Ada 2 kaidah penting yg dipakai jumhur ulama
1. Dalam urusan "ibadah", semuanya adalah terlarang/ haram dikerjakan kecuali
ada PERINTAH dari Allah Ta'ala melalui contoh/ teladan dari Rasulullah SAW
2. Dalam urusan "dunia", semuanya adalah boleh/ mubah/ halal kecuali ada
LARANGAN dari Allah Ta'ala
Alhamdulillah, Allah Ta'ala telah mengutus Rasul dan Nabi terakhir Muhammad SAW
dengan syariat yang sempurna: dari urusan Ibadah, ahlak, cara makan, cara
bersuci, cara berpakaian, cara jihad, cara bernegara, dsb. dari perkara yang
paling kecil/remeh sampai perkara terbesar sudah lengkap disampaikan kita
tinggal meneladaninya.
". Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan
kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu ." (QS Al
Maidah 03)
Rasulullah SAW sebagai utusan Allah Ta'ala kepada ummat ini telah menunaikan
amanah dan menyampaikan risalah dari Allah dengan sempurna. Maka tidaklah
beliau Rasulullah SAW wafat melainkan beliau telah menjelaskan kepada ummatnya
seluruhnya.
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu,
ia berkata : "Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam berkhutbah di hadapan
kami dengan suatu khutbah yang beliau tidak meninggalkan sedikitpun perkara
yang akan berlangsung sampai hari kiamat kecuali beliau sebutkan ilmunya ... ."
(Shahih Bukhari nomor 6604).
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (juz 4 halaman 2217) dari Abu Zaid
Amr bin Akhthab radhiallahu 'anhu, ia berkata : "Rasullullah shallallahu alaihi
wasallam shalat Shubuh bersama kami.(Selesai shalat) beliau naik ke mimbar lalu
berkhutbah di hadapan kami hingga tiba waktu Dhuhur, beliau turun dari mimbar
dan shalat Dhuhur. Kemudian beliau naik lagi ke mimbar lalu berkhutbah di
hadapan kami hingga tiba waktu Ashar, kemudian beliau turun dari mimbar dan
shalat Ashar. (Setelah shalat Ashar) beliau naik ke mimbar lalu mengkhutbahi
kami hingga tenggelam matahari. Dalam khutbah tersebut beliau mengabarkan pada
kami apa yang telah berlangsung dan apa yang akan berlangsung ... ."
Abu Dzar kemudian berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
"Tidaklah tertinggal sesuatu yang dapat mendekatkan ke Surga dan menjauhkan
dari Neraka kecuali telah diterangkan pada kalian." (HR. Thabrani)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah". (Al-Ahzab : 21)
"Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan
janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu
mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Allah
agar kalian bertaqwa." (Al An'aam: 153)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah 208)
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya
mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah
mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap
Allah). [Al Anam 116]
Sesungguhnya sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabulloh (Al Quran) dan
sebaik-baiknya petunjuk adalah Sunnah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salla
(Al Hadits) Sejelek-jeleknya perkara ialah yang diada-adakan (bid'ah) dan
setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
(HR.Muslim, Ahmad, Nasa'i)
Dari Abu Hurairah, ia berkata : 'Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam, Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada
keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku,
serta keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya mendatangiku di telaga
(syurga)". (HR Hakim)
"Barang siapa yang berbuat sesuatu pada urusan kami (agama ini), yang bukan
berasal dari kami maka tertolak" (HR.Bukhari & Muslim)
"Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka
tertolak" (HR.Muslim)
Imam Malik rahimahullah berkata : Barangsiapa yang mengada-adakan dalam Islam
sesuatu kebid'ahan dan menganggapnya baik berarti ia telah menuduh Rasulullah
telah berkhianat dalam menyampaikan risalah
Kembali ke pokok masalah, sholat tahiyatul masjid disyariatkan, bahkan pada
saat sedang khutbah Jum'at Rasulullah SAW memerintahkan seseorang yang baru
masuk masjid untuk sholat tahiyatul masjid padahal mendengarkan khutbah jum'at
adalah wajib, ini menunjukan derajat/ keutamaan yg besar dari sholat tahiyatul
masjid.
Bagaimana dengan sholat penghormatan kepada Rasulullah SAW ?
Menghormati/ mencintai Rasulullah SAW adalah wajib bagi setiap muslim
Dengan cara apa ?
Tentunya dengan cara meneladaninya, mengikuti perintahnya/seruannya/anjurannya,
meninggalkan/menjauhi larangannya, bersholawat sebagaimana diajarkannya
Adapun dengan cara melakukan sholat penghormatan kepada Rasulullah SAW, apakah
ada contoh/ teladan dari Rasulullah atau para sahabatnya
Bila tidak ada contoh atau teladan maka lebih selamat tidak dilakukan, masih
sangat banyak amal sholeh sesuai teladan Rasulullah SAW yang bisa kita kerjakan
Betul yang berhak menetukan boleh atau tidak, baik atau buruk amalan tersebut
adalah Allah Ta'ala
Namun bila kita merenungkan dalil-dalil Al Quran dan Hadits di atas, amalan
bila tidak ada perintah/ contoh maka tertolak bahkan yang diharapkan adalah
pahala malah yang didapat adalah dosa.
Betul Rasulullah SAW atas izin Allah dapat memberikan syafaat kepada umatnya,
tentunya untuk umatnya yang patuh, taat, dan meneladaninya. sedangkan dalam hal
kita tidak meneladaninya bagaimana kita bisa mendapatkan syafaatnya.
Coba kita mengambil pelajaran dari umat nasrani/ kristen, apakah para pengikut
(umat) Nabi Isa AS menganggap Nabi Isa sebagai tuhan, tentunya tidak
Orang-orang yang menuhankan (menganggap) Nabi Isa sebagai tuhan adalah dari
generasi ratusan tahun kemudian setelah wafatnya Nabi Isa
Mereka berlebih-lebihan dalam menilai mukjijat-mukjijat yang diperoleh Nabi Isa
sampai pada akhirnya mempertuhankannya, sehingga dalam banyak hadits Rasulullah
SAW memeperingatkan kepada umatnya agar jangan berlebih-lebihan sehingga bisa
terjerumus seperti nasrani
Inilah kesempurnaan syariat Islam, jelas, mudah, ilmiah, tidak mungkin antara
syariat yang satu bertentangan dengan syariat yang lain
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati. Semua itu akan
diminta pertanggung jawabannya (Al Isra 36)
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya
dengan tanpa petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang dholim." (Al Qashash: 50)
Kehidupan didunia ini ibarat mengerjakan soal ujian, bukan pilhan berganda
namun essai, sangat komplek
Range nilainya antara 1-10 atau A,B,C,D,E,F
Kalau kita menjawab sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah sudah ada jaminan akan
lulus, tentunya dengan nilai 6-10 atau A,B,C sesuai Ilmu dan kemampuan
pemahaman kita tentang Al Quran dan Sunnah
Kalau kita menjawab dengan meningalkan Al Quran dan Sunnah tentunya kita tidak
dijamin selamat/ lulus
"Apa yang menimpamu berupa kebaikan maka datangnya dari Allah dan apa yang
menimpamu berupa kejahatan datangnya dari dirimu sendiri." (An-Nisaa: 79)
Dan Rabb-mu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Az-Zumar: 60)
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak
berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan
dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab
yang menghinakan.
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan
menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat
di kedua telinganya, maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang
pedih. (Lukman 6-7)
"Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api
itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka,
dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu
dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar), [QS
Al-Baqarah 17- 18]
"Barang siapa yang dengan sengaja berdusta atas namaku, maka dia telah
mempersiapkan tempat duduknya dalam api neraka." (HR. Bukhari Muslim)
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". [Hadits Riwayat
Muslim]
Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang
berhak diibadahi kecuali Engkau, hamba meminta ampun dan bertaubat kepadaMu
Wallahu'alam
Barakallhufiikum
Original Message -----
From: BON JOKI
To: [email protected]
Sent: Monday, September 10, 2007 8:48 PM
Subject: [mediamusliminfo] tanya
Assalaamu alaiukum wr.wb
Kepada sodara2ku sekalian saya mau tanya Apakah termasuk Bid'ah jika kita
shalat penghormatan kepada Rosulullah SAWataupun para Nabi, mohon penjelasannya
krn yg saya pikirkan kenapa kita selalu sholat penghormatan kepada
masjid(tahiyatul masjid) yg sedangkan Rosulullah SAW memberikan kita syafaat
bahkan Allah SWT bersholawat kepadanya
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel,
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---