Assalamu'alaykum Warahmatullahi wabarakatuh,

 

Mau ikut kasih pendapat. 

Menurut ana permasalahan perempuan bekerja itu lebih besar disebabkan
karena lemahnya pemahaman sebagian laki2 terhadap ayat 34 dari surat An
Nisaa'. Kesiapan menjadi pemimpin (qowwam) atas perempuan seharusnya
disikapi secara integral, mulai dari kekuatan niat dan perencanaan yang
matang pada saat akan menikahi seorang perempuan hingga kreatifitas dan
kesabaran dalam mencari rizqi dan mengatur keluarga. Perempuan bekerja
menurut hemat saya disebabkan sebagian besar karena tekanan ekonomi.
Saya koq nggak begitu sepakat kalau dikatakan perempuan butuh sarana
untuk aktualisasi diri. Andaikan suami lihai dalam mengatur kehidupan
keluarga saya yakin setiap istri akan memiliki kesibukan yang luar
biasa. Perempuan bisa saja aktif bahkan sibuk bekerja (selain mengurus
rumah tangga) dari dalam rumah, tanpa harus melalaikan fungsinya sebagai
ibu.

 

Wallahu a'lam bishshowaab

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Any Haryani
Sent: Monday, January 22, 2007 12:29 PM
To: [email protected]
Subject: [mediamusliminfo] Hal: [mediamusliminfo] Re: Hukum Wanita
Karier Dan Tampil dimuka Umum

 

Terima kasih Ulfah di Canberra.

Tulisan anda sangat bagus dan saya amini. Wanita yang katanya selalu
bengkok bisa menjadi lentur dengan kebaikan, kelembutan, kesetiaan dan
niat untuk tidak akan pernah menyakiti.

 

Seorang wanita bisa tetap mulia dengan bekerja (baik terpaksa karena
alasan ekonomi) atau aktualisasi diri. Terlebih lagi dengan bekerja
karena niat mulia (awalnya terpaksa) akhirnya mendapatkan banyak hal
misalnya ilmu yang bertambah (dunia akhirat), aktualisasi diri
(menyertai) karena bekerja dibidang yang disukai dan berdasarkan
disiplin ilmu di bangku sekolah, pergaulan sehat (yang tidak sehat
ditinggalkan), dan mendapatkan penghasilan untuk membantu
membesarkan/mendidik/mengantarkan anak pada kesejahteraan dan kehidupan
yang lebih baik.

Dan bagi saya pribadi, bekerja adalah untuk menguatkan diri pada
keterikatan dengan suami dan keluarga besarnya.

Wallahualambishawab.

 

wassalam,

  



 

----- Pesan Asli ----
Dari: Ullfah Muhayani <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 18 Januari, 2007 8:10:28
Topik: [mediamusliminfo] Re: Hukum Wanita Karier Dan Tampil dimuka Umum

Assalamu'alaikum

 

Jadi ingin ikut nimbrung nih bicara wanita karir,

Kalo pendapat saya kita tidak bisa membuat kategorisasi pekerjaan yang
pantas buat perempuan dengan hanya melihat bahwa jenis pekerjaan
tersebut terlihat lebih mulia dibanding yang lain saja misalnya
kategorisasi dokter, guru sebagai syar'i dan yang di luar itu sebagai
jenis pekerjaan yang tidak syar'i. 

 

Ada berbagai macam alasan mengapa perempuan bekerja di luar rumah dengan
berbagai macam bentuk dan jenis pekerjaan yang mereka lakukan mulai dari
alasan ekonomi sampai aktualisasi diri. Dan kita tidak tahu niat dan
tujuan mereka, jadi menurut saya kita tidak berhak menghakimi seseorang
yang tidak sama dengan kita itu diennya nggak sempurnalah atau apalah.
(bukankah hanya Allah yang berhak menjadi hakim atas keimanan kita). 

Dan terus mengapa perempuan bekerja dengan alasan ekonomi lebih bisa
kita mafhumi ketimbang alasan aktualisasi diri? bukankah dalam piramida
kebutuhan manusia 'aktualisasi diri juga merupakan kebutuhan disamping
kebutuhan ekonomi dan juga kebutuhan untuk beragama?

Untuk kasus yg dicontohkan oleh saudari dija

Ada dua kepentingan dalam keluarga dokter tersebut -isteri dan suami-

Suami ingin isteri lebih memperhatikan anak

sedangkan isteri ingin mengaktualisasikan diri (tapi saya yakin dia juga
tetap akan memperhatikan si anak).

Kenapa kita selalu mengedepankan keinginan suami dan tidak memperhatikan
bahkan mengecam keinginan isteri? Apakah isteri tidak boleh punya
keinginan? Apakah salah kalo isteri punya keinginan?

 

Saya teringat ajaran seorang sufi Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya'
Ulumuddien

'Selalu jagalah hati dan tata hati kita supaya kita tidak terkena
penyakit hati seprti riya, sombong dan takabur' beliau mencontohkan

'Ketika engkau melihat seorang yang lebih tua dari kamu, maka katkanlah
dalam hatimu bahwa dia lebih baik dari kamu karena dia lahir lebih
dahulu dan oleh karena itu dia lebih banyak mengamalkan kebaikan2
daripada kita'

Jika engkau melihat anak kecil katakanlah dalam hatimu bahwa dia lebih
baik dari kamu karena dia lebih sedikit melakukan amal perbuatan yang
jelek atau dosa.

Dan jika engkau melihat seseorang berbuat salah katakanlah bahwa ia
lebih baik dari kita karena mungkin dia berbuat salah karena kebodohan
atau ketidaktahuan mereka sedangkan kita kadangkala berbuat hal yang
buruk padahal kita tahu itu salah'

 

Maksud saya mengutip ajaran ini adalah janganlah kita cepat dan mudah
menyimpulkan bahkan menghakimi segala sesuatu itu dengan hitam dan
putih. Ada berbagai dan beribu2 alasan dan sebab mengapa orang melakukan
suatu hal seperti halnya perempuan bekerja di luar rumah dan menjadi
sekretaris dan tidak menjadi dokter (lagian sekarang kan sekolah dokter
mahaaaaaaalnya minta ampun) gimana dong mas risdy kalo mampunya kita
cuma bayar kuliah dan lolosnya cuma D1 sekretaris.

 

Saya sebagai perempuan dan juga berkarir dan juga sedang menyelesaikan
studi saya di Australia  (wah pendapat saya nanti diangap bias nih gara2
kuliah di luar negeri), saya berkeyakinan dan ingin mengatakan kami
perempuan masih punya nurani, cerdas, baek hati pula jadi tolonglah
sudah cukup akhiri mengatakan bahwa kami diciptakan dari tulang rusuk
yang bengkok dan patut di luruskan ato apalah ......

Kami ingin dihargai dan tidak selalu diolok2

Kami ingin disayangi, tidak dicaci maki bahkan di 'Poligami'

Kami juga manusia seperti kaum laki2 so please humanize us as human

 

Aniwei, I really enjoy joining this forum

 

Wassalam

 

peace and cheers

Salam hangat dari Canberra

-ulfah-

 

 

----- Original Message ----
From: dija dija <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 18, 2007 8:28:42 PM
Subject: [mediamusliminfo] Re: Hukum Wanita Karier Dan Tampil dimuka
Umum

Assalamu'alaikum,
Hanya ingin menambahkan beberapa poin untuk penegasan atas pendapat saya
di e-mail sebelumnya.
Terutama bagi yang mungkin salah paham.

Bahwa klasifikasi yang saya buat, yaitu antara  wanita karir dan wanita
pekerja adalah penekanannya pada tujuan wanita tersebut bekerja. Yang
secara sederhana,Wanita pekerja penekanannya pada bekerja untuk mencari
nafkah/membiayai kehidupannya sementara wanita karir penekanannya pada
mengutamakan karir atau pekerjaannya (tidak semata untuk mencari uang
untuk nafkah). 
Berdasarkan itu saya katakan sekali lagi: Saya TIDAK SETUJU dengan
WANITA KARIR, tapi BOLEH WANITA BEKERJA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHANNYA
(baca: untuk nafkah, untuk survive hidup). Dengan memperhatikan
batasan2nya tentu saja.

Lantas apakah bagi mereka yang bekerja di bidang yang syar'i, contoh
dokter, terlepas dari kemungkinan disebut wanita karir? 
Saya katakan: TIDAK. Mengapa? Karena ada juga wanita yang bekerja di
bidang yang syar'i terjebak menjadi wanita karir. Mungkin diantara antum
sekalian pernah ada yang menemui kasus perceraian antara seorang suami
yang dokter spesialis dengan istri yang juga dokter spesialis, punya
seorang putri kecil umur 1 th. Di mana yang menuntut cerai adalah istri,
dengan alasan al, suami tidak lagi mengerti keinginan dirinya, yaitu
ingin aktualisasi diri - tidak hanya sebagai dokter yang memeriksa
pasien, tapi ingin lebih dari itu; dengan segudang aktivitas sosial
sehingga lebih bermanfaat ke masyarakat, juga ingin pendidikan yang
lebih tinggi lagi, sampai S3. Sementara suami menginginkan istrinya
untuk lebih memperhatikan putri mereka, yang otomatis tentu saja akan
mengurangi aktivitas si istri di luar.  Sebab si suami tidak ingin sang
istri menomorduakan putrinya dan menyerahkan putrinya kepada pengasuh.
Nah ini contoh istri yang meskipun punya pekerjaan syar'i tapi dia
keblinger. Menjadi wanita karir. Ini yang saya tidak setuju.

Dan saya pun tidak setuju, jika ada seorang istri atau pun wanita lajang
yang terpaksa bekerja untuk kebutuhan keluarga, tetapi ia menempuh
pekerjaan yang diharamkan. 

Bagaimana dengan bidang lain? Saya kira selama itu tidak ada unsur
haram, boleh. Karena untuk selain ibadah, semuanya pada dasarnya adalah
halal, kecuali yang diharamkan. 
Tapi tentu saja kondisi pekerjaan juga perlu diperhatikan, contoh jangan
buka depot/warung makan di lingkungan lokalisasi WTS meskipun banyak
mendapat pelanggan. Contoh lain, meskipun ruangan pekerjaan terdiri dari
wanita semua dan tidak dilarang berbusana muslimah, tapi pekerjaannya
berbau judi atau riba ya  tidak boleh dilakoni.

Sekali lagi saya katakan perlu kerjasama antara pihak laki-laki dan
perempuan jika ingin wanita tidak bertebaran di luar rumah.

Untuk laki-laki yang masih lajang dan mampu untuk menikah, jangan ragu2
untuk segera menikah, dengan anda menjadi kepala keluarga insyaAllah
berkurang jumlah wanita yang harus membiayai hidupnya sendiri.
Untuk wanita yang masih lajang, jangan tergoda dengan uang dan jabatan
yang anda miliki sekarang, wanita akan lebih mulia jika ia menjadi ratu
rumah tangga. Jika ada laki-laki yang baik akhlaknya melamarmu, kenapa
harus ragu?

Untuk laki-laki yang sudah berumah tangga, apakah pantas istrimu bekerja
di luar rumah bahkan sampai keluar negeri, mempertaruhkan nyawa dan
kehormatannya selama ia di luar rumah, sementara engkau ikut menikmati
jerih payahnya?  Engkau bisa mengendarai kendaraan hasil kerja istrimu,
engkau bisa tidur nyenyak di rumah yang dibangun dari uang kiriman
istrimu. Mengapa tidak engkau bangkit dari tempat dudukmu, bekerja,
penuhi kebutuhan keluargamu?
Untuk wanita yang sudah berumah tangga,  mengapa engkau merasa berat
untuk menjadi ratu rumah tangga? tempat di mana engkau bisa berjihad,
yang balasannya adalah surga. Sungguh hanya orang bodoh yang mencela
pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.

Demikian.

wassalam,
dija



 

 

________________________________

Cheap Talk? Check out
<http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http:/us.rd.yahoo.com
/evt=39663/*http:/voice.yahoo.com>  Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone
call rates.

 

 

________________________________

Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
terhadap spam. 
http://id.mail.yahoo.com/
<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.mail.yahoo.com/> 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan 
email ke [email protected]

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke