Angku Hendra dan dunsanak lainnya,
Assalamu 'alikum wr wb.
Saya sedikit komentari sehubungan nama saya disebut sebagai yang mengetahui perminyakan karena bekas pegawai di Mobil. Industri minyak adalah industri
yang super padat modal. Apalagi kalau integrated dari hulu ke hilir, mulai dengan explorasi dan produksi (E&P), kemudian Transportasi dari lapangan ke
kilang atau pabrik (refinery) kemudian ke distribusi dan pemasaran.
Dulu Indonesia adalah exporter minyak, karena produksi kita dua kali lebih besar dari kebutuhan domestik. Mohon koreksi kalau salah statistik berikut,
sekarang the luxury (berkah) tersebut tidak kita miliki lagi, karena produksi minyak mentah (crude oil) kita menurun, dari 1.5 juta barrel sehari menjadi 1 juta saja. Sedangkan kebutuhan kita meningkat sesuai dengan kemajuan ekonomi, semua orang naik kendaraan bermesin. Dan dari awal republik ini, kita tidak cukup bijak untuk memanfaatkan sebanyak mungkin transportasi yang telah diberikan alam (Allah), misalnya transportasi sungai untuk pulau-pulau besar seperti Kalimantan.
Kebutuhan minyak hasil kilang terus meningkat, sehingga saya menurut laporan terakhir kebutuhan minyak mentah menjadi 750 ribu barrel untuk kilang dalam
negeri, ditambah 250 ribu barrel perhari minyak sejenis premium. Jadi kalau minyak jadinya sudah 250 ribu barrel, tentunya minyak mentahnya harus lebih banyak dari itu. Sehingga Indonesia sudah menjadi net importer minyak, jadi menurut hemat saya sudah seharusnya Indonesia mengundurkan diri sebagai anggota OPEC. Sehingga dimata semua orang jelas posisi kita ini.
Apa sebab kita perlu jelas dalam berkomunikasi, karena dengan cara ini akan lebih mudah untuk menyampaikan pesan. Seperti contoh untuk topik ini, angku
Hendra menulisnya sebagi konspirasi menggadaikan nagari, yang kedengarannya sangat tajam menusuk perasaan kita. Sebenarnya perlu kita kaji bersama lebih
dalam, agar kita tidak salah menempatkan pola pikiran kita terhadap setiap masyalah.
Bersambung
Assalamu 'alikum wr wb.
Saya sedikit komentari sehubungan nama saya disebut sebagai yang mengetahui perminyakan karena bekas pegawai di Mobil. Industri minyak adalah industri
yang super padat modal. Apalagi kalau integrated dari hulu ke hilir, mulai dengan explorasi dan produksi (E&P), kemudian Transportasi dari lapangan ke
kilang atau pabrik (refinery) kemudian ke distribusi dan pemasaran.
Dulu Indonesia adalah exporter minyak, karena produksi kita dua kali lebih besar dari kebutuhan domestik. Mohon koreksi kalau salah statistik berikut,
sekarang the luxury (berkah) tersebut tidak kita miliki lagi, karena produksi minyak mentah (crude oil) kita menurun, dari 1.5 juta barrel sehari menjadi 1 juta saja. Sedangkan kebutuhan kita meningkat sesuai dengan kemajuan ekonomi, semua orang naik kendaraan bermesin. Dan dari awal republik ini, kita tidak cukup bijak untuk memanfaatkan sebanyak mungkin transportasi yang telah diberikan alam (Allah), misalnya transportasi sungai untuk pulau-pulau besar seperti Kalimantan.
Kebutuhan minyak hasil kilang terus meningkat, sehingga saya menurut laporan terakhir kebutuhan minyak mentah menjadi 750 ribu barrel untuk kilang dalam
negeri, ditambah 250 ribu barrel perhari minyak sejenis premium. Jadi kalau minyak jadinya sudah 250 ribu barrel, tentunya minyak mentahnya harus lebih banyak dari itu. Sehingga Indonesia sudah menjadi net importer minyak, jadi menurut hemat saya sudah seharusnya Indonesia mengundurkan diri sebagai anggota OPEC. Sehingga dimata semua orang jelas posisi kita ini.
Apa sebab kita perlu jelas dalam berkomunikasi, karena dengan cara ini akan lebih mudah untuk menyampaikan pesan. Seperti contoh untuk topik ini, angku
Hendra menulisnya sebagi konspirasi menggadaikan nagari, yang kedengarannya sangat tajam menusuk perasaan kita. Sebenarnya perlu kita kaji bersama lebih
dalam, agar kita tidak salah menempatkan pola pikiran kita terhadap setiap masyalah.
Bersambung
Wassalam,
Ridwan
----- Original Message -----
From: "hdmessa" <[EMAIL PROTECTED]>
cut
>
> sabananyo , dunsanak awak nan karajo dan ahli di perminyakan, mungkin
> alah tahu banyak ttg hal tsb , jadi mohon diluruihkan kalau ado salah
> kecek. yo dunsanak di caltex, mak irdam di pertamina, mak bandaro &
> da Ad alumni BP/Arco , mak Ridwan alumni exxon arun dll.
>
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

