Ojo piya-piye, Pak Danardono. Secara ilmiah, memang
kita semua satu keturunan. Jika tidak percaya, Pak
Danardono malah melestarikan pandangan rasialisme,
yang mengotak-otakkan manusia. Misalnya Bahwa Semit
lebih unggul dari ras yang lain.

Pandangan Pak Danardono itu yang selaras dengan jalan
pikiran Hitler, yang membedakan antara Semit dan
non-Semit. Sudahlah, secara ilmiah, sudah terbukti
bahwa kita yang disebut manusia semuanya bersaudara,
satu keturunan. Jawa bisa kawin Afrika, tanpa harus
menghasilkan keturunan yang mandul. Itu bukti bahwa
kita semua itu satu spesies yang sama, homo sapiens.

Mengenai posisi siapakah orang tua pertama umat
manusia, saya rasa, pandanglah Adam dan Hawa itu
sebagai metafora. Metafora, mereka adalah sepasang
homo sapiens pertama yang menghasilkan homo sapiens
generasi berikutnya. Apakah itu inses, saya rasa wajar
saja berdasarkan keadaan saat itu (tokh tak mungkin
homo sapiens kawin dengan monyet, bukan?).

tabik,

Arfi

--- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> --- In [email protected], "[EMAIL PROTECTED]"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
>  Silahkan dibuktikan secara ilmiah kebenaran atau 
> > ketidakbenaran dari kepercayaan ini.
> >
> 
>  Ini kan hikayat dari suku suku Semit, kok mau
> dibuktikan secara 
> ilmiah, hikayat ya hikayat.
> 
> Dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) di sebutkan
> list, dari Adam 
> sampai ke Yesus. Nah, kalau kita, orang Bali, Jawa,
> Sunda, Tionghoa, 
> Aborogines, Negro, bule percaya semua turunan Adam,
> jadi kita semua 
> juga turunan Yesus, yang silsilahnya disebut dalam
> Kitab Taurat? Dan 
> nama nama dalam silsilah itu semua Yahudi (Semit),
> jadi kita semua 
> punya darah Semit?
> 
> Piye to?
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke