Kalau gitu, simpanse juga saudara kandung kita, ya? He, he, he, karena dg DNA simpanse pun, DNA manusia tak banyak berbeda.
Bahkan ketika umurnya masih sama2 sangat muda, BENTUK janin binatang dalam telur dg BENTUK janin manusia pun masih terlihat sama. Baru kemudian dg berjalannya waktu, secara cepat terjadi perubahan yg membuat perbedaan masing-masing individu semakin membesar secara ekstrim. Salam --- In [email protected], a bambani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bukan begitu saudara Wedekabe. Sebaiknya Anda ikut > membaca buku itu, dijual bebas di toko-toko buku kok. > Buku itu nonfiksi best seller, ilmiah namun enak > dibaca. (bukan promosi loh ya, karena saya tak ada > kaitannya dengan penerbitnya. Tapi itu salah satu buku > favorit saya). > > Olson berspekulasi, 'Hawa Mitokondria' dibuahi oleh > non homo sapiens. Namun spekulasi ini dibiarkan > menggantung. Menurutnya, hawa mitokondria ini (sesuai > teori evolusi) muncul di tengah-tengah non homo > sapiens. Lalu dia kawin dengan non homo sapiens itu, > sehingga keturunannya itu yang kemudian menjadi cikal > bakal homo sapiens. (untuk detailnya, baca bukunya > deh... saya agak sulit mengingat detailnya). >
