2008/10/14 Masim Vavai Sugianto <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> 2008/10/14 Budhi <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>> Kalo boleh, saya ikut bergabung menjadi tim penerjemah Pak Alam. Cuma,
>> saya saat ini pengguna pasif OpenSUSE. Gak apa2 kan? Ataukah harus
>> pengguna aktif OpenSUSE yang boleh ikut jadi tim penerjemah?
>> Dulu pernah bantu jadi tim menterjemahkan Buku GIS (masalah mapping).
>
> Tak ada larangan pak. Komunitas openSUSE ini sifatnya tidak merepotkan,
> dalam arti, apa yang bisa kita lakukan, meski itu mungkin kelihatan sedikit,
> sudah sangat berharga. Tak ada beda antara yang sudah "jago" dengan yang
> newbie, misalnya.

Thanks klarifikasinya Mas Vavai :-)

>> Sebelum memulai, kalau boleh usul Pak.
>> Agar penerjemahan menjadi standar, siapa yang akan menuliskan kata2
>> standar untuk beberapa kata kunci yang ada di dalam buku itu?
>> Misal seperti ini (maaf ini hanya contoh, bisa diubah):
>> - software = perangkat lunak (ataukah tetap software?)
>> - hardware = perangkat keras (ataukah tetap hardware?)
>> - starting = Memulai
>> - use = menggunakan
>> - user = pengguna
>> - dan seterusnya
>
> Penerjemahan ini tidak mesti baku, lakukan saja seperti halnya menulis
> panduan / tutorial. Sifat dasar dari Komunitas openSUSE adalah melakukan apa
> yang bisa dilakukan sekarang. Membahas dasar-dasar seperti yang pak Budhi
> sampaikan tentu sangat baik namun juga jangan sampai nggak jadi-jadi,
> hehehe...

Setuju Mas. Maaf, yang saya usulkan agar tidak ada beda hasil
terjemahan antar penerjemah nantinya. Tapi daripada gak jalan-jalan
pekerjaan penerjemahannya, ya monggo bisa mulai dicicil.

> Prinsip dasarnya, akan jauh lebih mudah bagi kita jika sudah ada hasil yang
> bisa terus kita perbaiki daripada diawal kita terlalu sulit membuat beberapa
> pembatasan.

Agree juga. Pengalaman pribadi ya Mas? :-)
Emang mending jalan dulu daripada terlalu banyak konsep di awal.

> Mohon juga jangan salah mengerti seolah-2 saya menafikan usulan yang bagus
> ini. Tentu saya tidak dalam posisi itu. Saya hanya menekankan bahwa dalam
> perjalanan openSUSE, adakalanya yang penting "jalan dulu", "mulai dulu".
> Jadi ingat soal Kopdar (yang sempat disinggung oleh pak Agung Terminanto).
> Diawal kelahiran openSUSE-ID, kopdar diadakan dengan berbagai kekurangan
> yang ada, yang coba terus diperbaiki di tahap berikutnya.

Nah, untuk yang Kopdar ini saya nyerah, gak pernah bisa ikut hingga
Kopdar terakhir kemaren :-(

> Untuk penerjemahan ini, bisa merujuk contoh pada halaman panduan openSUSE.
> Misalnya, YAST Repositories atau istilah lain tidak perlu dipaksakan untuk
> diterjemahkan. Tujuan dari penerjemahan ini adalah untuk memperbanyak
> artikel dan panduan tentang openSUSE dalam bahasa Indonesia, bukan membuat
> buku baku dengan bahasa Indonesia.
>
> Prinsip utama yang dipegang adalah bahwa sipenerjemah maupun yang membaca
> sama-sama memahami maksud dari artikel tersebut.

Ok. Setuju Mas Vavai dengan guideline dari Mas ini. Kita usahakan bisa
menerjemahkan dengan hasil enak dibaca, bukan penerjemahan apa adanya
kan ya?
Masalah siapa akan jadi Editor, sepertinya mungkin Mas Vavai kali ya,
yang lebih lama main di OpenSUSE.
Nuwun,

Budhi S.
_______________________________________________
milis mailing list
[email protected]
http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org

Kirim email ke