Assalamualaikum,
   
  Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dan segala diskusi kita diberkati 
Allah.
   
  Saya hanya ingin kita melihat secara jernih dan mencoba sedikit realistas.  
Entahlah ini disebut manapuak aia di dulang atau sebagainya.  
   
  Kenapa kita selalu melihat "rang mudo" selalu sebagai objek tanpa pernah 
berkaca ke diri yang tua-tua sendiri.  Kursus sebenarnya dalam soal 
etika/moral/akhlak atau taratik adalah kehidupan itu sendiri.  Pernahkah 
terpikir oleh kita bahwa orang mudo selalu mencontoh dari nan tuo-tuo.
   
  Bagaimana mereka bisa mencontoh niniak mamak, kalau perilaku niniak mamak 
hanya suka menjual dan menggadai harta pusaka saja.  Berapa banyak niniak mamak 
yang berbuat cabul dan tak ada sanksi yang mereka saksikan.  
   
  Kemudian mereka melihat pemimpin birokrat.  Yang dilihat hanyalah gejala 
materialistik belaka.  Saudara saya, Golongan IV B pejabat eselon 2 di Pemda 
dianggap aneh karena hanya memiliki sebuah motor dan rumah sederhana tiga 
kamar.  Sementara saudara lainnya dianggap biasa dan sepantasnya ketika 
memiliki rumah megah di Padang, mobil bagus dan rumah di Jakarta.  Padahal 
memiliki golongan dan jabatan struktural yang lebih rendah.  
   
  Melihat kepada alim ulama,  tak jauh berbeda kondisinya.  Silakan jujur pada 
diri kita, saat ini ulama memainkan peran apa?  Bagaimana pegawai KUA (di 
kampung-kampung selalu dianggap ulama) berperilaku.
   
  Pertanyaan mendasar adalah siapa selama ini yang telah membuat kehidupan 
permisif di kampung?
   
  Lucunya kita tersentak dan tiba-tiba berkesimpulan bahwa semua harus 
dikursuskan dan diceramahi.  Kita memang perlu berkaca......
   
   
  Wassalam,
   
  DB Mantari Sutan
=========================================================



                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2ยข/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke