--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > hehehe... > > dibusek > > tempo hari sewaktu dinas di sorong, papua, saya mendapati seorang > pria suku asli yang berperawakan jangkung, hidung mancung dan > bermata kelabu, tentu dengan kulit hitam. teman saya di kantor cerita, > sewaktu terjadi peristiwa bougenville di papua nugini, dia bertemu > beberapa penduduk asli yang bermata hijau dan biru. > > untuk kitab suci, saya berpendapat kita tak mesti menelannya > secara literer. banyak perumpamaan dan kiasan terkandung di > dalamnya. memang seperti itu semestinya panduan yang bersifat > general. > > salam,
Kok jauh jauh ke Sorong mas, di Ngawi juga banyak wanita cantik yang rambutnya agak cokelat (gak dicat) dan mata cokelat. Disana waktu Belanda masih berkuasa, ada penjara besar, yang di awaki banyak personel Belanda. Juga di kema, Minahasa, banyak orang yang bertype barat, mereka adalah keturunan Portugis. Dengan kawin mawin ini mungkin ada campuran antara homo sapiens dengan setengah manusia setengah monyet seperti Pithecanthropus Erectus ha ha ha. Mengenai Kitab Suci, mau mengimani bagaimana caranya ya monggo. Tapi jangan kita mencoba melegalisasi isi Kitab Suci dengan dalih dalih ilmiah gak jalan mas... Salam Danardono PS Saya masih bingung mengenai rumus ilmiahnya yang namanya malekat..
