> "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], Nugroho Dewanto <ndewanto@> wrote: > > mungkin anda bisa tunjukkan juga bukti ilmiah (buku, etc) bahwa > > manusia dari sononya sudah berbeda-beda karena nenek > > moyangnya berlainan. > >
Teori Evolusi Darwin tidak pernah menyatakan bahwa nenek moyang manusia adalah monyet. Hanya ulama agama saja yang meng-ada2 menyatakan bahwa Darwin menyatakan Monyet adalah nenek moyang manusia. Darwin justru menjelaskan bagaimana manusia dulunya yang berasal dari Homo sapiens pithecantropus erektus. Dari berbagai jenis Homo sapiens pithecantropus erektus ini lahirlah berbagai nenek moyang manusia yang berbeda yang kita kenal sekarang ini. Wajar kalo nenek moyang manusia itu ber-beda2 asalnya meskipun berasal dari sama2 pithecantropus erektus. Mahluk pithecantropus erektus bukan cuma ada satu, tengkoraknya bisa dibuktikan tersebar dibeberapa benua diseluruh dunia, dan hal inilah yang membuktikan bahwa nenek moyang manusia bukan berasal dari satu orang tapi berasal dari banyak orang melalui perjalanan jutaan tahun lamanya. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > Mas, lho saya juga gak yakin kalau manusia dari sono sudah beda nenek > moyangnya, melalui proses evolusi kelihatannya semua berasal dari satu > titik. Saya juga percaya demikian. Tetapi apakah satu titik awal ini > manusia seperti dikisahkan dalam Kitab Suci (yang memang harus > dipidahkan dari pembahasab ilmiah)? > > Mas Dewanto memang sebutkan buku tulisan tanpa kutipan Kitab Suci. > Tetapi penulis sebelumnya (Baramuli?) mengupas pembuktian DNA yang > bagus sekali, tapi lalu menutupnya dengan kesimpulan, bahwa yang ada > di Kitab Suci match dengan penemuan DNA, gimana mau nyambung? > Tulisan ini yang saya pertanyakan. > > Sakam > > Danardono >
