Assalamu'alaikum wr.wb Sekedar informasi untuk semua ada sebagian ulama khususnya salafy menganggap hal tsb bertentangan tauhid yang wajib sempurna dan keikhlasan didalam mengagungkan hanya kepada Allah semata serta merupakan sarana menuju kesyirikan.
itu juga merupakan bentuk penyerupaan terhadap orang-orang kafir, mentaklid (mengikuti) tradisi mereka yang jelek serta menyamai mereka dalamsikap berlebihan terhadap para pemimpin dan protokoler-protokoler resmi. Padahal, Nabi Shalallahu `alaihi wa sallam melarang kita berlaku sama seperti mereka atau menyerupai mereka. Wa billahi at-Taufiq, wa shallaallhu `alaNabiyyina Muhammad wa `alihi wa shahbihi wa sallam. (Kumpulan fatwa al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al `Ilmiyyah wa al Ifta, Lembaga tetap pengkajian ilmiah dan riset fatwa Saudi Arabia, halaman 149. Dikumpulkan dalam Al Fatawa Asy Syari'iyyah fi Al Masa'il Al `Ashriyyah min Fatawa Ulama' Al Balad Al Haram oleh Khalid Al Juraisiy). Secara pribadi klo pendapat ane, kita sebaiknya bersikap profesional... ini semua kan masalah hati.. toh cinta tanah air karena Allah juga termasuk ibadah juga. Jazzakumullah khoir ----------------------------------- Best regards, Aji Setiawan 02198705609 www.portalmuda.com www.intertech.com ---------------------------------- ________________________________ From: Rara Marulent <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, August 5, 2010 12:33:17 PM Subject: Bls: [muslim_binus] Awas, syirik! Ada ada saja. Menurut saya kecendrungan syirik (atau musryk, ya?!) sering terjadi pada jiarah makam keramat. Hormat bendera itukan hanya pelampiasan rasa sayang kita sama tanah air --- Pada Sen, 2/8/10, Reza Amriel <r_amr...@yahoo. com> menulis: >Dari: Reza Amriel <r_amr...@yahoo. com> >Judul: [muslim_binus] Awas, syirik! >Kepada: muslim_binus@ yahoogroups. com >Tanggal: Senin, 2 Agustus, 2010, 1:26 PM > > > >Assalamu'alaikum wr. wb., > >17 Agustus sebentar lagi datang. Di RT, di Kelurahan, di sekolah, di kampus, >pasti akan ada upacara bendera lagi. > >Sambil melongok ke luar jendela, menyaksikan sekumpulan mahasiswa baru BINUS >sdg >berlatih mengibarkan bendera, saya membatin, "Syirikkah memberikan >penghormatan >pada bendera?" > >Hm, saya cinta Indonesia. Saya menghargai jasa besar pahlawan. Saya masih acap >tersenyum, membayangkan bu Fatmawati sedang menjahit sang saka. Tapi, >meletakkan >ujung telunjuk di sisi dahi sambil menatap pengerekan bendera, saya pilih >tidak. > >Hemat saya, penghormatan pd bendera, mirip dg penghormatan pd berhala. > >Allahu a'lam. > >Wassalam, >Reza > >
