--- Djalinus Burhan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamualaikum,
>    
>   Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dan
> segala diskusi kita diberkati Allah.

Amin ya Rabbal'alaamiin.

>    
>   Saya hanya ingin kita melihat secara jernih dan
> mencoba sedikit realistas.  Entahlah ini disebut
> manapuak aia di dulang atau sebagainya. 

Terkadang memang semacam itu. Kalau kita mengoreksi
"kesalahan", atau mengkritik " sesuatu yang realitanya
kita anggap lain dari pameo yang ada. Maka sering
orang mengatakan pada kita : "Manapuak aia di dulang".

 
>    
>   Kenapa kita selalu melihat "rang mudo" selalu
> sebagai objek tanpa pernah berkaca ke diri yang
> tua-tua sendiri.  Kursus sebenarnya dalam soal
> etika/moral/akhlak atau taratik adalah kehidupan itu
> sendiri.  Pernahkah terpikir oleh kita bahwa orang
> mudo selalu mencontoh dari nan tuo-tuo.

Ini kemungkinan besar, yang tua-tua merasa sudah lebih
berpengalaman dan sudah makan asam garamnya kehidupan,
karena ia lebih dahulu lahir kedunia fana ini, jadi ia
merasa jauh lebih banyak tau akan hidup ini, yang
muda-muda masih mentah, ngak tau apa itu hidup, apa
itu adab sopan santun, apa itu adat istiadat. 

Rasulullah bersikap sangat menghormati para anak muda.
bahkan tak jarang tampuk jabatan, tatkala perang
dipegang oleh yang muda. 

Kalau kita menjadikan contoh tauladan kepada
ninik/mamak, orang yang dituakan, atau lebih tua dari
kita, maka suatu saat bisa saja kita akan dikecewakan
oleh mereka, dengan sikap/tingkah laku mereka yang
bertentangan dengan hati nurani, bertentangan dengan
ilmu yang telah kita ketahui.

Begitu pula kalau kita melihat para ulama, bisa jadi
suatu saat kita akan kecewa dengan sikap dan perilaku
mereka yang kita tahu itu bertentangan dengan ajaran
yang telah kita fahami.

Bukankah Allah Ta'ala sudah memberikan kita pegangan
yang kuat. AlQuran dan Assunnah, juga pesan Allah
Ta'ala " Sesungguhnya pada Rasulullah ada contoh
tauladan yang baik bagi kamu". Juga para
sahabat-sahabatnya adalah sebaik-baik abad (masa).

Jika ingin mencontoh tauladan para ulama, karena ulama
juga sebagaimana sabda Rasulullah adalah pewaris para
nabi-nabi, maka contohlah ulama yang sebenar-benar
ulama. Karena Allah berfirman: "Sesungguhnya yang
takut pada Allah hanyalah para ulama". Lihatlah ulama
itu, : " takutkah atau bertaqwakah ia pada Allah atau
tidak?"

Wassalamu'alaikum. Rahima.

>    
>   Bagaimana mereka bisa mencontoh niniak mamak,
> kalau perilaku niniak mamak hanya suka menjual dan
> menggadai harta pusaka saja.  Berapa banyak niniak
> mamak yang berbuat cabul dan tak ada sanksi yang
> mereka saksikan.  
>    


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke