Oki, Terima kasih kamu telah mengingatkan saya, sebenarnya saya hanya ingin membuka wacana dialog kritis atas bentuk pola hidup masyarakat sekarang yang banyak apatis atas nasib sesamanya. Selama ini banyak orang cuma mau dipuji tapi tidak mau dikritik. Salam saya sebagai sesama muslim buat keluarga, mohon maaf bila ada kesalahan.
On 8/1/07, okki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Soni > > Kalau kita bicara hanya dari realita, dan hanya tahu akan realita, maka > Agama hanya akan menjadi penghalang. Komunis dan Liberalis berasal dari > pemikiran duniawi. Saya tidak bilang saya hebat sebagai Muslim, bagaimana > bisa hebat kalo Al Quran saja tidak bisa menghafalnya, namun Islam bukan > masalah pengetahuan agama saja, namun lebih kepada Hati...... Iman seara > menyeluruh kepada Allah SWT. Orang yang miskin banyak, toh apa semua jatuh > ke lembah hitam ? tidak kok. Ada yang rela jadi tukang sapu, tukang parkir, > jualan keliling, tukang kebon keliling, pasukan kuning dll. Rizki Allah itu > ada dimana-mana, dan selama manusia hidup, maka rizky tidak akan putus, > namun kalau kita mempersempit hakekat Rizky dengan uang, maka akan sempit > pula rizky kita. Kalo hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sangat jarang > manusia tidak tercukupi, toh para tukang becak masih pada hidup dan > bergembira ria walaupun harus mengayuh pedal tiap hari ! Kemiskinan bukan > menjadi alasan untuk melakukan kejahatan. Lihat saja sebagian besar penjahat > merampok bukan untuk kebutuhan sehari-hari, mereka melakukannnya dengan rapi > dan terorganisasi, bahkan tidak segan-segan mengambil nyawa dengan mudahnya, > lalu uangnya untuk apa ? untuk anak istrinya kah ? > > Islam tetap Islam, ajarannya sama sejak jaman Nabi maupun sekarang. Kalo > anda beranggapan bahwa dengan kondisi sekarang maka Halal berbuat dosa, maka > untuk apa agama itu turun dan diajarkan ? Mau perut lapar atau kenyang, yang > namanya Iman tidak bisa dikompromikan. Apakah kita akan menukar iman kita > dengan sebungkus Indomie ? Saya memang belum mampu memberikan apa-apa, > dibandingkan rizky Allah SWT yang dilimpahkan kepada saya, saya bahkan belum > mencapai sebutir pasirnya, karena itu saya hanya mampu memberikan doa dan > tausiyah kepada mereka. Soal Rizky mereka, biarlah Allah SWT yang > mengaturnya. > > Dan saya ? Alhamdullilah bahwa Allah memberikan saya cukup rizky untuk hidup > mapan ukuran pegawai kantoran, namun saya harus setiap hari melihat > bagaimana Allah SWT belum memberikan saya keturunan, sementara orang lain > membuang-buang anak mereka diselokan. namun inilah hidup, Kita hanya bisa > berikhtiar, Allah SWT yang menentukan. Dikasih atau tidak, itu hak Allah > SWT. lalu apakah saya halal untuk menikah lagi tanpa seijin istri saya demi > anak ? > > > > > ----- Original Message ----- > From: Soni Suherman > To: [email protected] > Sent: Wednesday, August 01, 2007 11:01 AM > Subject: [mediamusliminfo] Re: Tanya > > > Oki, > > Kita bicara realita yang terjadi bukan cuma mulut yang ngomong, kalo model > gitu semua bisa apalagi bagi yang pintar ngomong. > Contoh : realitanya banyak diantara kita yang lebih menghormati orang kaya > dari hasil korupsi daripada buruh miskin dari hasil halal, kita gak usah > pura2 gak tau deh... > Kalo saya dianggap berburuk sangka, kita kembali lagi ke realita tadi, apa > kita harus menutup mata atas apa yang terjadi di negeri ini "BUDAYA KORUPSI > MULAI DARI TINGKAT TERI". > Kita tiap waktu selalu ngomong agama tapi dalam praktek 0%. > Saya muslim walau tidak sehebat Oki tapi saya mencoba menerapkan apa yang > saya anggap gak adil secara nyata, sebagian apa yang saya dapat langsung > saya berikan kepada mereka yang teraniaya olah ketidak adilan ini, ikhlas, > saya gak peduli mau dapat amal atau gak, terserah... > Saya gak mau munafik seperti banyak orang sekarang... > Saya tidak menyalahkan orang2 merampok, maling, copet dll, selama mereka > memang terdesak karena saya belum dapat memberi mereka pekerjaan.. > Saya tidak menyalahkan mereka murtad karena lapar karena saya sendiri > belum bisa membantu mereka kenyang.. > Begitu banyak ulama2 hebat tapi lingkungan rumah mereka banyak yang susah, > apa kita gak malu ngaku muslim? > Kita bicara realita bung... > Perut kok diajak ngomong agama....... > Saya mau tanya : > Apakah USTAD hebat bisa didengar ceramahnya dihadapan orang-orang > kelaparan, mereka hanya menunggu nasi. > Kalo perut mereka kenyang, saya yakin mereka mau mendengar....... > Jangan bicara jaman Nabi tapi bicaralah di jaman sekarang...... > > > > > > On 7/31/07, okki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Soni > > Apakah anda tahu apa hakekat Agama Islam ? apakah karena kesulitan hidup > lalu kita dihalalkan berbuat haram ? Menjadi Seorang Muslim berarti pasrah > dan Tawakkal kepada Allah. Apakah kita sebagai Muslim tidak percaya akan > kasih sayang Allah ? apakah kita menganggap Rizki yang diberikan Allah tidak > cukup untuk kita ? Banyak Saudara Muslim kita yang dermawan, namun menjadi > seorang Muslim bukan berarti mengandalkan orang lain untuk memberikan > bantuan kepada kita, dan mereka membantu juga bukan karena mereka kaya, > namun kepatuhannya kepada Allah SWT. Islam adalah untuk diri kita bukan > orang lain, menjadi orang Islam berarti kita menyerahkan diri kepada Allah > SWT, percaya 100 %. atau anda akan mengingkari ayat Allah SWT yang tercantum > di Al Qur'an : > > Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : "Tuhan Kami Allah" kemudian > mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka > (dengan mengatakan) :"Janganlah kamu merasa takut dan jangan kamu merasa > sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah > dijanjikan Allah kepadamu (QS 41.30) > > Miskin bukan merupakan malapetaka atau alasan untuk berbuat dosa, > Rasulullah Muhammad SAW dahulu jauh lebih miskin dari kebanyakan orang > Indonesia bahkan sebagian besar sahabat Nabi adalah Orang Miskin. Banyak > yang berusaha membantu orang miskin, namun Kaya dan Miskin adalah > Sunatullah, apakah ada yang sanggup memberantasnya ? > > > ----- Original Message ----- > From: Soni Suherman > To: [email protected] > Sent: Tuesday, July 31, 2007 1:56 PM > Subject: [mediamusliminfo] Re: Tanya > > > Salam, > > Sebagian muslim sekarang hidup untuk kepentingan diri sendiri, sikap > saling membantu bagi sesama muslim mungkin hanya ditemui di sinetron, berapa > banyak muslim yang mau membantu saudara muslimnya yang berada dalam > kesusahan? lantas kita seolah kebakaran jenggot bila mendengar saudara > muslim kita yang jadi perampok karena tidak mempunyai pekerjaan, kita hanya > bisa mencerca tapi tidak memberi solusi, kita lantas marah bila saudara > muslim kita yang pindah agama demi perut lapar, kita hanya bisa marah tapi > apakah pernah kita membantu mereka agar parut mereka kenyang? > Hidup sekarang ini memang serba tidak adil, begitu banyak muslim yang > kaya tapi hanya pamer mobil, rumah dll, begitu banyak pula muslim yang hidup > susah dan pengangguran, lantas apakah mereka salah merampok demi menghidupi > anak istrinya yang lapar, saya kira tidak salah, yang salah orang-orang > muslim kaya yang tidak peduli atas nasib mereka, DAGING BABIPUN DIHALALKAN > BILA DALAM KEADAAN TERDESAK.............................. SELAMAT BERJUANG > SAUDARA-SAUDARA MUSLIM YANG MENDERITA...................... > > > > > On 7/31/07, Agus Setyo Muntohar, ST.,ME.Sc <[EMAIL PROTECTED] > > wrote: > Salam, > Ikut urun rembug. Perilaku atau akhlaq seseorang adalah sebagai > barometer baik atau buruknya 'serapan' ajaran agama yang dibawa oleh para > Nabi dan Rasul. Boleh jadi kita sholat, namun sebatas pada memenuhi > sholatnya saja entah ketika sholat hati ini pergi kemana-mana. Bisa jadi > setelah sholat, tidak sedikit yang melakukan maksiat. Berarti ajaran-ajaran > sholat itu belum bisa 'diserap' dan 'diamalkan' dengan baik. Namun bukan > berarti ajaran agama Islam itu salah. Terkadang kita terjerumus dalam > tataran fisis saat membahas konsep. Untuk itu janganlah mudah terkecoh > dengan perilaku orang-orang diluar Islam. Pada dasarnya ada nilai-nilai > universal Islam yang bisa dilakukan oleh setiap orang di muka bumi ini > seperi menolong orang, memberikan sedekah, bahu-membahu dalam kebaikan, dll. > > Mari teguhkan Islam dihati kita. > > Agus Setyo Muntohar > Landslide Hazard Research Group, Prof. H.J. Liao Research Group > Department of Construction Engineering > National Taiwan University of Science and Technology > No. 43 Section 4 Keelung Road, Taipei, Taiwan. 10672 > Email: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > HP: +886-936025474 > > > > ----- Original Message ---- > From: okki < [EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, 31 July, 2007 12:02:48 PM > Subject: [mediamusliminfo] Re: Tanya > > > Assalamualaikum Wr Wb > > Mbak atau Mas Arma, Sholat dan Ngaji tidak bisa dijadikan pedoman > untuk menilai perilaku seseorang. Karena mayoritas penduduk Indonesia > beragama Muslim, maka mereka beranggapan seperti itu. Yang harus dilihat > adalah Ajaran Agama-nya terlepas dari perilaku pengikutnya, karena yang > namanya penganut bisa saja hanya menjalankan 10, 20, 30 % saja dari ajaran > Agama Islam. Karena Agama adalah masalah Manusia dan Tuhannya, maka perilaku > seseorang tidak bisa dijadikan alasan menilai Agama tersebut. Bukankah orang > Amerika yang mayoritas beragama Kristen memperlakukan tahanan diguantanamo > dengan sadis ? apakah itu ajaran agama Kristen ? tidak, itu oknum manusia > yang tidak bisa menangkap inti ajaran agamanya. Begitu juga Etnis, tidak > bisa dipakai sebagai dasar menilai seseorang. Seorang Muslim yang baik, > tentu saja menjaga Ibadahnya dan menjaga hubungan antar manusianya. dan > Bagaimana seseorang bisa menilai Ibadah orang lain melebihi Malaikat ? > Malaikat tidak pernah berhenti beribadah, mana ada manusia yang seperti itu > ?. Mohon lebih bijak apabila ada pertanyaan seperti ini. Islam sekarang > sedang dan akan selalu menjadi sorotan. > > Wassalamualaikum Wr Wb > ----- Original Message ----- > From: Arma Reva > To: [email protected] > Sent: Tuesday, July 31, 2007 10:19 AM > Subject: [mediamusliminfo] Tanya > > > Assalamualaikum wr.wb. > > Saya mau tanya, kalo saya perhatikan di lingkungan saya, kelakuan > sehari-hari orang-orang muslim sering kurang bagus dalam pergaulan bila > dibandingkan dengan kelakuan sehari-hari dari orang-orang non muslim. Hal > ini sering membuat saya serba salah bila diskusi masalah agama dengan > kawan-kawan di lingkungan saya. Salah satu contohnya, mereka sering ngomong > : "Si Fulan sih sholat dan ngajinya rajin, bahkan lebih dari malaikat, tapi > kelakuannya jauh lebih jahat dari setan." Dan pada kenyataannya memang si > Fulan tersebut kelakuannya sangat-sangat buruk. Parahnya lagi, keadaan ini > terjadi pada Fulan-Fulan yang lain. Mohon masukan dari kawan-kawan, terima > kasih. > > Wassalamualaikum wr.wb. > > > ---------------------------------------------------------------------- > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > > ---------------------------------------------------------------------- > Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less, > sign up for your free account today. > > > > > > > > > > > > > -- > Best Regards, > Soni Suherman > > > > > > > > -- > Best Regards, > Soni Suherman > > > > > > > -- Best Regards, Soni Suherman --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
