Demikianlah. Anda benar 1000%

Bangsa jepang mempunyai legenda tentang manusia pertama mereka, 
demikian juga beberapa etnis Indian. Juga saudara saudara Minahasa 
mempunyai kepercayaan, alias legenda 9seperti juga dalam kisah suku 
Semit), bahwa awal manusia adalah Toar Lumimuut.

Heran, mengapa manusia tiba tiba ramai ramai memeluk legenda yahudi 
mengenai Adam dan Eva, tanpa melihat budaya sendiri?

Apakah legenda Yahudi dalam Taurat ini lebih benar? Lebih teruji? 
Dalam Taurat disebutkan silsilah manusia dari Adam, sampai entah 
kemana. Dalam Injil disambung sampai Yesus. Bacalah dan simaklah 
baik baik! dalam silsilah itu TAK ada turun non Yahudi! jadi kita 
semua turunan Yahudi?

Ayak ayak wae? Bravo mas Kartono

Salam

Danardono

--- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Setiap agama dan kepercayaan mempunyai teori tentang asal muasal 
manusia
> yang satu sama lain berbeda-beda. Orang Toraja menganggap manusia 
pertama
> yang disebut Tao berasal dari Tana Toraja. Dsb.
> KM 
>  
> -------Original Message-------
>  
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: 19/09/2007 21:29:18
> To: [email protected]
> Subject: Re: [mediacare] Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi
>  
> Saya sangat tertarik dengan teori bahwa Adam dan Hawa mewakili 
konsep 
> makhluk yang berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Saya juga 
sepakat 
> bahwa manusia merupakan image of God dan mungkin diharapkan bisa 
> berlaku bijaksana serta memiliki sifat-sifat ketuhanan dengan 
segala 
> keterbatasannya sebagai makhluk.
> 
> Tapi keberadaan manusia dalam jumlah banyak dan ada di mana-mana, 
> menurut saya belum menjawab asal muasal kehidupan manusia. Apakah 
> manusia serta-merta berada di bumi dalam jumlah banyak sejak 
awalnya? 
> Atau manusia yang banyak itu merupakan hasil evolusi seperti teori 
> Darwin?
> 
> Ataukah ada teori dari agama2 non-Ibrahim yang menjelaskan asal 
muasal 
> manusia?
> 
> ---------------------------------------
> Re: Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi
> Posted by: "Wielsma Baramuli" [EMAIL PROTECTED] wedekabe
> Date: Tue Sep 18, 2007 1:30 am ((PDT))
> 
> Temans,
> Masalahnya bukan gap antar kepercayaan (agama) dan IP, karena 
> keduanya juga bergantung pada metodologi dan intepretasi. 
Masalahnya 
> adalah karena kepercayaan (agama) di klem sebagai satu-satunya 
> penjelasan resmi dan sahih mengenai ralitas kehidupan, termasuk 
> mengenai manusia. Apalagi legitmasi agama bersifat ilahi sedangkan 
IP 
> legitimasinya manusiawi. 
> 
> Jadi, demi dan atas nama ilahi, agama mendapat tempat yang 
istimewa 
> sebagai penjelas utama atas segala kenyataan. Dan berdasarkan 
status 
> ini, incestpun mendapat tempat jika sesuai dengan maksud agama? 
> Mengerikan!
> 
> BTW. Dalam tradisi kristen perkara Kain dan Habel bukan soal 
saudara 
> kembar yang ditukar (memang kalau ditukar begitu bukan incest ya?) 
> melainkan soal bahwa yang satu (Kain) mepersembahkan hasil 
kerjanya 
> yang tidak disukai Tuhan, sedangkan hasil kerjan Habel berkenan 
dan 
> disukai Tuhan. Kain marah dan membunuh adiknya Habel.
> 
> Kembali pada pokok masalah. Saya tidak percaya bahwa Adam dan Hawa 
> itu mewakili konsep manusia secara fisik. Saya lebih percaya ini 
konsep 
> mengenai eksistensi manusia. Bahwa manusia secara hakiki (dalam 
teologi 
> Yahudi), adalah ciptaan Tuhan yang berbeda dengan makhluk lainnya, 
dan 
> bahwa manusia itu merupakan image of God. Sekaligus ini 
menunjukkan 
> kekurangan teori evolusi yang sering disederhanakan bahwa manusia 
> berasal dari spesies tertentu (bukan manusia), yang kemudian 
mengalami 
> evolusi menjadi manusia sebagaimana adanya sekarang.
> 
> Jadi, manusia bisa banyak dan ada di mana-mana, dan nenek moyang 
> manusia bermacam-macam, sesuai dengan tempat dan wilayahnya. Tidak 
> perlu ada legitimasi insest di dalam perkembangan sejarah manusia. 
> Kalau toch terjadi insest, itu bukan karena alasan demi 
perkembangan 
> keturunan manusia, tetapi ada masalah kebudayaan yang menyentuh 
masalah-
> masalah pengaturan relasi seksual dalam komunitas tersebut.
> 
> Salam,
> Wedekabe 
> 
> 
> 
> 
> 
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mohon ijin ikut nimbrung juga dalam diskusi ini. 
> 
> Selalu ada jarak (gap) antara kepercayaan dan ilmu pengetahuan. 
Suatu 
> saat orang percaya bahwa bumi itu datar dan beberapa abad kemudian 
> baru 
> terbukti secara ilmiah bahwa bumi itu sebenarnya bulat. Sekitar 
abad 
> ke-
> 7 orang2 tidak percaya dan mencela berita adanya seorang manusia 
yang 
> bisa melakukan perjalanan dalam satu malam antara Mekah dan 
> Jerusalem. 
> Belasan abad setelahnya, manusia terbang dari Indonesia ke Eropa 
> dalam 
> waktu 13 jam saja. Gap antara kepercayaan dan ilmu pengetahuan 
> memungkinkan berkembangnya ilmu pengetahuan itu sendiri, mendorong 
> manusia membuktikan apa yang selama ini menjadi kepercayaannya.
> 
> Tentang incest, menurut kepercayaan agama2 Ibrahim, Adam dan Hawa 
> (Eve) memiliki 2 pasang anak kembar lain jenis: Habil (Abel) dan 
> Kabil 
> (Cain) masing2 dengan pasangan kembarnya yang perempuan. Tuhan 
> melarang 
> pernikahan antara Habil dan pasangan kembarnya ataupun antara 
Kabil 
> dan 
> pasangan kembarnya. Pernikahan harus dilangsungkan silang antara 
> Habil 
> dengan pasangan kembarnya Kabil dan sebaliknya. Dengan demikian 
Tuhan 
> telah melarang pernikahan antar saudara (incest) dengan segala 
> keterbatasan yang ada saat itu (cuma ada 6 manusia, Adam dan Hawa 
> serta 
> ke-4 anaknya). 
> 
> Sayangnya larangan Tuhan itu telah menciptakan kecemburuan di 
antara 
> Habil dan Kabil sehingga terjadilah pembunuhan pertama sesama 
manusia 
> di atas muka bumi. Silahkan dibuktikan secara ilmiah kebenaran 
atau 
> ketidakbenaran dari kepercayaan ini.
> 
> --------------------------------------------
> Re: Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi
> Posted by: "Wielsma Baramuli" [EMAIL PROTECTED] wedekabe
> Date: Sun Sep 16, 2007 8:16 pm ((PDT))
> 
> Maaf, ikut nimbrung nih! 
> Saudara Arfi berarti setuju bahwa karena manusia hanya punya satu 
> nenek moyang (Adam dan Hawa/versi agama-agama semit) berarti 
manusia 
> yang ada sekarang ini adalah hasil insest? Bukankah agama-agama 
ini 
> melarang insest? Gimana dong?
> 
> Salam,
> Wedekabe
> 
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > --- In [email protected], a bambani <a_bambani@> wrote:
> > >
> > > Pak Danardono, saya sarankan Anda membaca buku
> > > "Mapping Human History" yang ditulis Steve Olson. Buku
> > > itu membongkar relasi genetik berbagai bangsa di
> > > dunia. Poin yang paling menarik adalah, ras sebenarnya
> > > konstruksi budaya. Secara genetik, perbedaan antara
> > > caucasoid dengan aborigin itu hanya beberapa persen
> > > artinya ras tidaklah relevan.
> > > 
> > > Kemudian, jelas semua manusia yang ada sekarang (dalam
> > > berbagai penampakannya di bumi utara dan selatan)
> > > adalah homo sapiens. Kita semua membawa ciri genetik
> > > DNA dan mitokondria yang sama dari nenek moyang kita.
> > > Kita memiliki 'Hawa' yang sama, kata Olson.
> > > 
> > > Jadi, tidak sulit kok membayangkan kita semua
> > > (manusia) adalah saudara kandung yang diturunkan dari
> > > satu ibu yang sama. Istilah Olson adalah "Hawa
> > > Mitokondria".
> > > 
> > > tabik,
> > > 
> > > arfi
> > > 
> 
> Lha mohon petromaxnya, apakah ada bukti bahwa semua homo sapiens 
> berasal dari manusia Adam dan manusia Hawa dengan pembuktian DNA?
> Ataukah Adam itu semacam tokoh metaphora (kiasan)?
> 
> Tabik juga
> 
> Danardono
>


Kirim email ke