Assalamualaikum ww..
 
Pernyataan Bapak tidak sepenuhnya benar juga pak Darul. Proses rekruitmen karyawan, baik swasta ataupun pegawai negeri sekarang sudah banyak yang melalui proses yang bagus.
Mungkin Bapak bisa tanya kepada orang-orang yang telah melalui tes seperti di: Bank Indonesia, Deplu, Depkeu, Telkom, Pertamina, Caltex, Bank-bank serta instansi-instansi terkemuka lainnya, disana IPK hanya syarat untuk ikut serta, setelah itu mereka di tes lagi: TPA, IQ, psikotest, diskusi, kesehatan dan wawancara, barulah dari sana diambil orang-orang yang terbaik. Jadi yang ditanya itu memang kemampuannya secara keseluruhan, bukan hanya titel. Bahkan ada instansi yang sampai menyewa konsultan SDM untuk melakukan rekruitmen.
Jadi jangan dipikir penerimaan pegawai itu cuma berdasarkan titel pak, salah besar, kalau omongan Bapak ini diketahui oleh: konsultan SDM, para pencari kerja, orang-orang yang telah melewati proses tes untuk mencari kerja, manajer-manajer SDM perusahaan, divisi SDM di departemen-departemen, bank serta instansi lainnya, mereka-mereka bisa protes.
Begitu lho pak Darul kalau dalam konteks pemikiran yang agak luas, tapi kalau mau melihat dalam pemikiran sempit, pertemuan alumni, obrolan di warung, carito-carito di ateh bendi, ataupun forum non formal lainnya, pasti yang dinilai adalah titel seseorang bukan kemampuannya.
Tentang peringkat SMA berdasarkan banyaknya lulusannya yang diterima di PT, itu sangat wajar sekali kalau hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu SMA. SMA yang mempunyai lulusan yang lebih banyak diterima di PT berarti lebih berhasil secara akademis ya khan?
Kalau untuk yang terakhir, saya tidak bisa komentar pak, karena konteksnya mungkin udah agak beda. tapi yang pasti, kalau konteksnya sudah non formal, sudah pasti yang dipakai penilaian yang non formal juga, jadi wajar-wajar aja pak, kalau dalam suatu organisasi, pemimpin dipilih berdasrkan titelnya, bukan kemampuannya, apalagi kemampuannya untuk inilah dan itulah.
Pak, emang ada business owner yang bodoh? ga ada lho pak, business owner manapun, mereka tetap memikirkan keuntungan dalam setiap kegiatan yang dia lakukan, dan keuntungannya ga selalu dalam bentuk materi, mungkin ketenaran, publisitas ataupun jaga relasi, yang pada ujung-ujungnya nanti juga akan mendatangkan keuntungan.
Jadi begitu lho pak Darul pendapat saya, tapi ini cuma pendapat pribadi pak, bisa bener dan bisa salah juga, tapi kalau tentang info nya, semua benar pak. Kembali ke topik awal, kalau kita sudah tahu siapa kita, dimana kita berada, apa yang kita ketahui dan apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan posisi kita, berarti kita sudah tidak bodoh lagi.
 
Sekian, terimakasih, wassalam dan hormat saya,
 
Adi
 
 
 
 
Darul Makmur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamulaikum WW
 
Yang sempit itu kami yang dahulu membicarakan atau anda?
 
Dimana saja, dalam pernerimaan pegawai (negeri), dirapat alumni, malah sampai memilih pacar, sering yang ditanya titelnya apa? bukan kemampuannya. Malah sekolah SMA diukur peringkatnya, seberapa banyak tamattannya yang diterima di PT.
 
Pernahkah suatu pemilihan atau penilaian dikatagorikan kepada seberapa besar orang tersebut dapat mempekerjakan orang lain. Malah yang dinilai dimana dia bekerja dan jabatan apa? Yang nota bene dia adalah digaji untuk jerih payah yang dijualnya kepada orang bodoh ........ eh salah business owner.
 
Wassalam WW
St.P
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of syafwardi
Sent: Friday, July 30, 2004 6:22 PM

Assalamualaikum Wr Wb
 
Ijazah memang jadi syarat, tp itu bukan ukuran pintar dan bodohnya seseorang, termasuk di negara RI. juara, ranking atau apalah juga bukan ukuran pintar ataupun bodoh seseorang.
Jangan terlalu menyempitkan pemahaman tentang sesuatu, dan juga jangan selalu menganggap bahwa negara kita tertinggal, disini harus jelas apakah memang negara yang tertinggal atau kita yang tidak tahu akan perkembangan dan kemajuan yang telah terjadi di negara kita ini.
Makasih..
 
Wss,
Adi
 
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke