Lhoo tak ada maksud meng-kotak kotakan, tetapi, memang hikayat Adam 
Eva adalah hikayat yang muncul pertama kali dalam Perjanjian lama 
alias Taurat, dengan silsilah yang semuanya berisi manusia Semit, 
like it or not. Kalau ini dianggap metaphora ya OK lah, tetapi tetap 
saja metaphora budaya Semit, karena kisah ini tak dikenal dalam 
lingakarn budaya lain, seperti Tao, Konfucianism, Hidu, Buddha, 
budaya Eskimo, budaya Indian dll.

Disini gak ada urusan dengan Hitler, yang buat bangsa kita adalah 
EGP, emang gue pikirin? Ya kan? Tetapi, kita TAK mungkin memisahkan 
hikayat Adam Eva dari budaya Semit, biar kita ingin sekalipun, Kita 
tak mungkin membengkokkan hikayat ini jadi - misale - sejarah 
sejarah Melayu, sejarah Tiongkok, sejarah India, sejarah Jepang, 
dst. Juga kalau dimasukkan ke Babad Tanah Jawi juga akan 
membingungkan!

Mengenai incest, jangan lupa, persilangan incest yang intensif akan 
MENHANCURKAN struktur psychis manusia, alias akan jadi idiot. Tak 
percaya? baca buku buku ilmiah mengenai biologi. Homo sapiens? 
disamping itu di Tanah Air juga ada Pithecanthropus Erectus, 
Meganthropus Paleojavanicus, Homo Soloensis, de el el de el el. 
jangan buru buru gembira bahwa kita ini gedebuk langsung jadi homo 
sapiens..

mau tanya ya? Adam punya puser nggak sih? Ilmiah lho ini?

BTW mau tanya, kapan saya katakan ras Semit lebih unggul dari ras 
lain? Lha yang nggebuki, memperkosa TKW kita adalah ras Semit tu? 
Unggul apanya?

Salam ilmiah

Danardono




--- In [email protected], a bambani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ojo piya-piye, Pak Danardono. Secara ilmiah, memang
> kita semua satu keturunan. Jika tidak percaya, Pak
> Danardono malah melestarikan pandangan rasialisme,
> yang mengotak-otakkan manusia. Misalnya Bahwa Semit
> lebih unggul dari ras yang lain.
> 
> Pandangan Pak Danardono itu yang selaras dengan jalan
> pikiran Hitler, yang membedakan antara Semit dan
> non-Semit. Sudahlah, secara ilmiah, sudah terbukti
> bahwa kita yang disebut manusia semuanya bersaudara,
> satu keturunan. Jawa bisa kawin Afrika, tanpa harus
> menghasilkan keturunan yang mandul. Itu bukti bahwa
> kita semua itu satu spesies yang sama, homo sapiens.
> 
> Mengenai posisi siapakah orang tua pertama umat
> manusia, saya rasa, pandanglah Adam dan Hawa itu
> sebagai metafora. Metafora, mereka adalah sepasang
> homo sapiens pertama yang menghasilkan homo sapiens
> generasi berikutnya. Apakah itu inses, saya rasa wajar
> saja berdasarkan keadaan saat itu (tokh tak mungkin
> homo sapiens kawin dengan monyet, bukan?).
> 
> tabik,
> 
> Arfi
> 
> --- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > --- In [email protected], "refunny@"
> > <refunny@> wrote:
> > >
> >  Silahkan dibuktikan secara ilmiah kebenaran atau 
> > > ketidakbenaran dari kepercayaan ini.
> > >
> > 
> >  Ini kan hikayat dari suku suku Semit, kok mau
> > dibuktikan secara 
> > ilmiah, hikayat ya hikayat.
> > 
> > Dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) di sebutkan
> > list, dari Adam 
> > sampai ke Yesus. Nah, kalau kita, orang Bali, Jawa,
> > Sunda, Tionghoa, 
> > Aborogines, Negro, bule percaya semua turunan Adam,
> > jadi kita semua 
> > juga turunan Yesus, yang silsilahnya disebut dalam
> > Kitab Taurat? Dan 
> > nama nama dalam silsilah itu semua Yahudi (Semit),
> > jadi kita semua 
> > punya darah Semit?
> > 
> > Piye to?
> > 
> > Salam
> > 
> > Danardono
> > 
> > 
> 
> 
> 
>        
> 
_____________________________________________________________________
_______________
> Need a vacation? Get great deals
> to amazing places on Yahoo! Travel.
> http://travel.yahoo.com/
>


Kirim email ke