Saya setuju dengan pendapat IMW mengenai BERBAGI ILMU DAN
PENGALAMAN.

        Sekarang ini banyak orang yang individualistis, yang hanya
mementingkan kepentingan sendiri / kelompoknya saja.
        Ada kalanya bahkan dosen / pengajar / senior   sendiri tidak ringan
tangan untuk membagi ilmu dan pengalamannya dengan berbagai macam
pertimbangan dan alasan. 

        Padahal dengan berlimpahnya informasi, orang dituntut untuk dapat
memilah-milah mana informasi yang diperlukan dan mana yang tidak dari sekian
banyak informasi yang ada, sementara pada saat yang sama banyak kesibukan /
kegiatan lain yang harus dilakukan. Nah, disinilah letak orang yang tahu /
bisa / mengerti lebih dulu mengenai informasi tertentu dapat berperan besar
dalam membantu yang lainnya. 

        Lebih bermanfaat orang memiliki sedikit ilmu / pengalaman tapi mau
berbagi / membagi dengan orang lain. Daripada orang tahu banyak /
berpengalaman tetapi pelit / kikir untuk berbagi / membagi ilmunya dengan
orang lain.

        Masalah pokoknya adalah kembali kepada hati nurani, kemauan, dan
yang lebih penting lagi adalah kesadaran bahwa kita hidup di dunia hanya
sementara. Sebagai ilustrasi, mungkin kita dulu pandai dalam hal-hal
tertentu di sekolah, tapi sekarang mungkin kita sudah tidak ingat sama
sekali mengenai hal-hal tersebut. Bukankah akan lebih memberi manfaat bagi
diri kita ( bekal untuk akhirat ) dan bagi orang lain apabila disaat kita
tahu / bisa / paham / ahli dalam hal sesuatu kita membaginya dengan orang
lain yang sedang membutuhkan dengan ikhlash dan senyuman ?


        I M W menulis :

        Saya sendiri sekarang lebih berfokus kalau kita ingin membuat maju
        pendidikan, maka kita juga harus melakukan sesuatu.  Tidak bisa
        mengharapkan "hanya orang lain yang melakukan itu".  Sebagai contoh.
        Sekolah di Jerman memang beban di klas kecil, tetapi bacaan di luar
        tersedia banyak, di TV banyak pengetahuan.  Pertanyaannya siapa yang
        menulis...? Ya para orang tua, dosen dll.  

        Ya kita kita ini, artinya siapapun yang menginginkan pendidikan atau
        bangsa ini maju harus meluangkan waktu untuk "menularkan" ilmu atau
        pengalaman yang dimiliki.  Tanpa itu tidak bisa tercapai, walau
sebaik
        apapun Universitas, UU PEndidikan, Silabus, atau kurikulumnya.
        Jadi percuma para ahli pendidikan berteriak, sistem kurikulum salah,
        kebijakan salah, tanpa dia sendiri tidak pernah "menyumbangkan"
        pengetahuan secara luas.

        Sumbangan masyarakat (termasuk alumni yang telah lulus, dan
mahasiswa,
        serta para dosen) adalah jauh lebih penting. Apalagi pada situasi
sekarang
        ini.  Sebagai contoh ada suatu milis yang berisi para pakar, tetapi
para
        pakar itu relatif "sedikit sekali menularkan ilmunya ke masyarakat
        banyak".  Bagaimana orang lain di luar lingkungannya dapat mengambil
        manfaat..?

        Jadi jelas kita bisa bertanya...berapa orang yang menulis.menularkan
        pengetahuan yang dimilikinya...???

        Pengetahuan ini bukan dalam konteks kemampuan menguasai suatu
materi,
        tetapi juga termasuk pengalaman ketika dia mempelajari sesuatu,
kegagalan
        ketika dia melakukan sesuatu, keberhasilan, pengamatan dia.. dan
        lain-lainnya.

        Walau memang kurikulum dan beberapa konsep pengajaran perlu sedikit
di
        adjust (misal memasukkan konsep sosial, etika, dan hukum) pada
pengajaran
        komputer (pembajakan, privacy, dll)  Bukan sebagai mata kuliah yang
        terpisah (saya bisa cerita banyak lain kali soal ini).

        Jadi kalau memang "kita menginginkan" pendidikan baik, maka "do
        something".. jangan cuma meminta orang lain memperbaiki.  Write
something,
        kesuksesan atau kegagalan.  Sehingga orang lain bisa belajar.

        Hanya dengan cara itulah siswa di negara maju bisa dikurangi beban
        sekolahnya.  

        > > laboratorium pengembangan IT pada seluruh mahasiswa, khususnya
untuk yang
        > > bikin PI atau yang skripsi. Masak juga dari dulu yang PI yang
paling
        > > banyak cuma bikin Sistem Penyewaan VCD :) (Thema yang selalu
dibanggkan
        > > para dosen kalo lagi mengajar Sistem).

        Kata siapa materi penyewaan VCD selalu akan membosankan... coba saya
yang
        ngebimbing..he.he.h.he.he. bisa bisa kapoook nggak mau ambil materi
ini
        misal

        - Ditambahkan bagaimana caranya program bisa track selera tiap
customer
        - Ditambahkan sehingga program bisa download informasi film dan
secara
          otomatis mencetak di label video.
        - Ditambahkan bagaimana program mengirimkan "alert" 

        dll

        Jadi bisa aja koq dari materi yang simpel dibuat menarik...

        IMW


        * Gunadarma Mailing List
-----------------------------------------------
        * Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
        * Berhenti     : Kirim Email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
        * Administrator: [EMAIL PROTECTED]

* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke