Ada ada saja. Menurut saya kecendrungan syirik (atau musryk, ya?!) sering terjadi pada jiarah makam keramat. Hormat bendera itukan hanya pelampiasan rasa sayang kita sama tanah air
--- Pada Sen, 2/8/10, Reza Amriel <[email protected]> menulis: Dari: Reza Amriel <[email protected]> Judul: [muslim_binus] Awas, syirik! Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 2 Agustus, 2010, 1:26 PM Assalamu'alaikum wr. wb., 17 Agustus sebentar lagi datang. Di RT, di Kelurahan, di sekolah, di kampus, pasti akan ada upacara bendera lagi. Sambil melongok ke luar jendela, menyaksikan sekumpulan mahasiswa baru BINUS sdg berlatih mengibarkan bendera, saya membatin, "Syirikkah memberikan penghormatan pada bendera?" Hm, saya cinta Indonesia. Saya menghargai jasa besar pahlawan. Saya masih acap tersenyum, membayangkan bu Fatmawati sedang menjahit sang saka. Tapi, meletakkan ujung telunjuk di sisi dahi sambil menatap pengerekan bendera, saya pilih tidak. Hemat saya, penghormatan pd bendera, mirip dg penghormatan pd berhala. Allahu a'lam. Wassalam, Reza
