun Sep 16, 2007 8:16 pm ((PDT)) Maaf, ikut nimbrung nih! Saudara Arfi berarti setuju bahwa karena manusia hanya punya satu nenek moyang (Adam dan Hawa/versi agama-agama semit) berarti manusia yang ada sekarang ini adalah hasil insest? Bukankah agama-agama ini melarang insest? Gimana dong? Salam, Wedekabe RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], a bambani <a_bambani@> wrote: > > > > Pak Danardono, saya sarankan Anda membaca buku > > "Mapping Human History" yang ditulis Steve Olson. Buku > > itu membongkar relasi genetik berbagai bangsa di > > dunia. Poin yang paling menarik adalah, ras sebenarnya > > konstruksi budaya. Secara genetik, perbedaan antara > > caucasoid dengan aborigin itu hanya beberapa persen > > artinya ras tidaklah relevan. > > > > Kemudian, jelas semua manusia yang ada sekarang (dalam > > berbagai penampakannya di bumi utara dan selatan) > > adalah homo sapiens. Kita semua membawa ciri genetik > > DNA dan mitokondria yang sama dari nenek moyang kita. > > Kita memiliki 'Hawa' yang sama, kata Olson. > > > > Jadi, tidak sulit kok membayangkan kita semua > > (manusia) adalah saudara kandung yang diturunkan dari > > satu ibu yang sama. Istilah Olson adalah "Hawa > > Mitokondria". > > > > tabik, > > > > arfi > > Lha mohon petromaxnya, apakah ada bukti bahwa semua homo sapiens berasal dari manusia Adam dan manusia Hawa dengan pembuktian DNA? Ataukah Adam itu semacam tokoh metaphora (kiasan)? Tabik juga Danardono
