Assalamualaikum.Wr.Wb. Dunsanak nan ado di milist, semoga rahmat Allah selalu tercurah pada kita ummat muslimin semua. Amin yrbl.
Bagi Allahlah segala nama-nama yang baik. Maka " Allah ", adalah : Bahasa hati, Bahasa akal Bahasa Jiwa Dan Bahasa gerakan. Bahasa hati dengan mentauhidkanNya Bahasa Aqal dengan berfikir akan kandungan firman-firmanNya Bahasa Jiwa adalah dengan ridha akan segala qadha dan taqdirnya. Bahasa gerakan adalah dengan berbuat dan beramal untuk mencapai keberkahan dariNya. Itulah ia " Allah ", yang setiap saatnya lidah kita tak pernah henti-henti mengucapkannya, lidah tak pernah kelu karenanya Jiwa serasa tenang dan damai tatkala melafazkanNya dan mengingatNya. Allah SWT berfirman : " Katakanlah wahai Muhammad, kalau saja lautan menjadi tinta untuk menulis kalimah Allah, pasti akan lenyap air lautan itu sebelum semua di sebutkan kalimah-kalimah Allah, meskipun kami tambah tinta-tinta sebanyak itu lagi " ( Al Kahfi 109 ). " Wahai orang-orang yang beriman sebutlah oleh kamu nama " Allah ", dengan dzikir sebanyak-banyaknya ".( Al Ahzab 41 ). Disini tidak disebutkan berapa banyak kita harus menyebut nama Allah, berdzikir pada Allah, kenapa ? jawabannya tidak lain dan tidak bukan, dikarenakan nikmat Allah tidak dapat dihitung dengan jumlah. Apakah tidak sepantasnya di setiap detik nafas yang kita keluarkan, kita pantas menyebut dan bersyukur atas nafas yang secara gratis, udara yang kita hirup sepanjang hidup kita. Coba kalau kita bayangkan kalau saja udara, Co2 , harus kita beli, apa yang harus kita perbuat ?. Bisa mati berdiri kita, karena tak mungkin membayar betapa mahalnya harga udara itu. Ini, Allah sudah berikan pada kita secara gratis, sinar mentari gratis, angin gratis dan sebagainya itu, apakah tidak pantas kita mensyukuri dan selalu menyebut namaNya ? Wajar saja di dalam firmanNya yang lain di katakana : Jika kamu bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmatnya pada kamu, jika kamu kafir ( tak pandai bersyukur ) maka adzab Allah amatlah pedihnya. Bersyukur itu mempergunakan sesuatu itu sesuai dengan kapasitas dan kegunaannya, memakainya untuk jalan Allah. Apa saja, karena Allah, dan untuk Allah. Bukankah di dalam setiap shalat kita, selalu kita sebutkan : " Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah ? " Allah ", adalah sesuatu yang menunjukkan atas kesempurnaan, dan kecakupan segala sifat Uluhiyah. Tatkala seseorang menyebut " Matahari ", maka yang terbayang dimata kita adalah " bentuk matahari , bagaikan sebutir obat, dimana di bundaran itu memancar sinar yang akan menerangi bumi jagad raya ini ". Begitupun tatakala disebut " Bumi, langit, gunung ", dan sebagainya, pasti yang terbayang dimata kita adalah sifat yang dimiliki oleh benda tersebut . Allah SWT berfirman " Dan Allah mengajarkan pada Adam, nama-nama SEMUANYA , dan menawarkan pada Malaikat, sebutkanlah oleh kamu wahai para Malaikat, akan nama-nama semuanya jika kamu menjadi para Siddiqiin ". Kata " Kullaha ", mengandung makna " cakupan secara keseluruhan ". Jadi Allah mengajarkan pada nabi Adam semua nama- nama tak terkecuali nama-nama Allah SWT. Kalau begitu apa yang dimaksud dengan " Asmaaullaa Al Husna ? ". Sebelum kita mengetahui apa itu Asmaullahi Al Husna, sebaiknya kita lihat dulu apa itu Isim ( nama ). Isim ( nama ), adalah satu macam dari macam-macam 'Alam. Dan 'Alam menurut bahasa, suatu nama yang menjelaskan apa yang dinamakannya itu. Seumpama, bila disebutkan nama, maka yang terbayang oleh kita adalah bentuk, atau jenis dari yang disebutkan itu. Disebutkan manusia, yang terbayang oleh kita tentu bentuk manusia, bukan bentuk hewan.Tatkala disebutkan pada kita gunung yang terbayang pada kita adalah bentuk gunung, bukan bentuk lautan, dan begitulah seterusnya.Jadi nama itu memberikan gambaran di otak kita akan apa yang dinamakan tersebut. Imam As Syeihk Mutawalli As Sya'rawi menyebutkan di dalam bukunya " Asmaullahi Al Husna " Alam terdiri dari tiga " Nama, laqab ( gelar ), Kunniyyah ( panggilan ) ". Rasulullah SAW nama beliau adalah " Muhammad ". Panggilannya Abu Al Qasim ", sementara gelar beliau adalah " Rasulullah ". Kembali kita kepada " Asmaullahi Al husna ". Apakah Allah punya gelar ? sudah pasti tidak !, karena sekalian nama-nama Allah menunjukkan ketinggianNya, tidak ada satupun yang menunjukkan kerendahanNya. Karena Allah maha suci dari segala apa yang disebut " batasan ". Oleh sebab itu, maka Asmaullahi Al Husna yang di sebutkan adalah suatu tanda atas dzatNya. Jika kita perhatikan semua yang ada di alam ini, gerakan yang ada di alam ini, meski sekecil apapun gerakannya, akan menjelaskan nama-nama Allah didalamnya. ( ini yang diminta kita untuk menghafal semua nama-nama Allah itu dan menyelaminya secara dalam, karena disana akan kelihatan Allah mencakup semua yang ada di alam ini. " Gerakan ", membutuhkan ada yang mengaturnya, dan yang mengatur membutuhkan kekuatan, Allah maha kuat, maha pengatur, dan segala gerakan membutuhkan Permulaan, maka Allah maha permulaan, dan butuh ada penyelesaiannya, Allah adalah tempat kembali. Cobalah, disaat kita duduk, apakah dalam waktu yang sama kita juga berdiri ? atau sebaliknya disaat kita duduk, kita juga berdiri dalam waktu yang bersamaan , mustahil bukan ?.Namun Allah tidak seperti kita manusia, atau alam ini, IA mencakup segala-galanya. Apakah nama Allah hanya 99 itu saja ? Tidak. !. Dalam hadist yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, " Sesungguhnya bagi Allah 99 nama, barang siapa yang menghitungnya, masuk syorga ". Kata diatas satu kalimat. Dan kata " Man ahsaaha dakhalal jannah " ( barang siapa yang menghitungnya masuk syorga ". Ungkapan ini ( man ahsaaha dakhalal jannah ), berartikan sifat, bukan khabar ( berita ). Ini bermaknakan bahwa masih ada Allah mempunyai nama-nama yang lain. Contoh saja : " Bagi si A, ada 100 ekor kuda, yang telah di hitungnya untuk berjihad ". Hal ini bukan berarti bahwa si A tidak ada lagi kuda yang selain 100 itu, yang di hitung untuk kegunaan jihad. Wassalam.Rahima __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

