Assalamu'alaykum

mo ikutan komentar ...
setuju deh sama definisi wanita karirnya, dimana seorang wanita
hendaknya instrospeksi diri, sejauh mana peranannya diperlukan dalam
masyarakat
misalnya klo profesi seperti dokter misalnya saya kira penting,
terutama dalam menangani pasien2 wantia
klo jadi sekretaris atau pekerjaan lainnya yg tidak menuntut hijab
tentunya gak perlu

saya juga pernah baca suatu artikel yg isinya juga mengambil hasil
quesioner di dunia barat, dimana pilihan menjadi wanita karir
disebabkan beratnya peran sebagai ibu rumah tangga, jadi kasarnya
hanya sebagai pelarian semata.

apakah dengan menjadi ibu rumah tangga berarti menunjukkan
superioritas laki2?? dengan memaksa wanita bekerja seperti itu??
saya kira tidak, karena yg namanya kaum hawa, yg sangat peka dan penuh
kasih sayang, tentunya lebih cocok mencetak generasi rabbani serta
mencurahkan kasih sayangnya kepada suami dan anak

adapun dalil yg dipake buat pembenaran wanita karir saya kira kurang tepat
1. status Siti Khadijah yg pengusaha, apakah menjadi owner harus serta
merta meninggalkan rumah atau bahkan meninggalkan tugasnya sebagai
istri?? saya kira bisa dilakukan di rumah, karenanya sewaktu blom
menikah dengan Rasulullahpun, Siti Khadijah justru menyuruh Muhammad
yg menjual barang2nya, jadi yg keluar sapa??
2. mengenai kisah Siti Aisyah yg ikut perang, tentu situasinya berbeda
donk dengan keadaan damai.
so, jangan pake dalil hanya untuk pembenaran

wallahu'alam

wassalam

Rizts

On 1/17/07, dija dija <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya pikir perlu ada penegasan antara wanita karir dengan wanita pekerja.
Semua wanita karir adalah wanita pekerja, tapi tidak semua wanita pekerja
adalah wanita karir.

Wanita karir adalah mereka yang bekerja, tapi ia juga mengejar dan/atau
mempertahankan suatu posisi/status sosial (aktualisasi diri), dan cenderung
untuk menomorduakan keluarga*). Bukan lagi semata untuk survive hidup.

Kalau untuk menjadi wanita karir saya tidak setuju, tapi boleh wanita itu
bekerja untuk mencukupi kehidupannya atau tenaganya dibutuhkan dalam suatu
bidang, misal pengajar/tenaga medis/penjahit/tukang masak/pengasuh, dlsb.

Wah... kalo begitu wanita jadi terbelakang dong..? Siapa bilang?
Menjadi pengajar ada ilmunya.
Menjadi tenaga medis ada ilmunya
Menjadi penjahit ada ilmunya.
Dan pengasuh pun sebenarnya juga ada ilmunya. Tentunya bukan pengasuh yang
hanya bisa mendorong stroller dan mengganti popok.

Mengurangi wanita keluar rumah untuk bekerja atau unjuk diri, saya kira
tidak bisa semata hanya menuntut kesadaran dari pihak wanita. Perlu ada
kerjasama dengan pihak laki-laki.

Laki-laki (terutama yang menjadi kepala keluarga), tentunya tidak boleh
malas bekerja. (Disamping wanita juga tidak menuntut melebihi kemampuan
laki-laki).
Dan laki-laki juga jangan malas mendidik kaum wanita. Karena wanita itu
dasarnya memang bengkok, tapi jika tidak diluruskan maka ia akan tetap
bengkok. (Disamping wanita jangan tidak mau untuk dididik)
Laki-laki juga tidak boleh memanfaatkan superioritasnya untuk memperdaya
atau mendzalimi wanita. (Disamping wanita juga jangan mau untuk
'dimanfaatkan' laki-laki).

======
Weeee... yang nulis ini, ngapain tuh kerja di luar?
Kalo yang nulis ini insyaAllah bukan wanita karir, tapi wanita pekerja
(meskipun alhamdulillah, posisinya agak naik dari tahun pertama), di tempat
yang diusahakan sedemikian rupa untuk sesuai syar'i dan mendapat ijin dari
ortu.
Dan jika suatu hari harus lepas jabatan, insyaAllah akan legowo, dan tidak
kena *post power sindrome. *:D*

*Begitu kira-kira.


note:
*) "Feminisme berarti memilih antara karir atau keluarga" (dinisbatkan
kepada Hillary Clinton - belum ketemu sumber langsungnya)


wassalam,
dija

>




--
Risdy

Jln. Waruga Jaya Gg. Bahagia No. 129B Telp. 022-2020641 Bandung 40559

Handphone: 08562302121
Office : 022-6054262

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu "Media 
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan 
email ke [email protected]

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke