Soni

Kalau kita bicara hanya dari realita, dan hanya tahu akan realita, maka Agama 
hanya akan menjadi penghalang. Komunis dan Liberalis berasal dari pemikiran 
duniawi. Saya tidak bilang saya hebat sebagai Muslim, bagaimana bisa hebat kalo 
Al Quran saja tidak bisa menghafalnya, namun Islam bukan masalah pengetahuan 
agama saja, namun lebih kepada Hati...... Iman seara menyeluruh kepada Allah 
SWT. Orang yang miskin banyak, toh apa semua jatuh ke lembah hitam ? tidak kok. 
Ada yang rela jadi tukang sapu, tukang parkir, jualan keliling, tukang kebon 
keliling, pasukan kuning dll. Rizki Allah itu ada dimana-mana, dan selama 
manusia hidup, maka rizky tidak akan putus, namun kalau kita mempersempit 
hakekat Rizky dengan uang, maka akan sempit pula rizky kita. Kalo hanya untuk 
kebutuhan hidup sehari-hari, sangat jarang manusia tidak tercukupi, toh para 
tukang becak masih pada hidup dan bergembira ria walaupun harus mengayuh pedal 
tiap hari ! Kemiskinan bukan menjadi alasan untuk melakukan kejahatan. Lihat 
saja sebagian besar penjahat merampok bukan untuk kebutuhan sehari-hari, mereka 
melakukannnya dengan rapi dan terorganisasi, bahkan tidak segan-segan mengambil 
nyawa dengan mudahnya, lalu uangnya untuk apa ? untuk anak istrinya kah ? 

Islam tetap Islam, ajarannya sama sejak jaman Nabi maupun sekarang. Kalo anda 
beranggapan bahwa dengan kondisi sekarang maka Halal berbuat dosa, maka untuk 
apa agama itu turun dan diajarkan ? Mau perut lapar atau kenyang, yang namanya 
Iman tidak bisa dikompromikan. Apakah kita akan menukar iman kita dengan 
sebungkus  Indomie ? Saya memang belum mampu memberikan apa-apa, dibandingkan 
rizky Allah SWT yang dilimpahkan kepada saya, saya bahkan belum mencapai 
sebutir pasirnya, karena itu saya hanya mampu memberikan doa dan tausiyah 
kepada mereka. Soal Rizky mereka, biarlah Allah SWT yang mengaturnya.

Dan saya ? Alhamdullilah bahwa Allah memberikan saya cukup rizky untuk hidup 
mapan ukuran pegawai kantoran, namun saya harus setiap hari melihat bagaimana 
Allah SWT belum memberikan saya keturunan, sementara orang lain membuang-buang 
anak mereka diselokan. namun inilah hidup, Kita hanya bisa berikhtiar, Allah 
SWT yang menentukan. Dikasih atau tidak, itu hak Allah SWT. lalu apakah saya 
halal untuk menikah lagi tanpa seijin istri saya demi anak ? 




  ----- Original Message ----- 
  From: Soni Suherman 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, August 01, 2007 11:01 AM
  Subject: [mediamusliminfo] Re: Tanya


  Oki,

  Kita bicara realita yang terjadi bukan cuma mulut yang ngomong, kalo model 
gitu semua bisa apalagi bagi yang pintar ngomong.
  Contoh : realitanya banyak diantara kita yang lebih menghormati orang kaya 
dari hasil korupsi daripada buruh miskin dari hasil halal, kita gak usah pura2 
gak tau deh...
  Kalo saya dianggap berburuk sangka, kita kembali lagi ke realita tadi, apa 
kita harus menutup mata atas apa yang terjadi di negeri ini "BUDAYA KORUPSI 
MULAI DARI TINGKAT TERI". 
  Kita tiap waktu selalu ngomong agama tapi dalam praktek  0%.
  Saya muslim walau tidak sehebat Oki tapi saya mencoba menerapkan apa yang 
saya anggap gak adil secara nyata, sebagian apa yang saya dapat langsung saya 
berikan kepada mereka yang teraniaya olah ketidak adilan ini, ikhlas, saya gak 
peduli mau dapat amal atau gak, terserah...
  Saya gak mau munafik seperti banyak orang sekarang...
  Saya tidak menyalahkan orang2 merampok, maling, copet dll, selama mereka 
memang terdesak karena saya belum dapat memberi mereka pekerjaan..
  Saya tidak menyalahkan mereka murtad karena lapar karena saya sendiri belum 
bisa membantu mereka kenyang..
  Begitu banyak ulama2 hebat tapi lingkungan rumah mereka banyak yang susah, 
apa kita gak malu ngaku muslim?
  Kita bicara realita bung...
  Perut kok diajak ngomong agama.......
  Saya mau tanya :
  Apakah USTAD hebat bisa didengar ceramahnya dihadapan orang-orang kelaparan, 
mereka hanya menunggu nasi.
  Kalo perut mereka kenyang, saya yakin mereka mau mendengar.......
  Jangan bicara jaman Nabi tapi bicaralah di jaman sekarang......




   
  On 7/31/07, okki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    Mas Soni

    Apakah anda tahu apa hakekat Agama Islam ? apakah karena kesulitan hidup 
lalu kita dihalalkan berbuat haram ? Menjadi Seorang Muslim berarti pasrah dan 
Tawakkal kepada Allah. Apakah kita sebagai Muslim tidak percaya akan kasih 
sayang Allah ? apakah kita menganggap Rizki yang diberikan Allah tidak cukup 
untuk kita ? Banyak Saudara Muslim kita yang dermawan, namun menjadi seorang 
Muslim bukan berarti mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan kepada 
kita, dan mereka membantu juga bukan karena mereka kaya, namun kepatuhannya 
kepada Allah SWT. Islam adalah untuk diri kita bukan orang lain, menjadi orang 
Islam berarti kita menyerahkan diri kepada Allah SWT, percaya 100 %. atau anda 
akan mengingkari ayat Allah SWT yang tercantum di Al Qur'an : 

    Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : "Tuhan Kami Allah" kemudian 
mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka 
(dengan mengatakan) :"Janganlah kamu merasa takut dan jangan kamu merasa sedih, 
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah 
kepadamu (QS 41.30)

    Miskin bukan merupakan malapetaka atau alasan untuk berbuat dosa, 
Rasulullah Muhammad SAW dahulu jauh lebih miskin dari kebanyakan orang 
Indonesia bahkan sebagian besar sahabat Nabi adalah Orang Miskin. Banyak yang 
berusaha membantu orang miskin, namun Kaya dan Miskin adalah Sunatullah, apakah 
ada yang sanggup memberantasnya ? 


      ----- Original Message ----- 
      From: Soni Suherman 
      To: [email protected] 
      Sent: Tuesday, July 31, 2007 1:56 PM
      Subject: [mediamusliminfo] Re: Tanya

       
      Salam,

      Sebagian muslim sekarang hidup untuk kepentingan diri sendiri, sikap 
saling membantu bagi sesama muslim mungkin hanya ditemui di sinetron, berapa 
banyak muslim yang mau membantu saudara muslimnya yang berada dalam kesusahan? 
lantas kita seolah kebakaran jenggot bila mendengar saudara muslim kita yang 
jadi perampok karena tidak mempunyai pekerjaan, kita hanya bisa mencerca tapi 
tidak memberi solusi, kita lantas marah bila saudara muslim kita yang pindah 
agama demi perut lapar, kita hanya bisa marah tapi apakah pernah kita membantu 
mereka agar parut mereka kenyang?  
      Hidup sekarang ini memang serba tidak adil, begitu banyak muslim yang 
kaya tapi hanya pamer mobil, rumah dll, begitu banyak pula muslim yang hidup 
susah dan pengangguran, lantas apakah mereka salah merampok demi menghidupi 
anak istrinya yang lapar, saya kira tidak salah, yang salah orang-orang muslim 
kaya yang tidak peduli atas nasib mereka, DAGING BABIPUN DIHALALKAN BILA DALAM 
KEADAAN TERDESAK.............................. SELAMAT BERJUANG SAUDARA-SAUDARA 
MUSLIM YANG MENDERITA......................
       



      On 7/31/07, Agus Setyo Muntohar, ST.,ME.Sc <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 
        Salam,
        Ikut urun rembug. Perilaku atau akhlaq seseorang adalah sebagai 
barometer baik atau buruknya 'serapan' ajaran agama yang dibawa oleh para Nabi 
dan Rasul. Boleh jadi kita sholat, namun sebatas pada memenuhi sholatnya saja 
entah ketika sholat hati ini pergi kemana-mana. Bisa jadi setelah sholat, tidak 
sedikit yang melakukan maksiat. Berarti ajaran-ajaran sholat itu belum bisa 
'diserap' dan 'diamalkan' dengan baik. Namun bukan berarti ajaran agama Islam 
itu salah. Terkadang kita terjerumus dalam tataran fisis saat membahas konsep. 
Untuk itu janganlah mudah terkecoh dengan perilaku orang-orang diluar Islam. 
Pada dasarnya ada nilai-nilai universal Islam yang bisa dilakukan oleh setiap 
orang di muka bumi ini seperi menolong orang, memberikan sedekah, bahu-membahu 
dalam kebaikan, dll. 

        Mari teguhkan Islam dihati kita.
         
        Agus Setyo Muntohar 
        Landslide Hazard Research Group, Prof. H.J. Liao Research Group
        Department of Construction Engineering 
        National Taiwan University of Science and Technology 
        No. 43 Section 4 Keelung Road, Taipei, Taiwan. 10672
        Email: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] 
        HP: +886-936025474 



        ----- Original Message ----
        From: okki < [EMAIL PROTECTED]>
        To: [email protected]
        Sent: Tuesday, 31 July, 2007 12:02:48 PM 
        Subject: [mediamusliminfo] Re: Tanya


        Assalamualaikum Wr Wb

        Mbak atau Mas Arma, Sholat dan Ngaji tidak bisa dijadikan pedoman untuk 
menilai perilaku seseorang. Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama 
Muslim, maka mereka beranggapan seperti itu. Yang harus dilihat adalah Ajaran 
Agama-nya terlepas dari perilaku pengikutnya, karena yang namanya penganut bisa 
saja hanya menjalankan 10, 20, 30 % saja dari ajaran Agama Islam. Karena Agama 
adalah masalah Manusia dan Tuhannya, maka perilaku seseorang tidak bisa 
dijadikan alasan menilai Agama tersebut. Bukankah orang Amerika yang mayoritas 
beragama Kristen memperlakukan tahanan diguantanamo dengan sadis ? apakah itu 
ajaran agama Kristen ? tidak, itu oknum manusia yang tidak bisa menangkap inti 
ajaran agamanya. Begitu juga Etnis, tidak bisa dipakai sebagai dasar menilai 
seseorang. Seorang Muslim yang baik, tentu saja menjaga Ibadahnya dan menjaga 
hubungan antar manusianya. dan Bagaimana seseorang bisa menilai Ibadah orang 
lain melebihi Malaikat ? Malaikat tidak pernah berhenti beribadah, mana ada 
manusia yang seperti itu ?. Mohon lebih bijak apabila ada pertanyaan seperti 
ini. Islam sekarang sedang dan akan selalu menjadi sorotan. 

        Wassalamualaikum Wr Wb
          ----- Original Message ----- 
          From: Arma Reva 
          To: [email protected] 
          Sent: Tuesday, July 31, 2007 10:19 AM
          Subject: [mediamusliminfo] Tanya

           
          Assalamualaikum wr.wb.

          Saya mau tanya, kalo saya perhatikan di lingkungan saya, kelakuan 
sehari-hari orang-orang muslim sering kurang bagus dalam pergaulan bila 
dibandingkan dengan kelakuan sehari-hari dari orang-orang non muslim.  Hal ini 
sering membuat saya serba salah bila diskusi masalah agama dengan kawan-kawan 
di lingkungan saya.  Salah satu contohnya, mereka sering ngomong : "Si Fulan 
sih sholat dan ngajinya rajin, bahkan lebih dari malaikat, tapi kelakuannya 
jauh lebih jahat dari setan."  Dan pada kenyataannya memang si Fulan tersebut 
kelakuannya sangat-sangat buruk.  Parahnya lagi, keadaan ini terjadi pada 
Fulan-Fulan yang lain.  Mohon masukan dari kawan-kawan, terima kasih. 

          Wassalamualaikum wr.wb.


----------------------------------------------------------------------
          Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


----------------------------------------------------------------------
          Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less, 
sign up for your free account today.








         



      -- 
      Best Regards,
      Soni Suherman 







  -- 
  Best Regards,
  Soni Suherman 
  



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke