Assalamu'alikum wr wb.,
 
Saya tambahkan sedikit untuk memperkaya pembahasan kita mengenai kemampuan manusia itu begitu kompleks sehingga ijazah dalam proses pendidikan formal belum tentu bisa mengukur kemampuan seseorang. Banyak contoh seperti yang sedikit disampaikan oleh pak Darul. Saya dengar - tolong koreksi apabila salah, Gus Dur pun terkenal pintar tapi dropout dalam pendidikan formal. Bocoran test IQ sebagai capres nya mendapatkan nilai tertinggi; kalau ini betul, sungguh hebat bagi seseorang dengan dua kali terserang stroke.
 
Kenapa Perusahaan, Dinas Pemerintahan dan Konsultan SDM masih mempergunakan ijazah sebagai salah satu syarat? Karena sampai sekarang baru itu yang secara luas yang lazim dipergunakan dan disyahkan oleh Pemerintah. Dalam proses berikutnya, karena disadari ijazah saja tidak cukup, ditambahkan seperti psycho-test, interview, pengalaman, referensi dari orang dan perusahaan yang dapat dipercaya, yang semuanya dapat dipergunakan sebagai pertimbangan.
 
Perusahaan yang "pintar" tidak akan mempergunakan ijazah sebagai syarat mutlak. Contohnya, apabila untuk sebuah posisi dibutuhkan seorang senior engineer yang berpengalaman untuk sebuah perusahaan konstruksi khusus. Bisa saja seorang kandidat akan lebih diperhitungkan meskipun tidak lulus insinyur penuh, tapi terbukti bertahun tahun berhasil sebagai engineer yang dimaksud dalam sebuah perusahaan yang memang leading di sketor industri tersebut.
 
Wassalam,
Ridwan
 
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, August 02, 2004 5:36 PM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Siapa Kah Kita ?

Sanak Adi, anggap iko sharing, injan sampai tasingguang yo.
 
-----Original Message-----
Adi
Mungkin Bapak bisa tanya kepada orang-orang yang telah melalui tes seperti di: Bank Indonesia, Deplu, Depkeu, Telkom, Pertamina, Caltex, Bank-bank serta instansi-instansi terkemuka lainnya, disana IPK hanya syarat untuk ikut serta, setelah itu mereka di tes lagi: TPA, IQ, psikotest, diskusi, kesehatan dan wawancara, barulah dari sana diambil orang-orang yang terbaik. Jadi yang ditanya itu memang kemampuannya secara keseluruhan, bukan hanya titel. Bahkan ada instansi yang sampai menyewa konsultan SDM untuk melakukan rekruitmen.  
 
<DM>
Benar kan? Tanpa Ijazah, tidak boleh ikut test lainnya. Jadi syarat utamanya adalah berhasil tammat sekolah konvesional kan?
 
 
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke