Assalamulaikum WW
Yang
sempit itu kami yang dahulu membicarakan atau anda?
Dimana
saja, dalam pernerimaan pegawai (negeri), dirapat alumni, malah sampai memilih
pacar, sering yang ditanya titelnya apa? bukan kemampuannya. Malah sekolah SMA
diukur peringkatnya, seberapa banyak tamattannya yang diterima di
PT.
Pernahkah suatu pemilihan atau penilaian dikatagorikan
kepada seberapa besar orang tersebut dapat mempekerjakan orang lain. Malah yang
dinilai dimana dia bekerja dan jabatan apa? Yang nota bene dia adalah digaji
untuk jerih payah yang dijualnya kepada orang bodoh ........ eh salah business
owner.
Wassalam WW
St.P
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of syafwardi
Sent: Friday, July 30, 2004 6:22 PM
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of syafwardi
Sent: Friday, July 30, 2004 6:22 PM
Assalamualaikum Wr Wb
Ijazah memang jadi syarat, tp itu bukan ukuran pintar dan bodohnya
seseorang, termasuk di negara RI. juara, ranking atau apalah juga bukan ukuran
pintar ataupun bodoh seseorang.
Jangan terlalu menyempitkan pemahaman tentang sesuatu, dan juga jangan
selalu menganggap bahwa negara kita tertinggal, disini harus jelas apakah memang
negara yang tertinggal atau kita yang tidak tahu akan perkembangan dan kemajuan
yang telah terjadi di negara kita ini.
Makasih..
Wss,
Adi
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

