Assalamu'alaikum.w.w.

  ... kita sambung yang kemaren ....

   Jadi jangan kita pandai-pandai mengatakan tafsiran
ini sudah obsolet, kuno, tidak up to date dsb. karena
kita tidak pula mengerti, terima sajalah apa yang
sudah dibuat oleh ulama pintar-pintar dulu, baru
pakaikan ilmu akal kita (atau bahasa kerennya logika
sains dengan teknologi). Kalau ingin juga, aaa, bagus 
belajar semua persyaratan yang disebutkan tadi.
   Kita kembali.
Jalan yang bagaimana yang kita kehendaki ?.
Yakni jalan nabi-nabi.
Bagaimana jalan nabi-nabi ini ?,
"Walaqad ba’asna fi kulli ummatin rasuluan,
anni’budullah wajtanibut  taghuut"
Ini yang dibawa oleh nabi. 
Sesungguhnya Kami telah mengutus untuk tiap-tiap ummat
seorang rasul. 
"Ani’budullah"    Sembahlah Allah
"wajtanibut taghuud"  dan jauhilah thaaguut.
Ini prinsip dasar, sejak zaman nabi Adam as. sampai
Nabi Muhammad saw.
Beribadah kepada  Allah. Ibadah ini bukan hanya
sembahyang puasa zakat haji. Ibadah berasal dari kata
‘aabada.
‘aabada maknanya menyembah
‘aabid   yang menyembah
‘ma’bud  yang disembah.
Segala sesuatu yang dibuat dikerjakan karena Allah
itulah ‘ibadah.
Itu sebabnya tidur , berjalan, makan, minum,
berkahwin, berniaga, berolah raga, apa saja yang kita
lakukan jadi ‘ibadah kalau dengan niat karena Allah
dan sesuai syari’at.
Karena ‘ibadah itu ada dua yakni, ‘ibadah khususiyah
dan ibadah umumiyah. Khususiyah maknanya sembahyang
puasa zakat haji. Umumiyah artinya apa saja yang
dilakukan adalah untuk Allah. Karena apa ?. Karena
manusia Allah ciptakan untuk beribadah
"Wamaa khalaktul jinna wal insaa illa liya’buduuni"
Maka kesemuanya karena Allah, bukan karena negara dan
karena bangsa, tapi karena Allah.
   Eh ini bukan politik, tapi ini hukum.
Kita mesti menjaga ‘aqidah. Kita ini bangsa yang
ber-Tuhankan kepada  Allah swt. Ada pula orang yang
ber-Tuhankan kepada  nafsu, ber-Tuhankan kepada 
setan, ber-Tuhankan kepada  benda, ber-Tuhankan kepada
 uang, ber-Tuhankan kepada  pemimpin, ber-Tuhankan
kepada  pemuka agama pun ada. Fanatik kepada  agama
ndak apa-apa, tapi fanatik kepada  pemuka agama tidak
boleh. Karena kalau ia salah gimana ?. Fanatik kepada 
pemimpin tidak boleh, ber-Tuhankan kepada  pemimpin
apa lagi.
   Apa sebabnya dianggap orang yahudi itu ber-Tuhankan
kepada  pendeta ?.
Kata mereka, mereka tidak ber-Tuhankan pendeta mereka.
Tapi, apa yang dikatakan pendeta mereka, mereka ikut,
Tuhan ditinggalkannya. Bermakna mereka sudah
ber-Tuhankan pendeta mereka. Saya ulang sekali lagi
supaya tuan-tuan paham, supaya di padang mahsyar nanti
kalau ditanya, telah disampaikan, bisa dijawab
"sudah". Kalau kita lihat, yahudi ini
pendeta-pendetanya itu menukar hukum Allah swt.
Diambilnya hukumnya sendiri ditinggakannya hukum
Taurat. Tuhan berfirman orang-orang ini mengambil
hukum pendetanya meninggalkan hukum Taurat. Artinya
mereka sudah ber-Tuhankan kepada  pendeta-pendeta nya.
Kalau kita seperti itu pula, sama lah. Mengambil hukum
lain menolak hukum Allah swt., sama lah tu. Kita ambil
hukum kolonial kita campakkan hukum Allah, Kita sudah
ber-Tuhankan kepada kolonial itu pula tu. Pemimpin
membuat hukum sendiri, ditinggalkan hukum Allah swt.
Kita sudah ber-Tuhankan para pemimpin pula.... :)
   Kita kembali.
Jadi jalan nabi-nabi, jalan seperti yang ditempuh oleh
para nabi kita ikut. Dari nabi Adam as. sampai nabi
Muhammad saw. yang kita ambil adalah syari’at  nabi
Muhammad saw. Syari’at orang dulu-dulu tidak dipakai
lagi. Tapi tauhid sama dari nabi Adam sampai nabi
Muhammad sama saja. 
Kalau terikuti oleh kita maka kita ummat yang
berbahagia oleh karena kita yang paling duluan masuk
sorga baru ummat-umaat lain. Hebatlah Kita .... Kalau
masuk ..:)
Nabi menyebut, 
"Tuubaa liman ra-ani waamanabi,
tsumma tuuba tsumma tuuba tsumma tuubaa liman aamanabi
walam yaraani".
Berbahagialah orang-orang yang melihat aku dan beriman
akan daku. Kemudian berbahagialah, berbahagialah,
berbahagialah orang-orang yang beriman dengan aku tapi
tidak melihat akan daku.
Nabi sebut berbahagia itu sekali untuk orang-orang
yang beriman kepada  beliau dan melihat beliau, tapi
nabi sebut berbahagialah itu tiga kali untuk
orang-orang yang tidak melihat beliau tapi beriman
kepada  beliau. Kita memang tidak melihat nabi. Tapi
adakah beriman kita kepada  nabi ?. adakah diturut
jalan nabi ?.
Nabi sampai menyebut, "Aku rindu kepada  saudara ku"
Kata sahabat, "Kami bukan saudaramu yaa rasulullah ?"
Kata Nabi "Kalian sahabatku"
Kata sahabat "Lalu siapa saudaramu yaa rasulullah"
Kata nabi "Orang yang beriman denganku tapi tak
melihatku"
Kita diujung sekali tapi nabi rindu kepada  kita.
Kalau kita ikut beliau, kalau ada jalan ini yang kita
minta siang dengan malam, jalan para nabi.
Nabi ibadahnya tinggi, apakah kita kuat mengikutinya
?. kita ndak dapat membuat 100%, 30 % pun jadilah.
Nabi bangun tiap-tiap malam sembahyang. Berdiri dengan
duduk, rukuk dengan sujud nabi sama panjangnya.  Kalau
berdiri 20 menit rukuk 20 menit, sujud 20 menit pula.
Sampai ‘Aisyah mencubit kaki Nabi.... Takut-takut
kalau-kalau nabi sudah wafat sedang sujud itu ndak
bangkit-bangkit.
Bengkak kaki nabi karena itulah. Ketika nabi berumur
60 tahun, sudah uzur, makanya sembahyang seraka’at
berdiri seraka’at duduk. 
  Kita ini dapat bangun 2 kali seminggu pun jadilah.
Ndak bisa sekali seminggu, ndak  juga bisa sebulan
sekali, ndak  juga bisa setahun sekali, ndak bisa
juga, ...terus mau diapain ?....ndak usahlah ….:)
   sebenarnya kita bisa bangun, tapi karena malas.
Kalau ada berniat bisa saja. Pokoknya mau ndak mau,
kalau ada mau bisa saja. 
Jadi dari segi ibadat saja jauh tertinggal kita oleh
nabi. Itupun nabi yang sudah banyak beribadah itu
mengatakan "Masih sedikit amalanku".
Ini yang aneh. Nabi yang sudah dijamin masuk sorga itu
banyak amalannya, kita yang belum jelas masuk sorga
ini, sedikit amalan. Aneh. 

... aaa... lah panjang pula ... beresok kita
sambung...

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke