Assalamulaikum ww
  Sebagaimana disebutkan pertengahan abad 7M muncul 2 super power Asia 
dizamannya yang menguasai perdagangan internasional yaitu Dinasti Tang yang 
Budha (607-908M) dikawasan Timur Jauh dan Umayah yang Islam (661 – 750M) di 
Timur Tengah, kedua super power ini saling berusaha menguasai jalur strategis 
Selat Malaka, dimana persaingan ini berimbas ke kawasan Selatan terutama 
Kerajaan Melayu dan Sriwijaya (Budha) pulau Andalas namun satu hal yang dinilai 
positif adalah diperkenalkan-nya Islam oleh para pelaut / pedagang Hadhramaut 
Laut Merah Arab kekawasan Nusantara ini sebagaiman menurut sumber India tentang 
adanya korespondensi Maharaja Lokitawarman dari Kerajaan Melayu yang ber-istana 
di Muara Sabak (Prop. Jambi sekarang) dengan Khalifah Umayah dipusat Islam sono
   
  Batua Mak Lembang  bahaso di abaik 12 Kerajaan Islam Pertama di Nusantara 
adalah Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan oleh Malikul Shaleh walau belum 
diketahui tanggal dan tahun pastinya namun berdasarkan salah satu sisi mata 
uang logam tertera angka 1207 untuk gambar kepala Malikul Shaleh yang kalau 
angka ini dijadikan patokan pemerintahannya berarti 85 tahun sebelum Raden 
Wijaya mendirikan kerajaan Mojopahit (1292), tidak diketahui siapa pengganti 
Malikul Shaleh namun 90 tahun kemudian terdapat mata uang logam lainnya 
ber-turut2 yang diyakini sebagai raja2 Pasai adalah Muhammad al Zahir 
(1297-1326), Muhammad Malik al Zahir (1326-1345), Mansyur Malik al Zahir 
(1345-1346), Akhmad Malik al Zahir (1346-1383), Zainal Abidin Malik al Zahir 
(1383-1455), Mahmud Malik al Zahir (1455-1477), Zainul Abidin (1477-1500), 
Abdullah Malik al Zahir (1501-1513) dan Sulthan Zainal Abidin (1513-1524) dan 
untuk raja2 selanjutnya termasuk Sulthan Iskandar Muda tidak lagi mencetak uang 
logam
 baru karena disibukkan dengan kedatangan para kafir ke Tanah Rencong dan 
pengiriman para Mujahidin untuk menghalau kafir Portugis yang berusaha menjajah 
Bandar Malaka (Sekilas info go eh, Lamno adalah perkampungan masyarakat 
keturunan Portugis, beberapa waktu yang lalu banyak para muda yang datang 
kesini untuk mendapatkan calon istri keturunan Portugis bermata biru namun 
setelah tsunami diberitakan tidak satupun diantara mereka yang tersisa kecuali 
saat itu berada diluar jangkauan atau merantau ketempat lain) 
   
  Masih ingat Pangeran Adhityawarman yang menjabat sebagai Khuraja (Raja Muda / 
Wapres) Mojopahit yang hengkang dari Mabesnya di Palembang ke Pagaruyuang lalu 
menggantikan posisi Ibunya Dara Jingga dan sejak itu menabalkan diri sebagai 
Maharaja Diraja Kerajaan Melayu Swarnabhumi (1347-1375) yang berusaha 
menanamkan pengaruhnya sepanjang pesisir barat Sumatera dari pengaruh Islam 
dari utara? Tentu saja Adhityawarman tidak mampu membendung Islam kecuali hanya 
menempatkan aparat2nya sebagai Administrator Pelabuhan / Syahbandar terutama 
dalam hal pemungutan pajak pelabuhan (Dancing Ubur2 Gantung Kemudi) kapal2 yang 
singgah 
   
  Adhityawarman mangkat penggantinya Ananggawarman tidak sekuat ayahnya dan 
adanya kemelut internal Istana Pagaruyuang melemahkan kontrol terhadap wilayah 
pesisir sehingga pelabuhan2 utama sejak Tiku, Pariaman, Padang, Painan dan 
Bengkulu berada sepenuhnya dibawah bayang2 Aceh, yang selanjutnya selama 
ratusan tahun itu pula raja2 Pasai disuppport Kilafah Osmani Turki dan 
Abbasiyah Bagdad terus menerus menyebar mujahid dan dai keberbagai pelosok 
Nusantara sejak dari negeri2 Melayu, Jawa, Sulu, Filipina, Maluku dan tentu 
saja tetangga dekat Pagaruyuang pedalaman Minangkabau, aktifitas ini mulai 
berkurang sejak disibukkan dengan kedatangan kafir barat kenegeri ini   
    
  Pertanyaan kapan Islam masuk ke Minangkabau jawabnya tentu tidak sekaligus, 
kalau yang dimaksudkan dengan Minangkabau itu juga termasuk zaman kerajaan 
Melayu kuno tentunya sejak dinasti Muawiyah (661M) ketika Maharaja Lokitawarman 
menjadi Raja Melayu di Muara Sabak Jambi, tapi bila yang dimaksudkan dengan 
Minangkabau adalah termasuk Pesisir Barat Sumatera dipastikan sejak Kerajaan 
Islam Pasai berkembang berkisar di-abad ke12 jauh sebelum Adhityawarman 
bertahta di Pagaruyuang 
   
  Adalah seorang muda Katik Pono bersuku Guci nak rang Batipuah Pariangan 
Padang Panjang setelah 13 tahun berguru kepada Shekh Abdur Rauf di Singkel Aceh 
kembali ke Ranah Bundo dengan menyandang gelar Shekh Burhanuddin selanjutnya 
dari Markas Besar Ulakan Pariaman berda’wah hingga kepedalaman Minangkabau 
setelah lebih dulu mampir ke istano Datuak Bandaro dari Sungai Tarab Shekh 
Burhanuddin sampai ke Istano Basa Pagaruyuang men tarbiyah sang penguasa yang 
kemudian resmi memakai gelar “Daulat Nan Dipituan Sati Tuangku Alif 
Khalifatullah dan menyatakan Islam sebagai agama resmi dan sejak itu Shekh 
Burhanuddin dan murid2nya bebas bergerak berda’wah dan men-tarbiyah muyang2 
kito nan alah Islam juga ketika itu 
   
  Berbeda dengan ditanah Jawa para da’i dalam menyebarkan Islam berasimilasi 
dengan budaya setempat, dipedalaman Sumatera no way, semua ajaran dan faham 
Hindu Budhisme dirombak total diganti dengan Melayu Islamisme lihat saja dalam 
Tambo Alam Minangkabau, Hikayat Raja2 Pasai, Sejarah Melayu yang semua ini 
mengambil asal usul raja2nya dari zuriat Iskandar Zulkarnain sebagaimana Al 
Quranulkarim surah 18 al Kahfi ayat 83 –101 
   
  Selama masa2 Da’wah Islamiyah di Sumatera terutama Minangkabau dibanjiri 
berbagai aliran dan sekte sebut saja misalnya Syi’ah yang masih terlihat 
bekas2nya di Pariaman (Tabuik) dan Bengkulu (Tabot), Tharekah as Satariyah di 
Ulakan Pariaman, Payakumbuah, Kampar dan Pasaman, Tarekah Saman yang tidak 
begitu banyak tersisa pengikutnya, Tarekah Naksabandiyah dihampir merata Tanah 
Darek dan lain sebagainya yang semua ini menjadikan Islam warna warni sampai 
akhirnya masuk faham Wahabiyah diakhir abad 17 yang kelak menjadi ber-darah2 
dan berakhirnya Dinasti Kerajaan Melayu Minangkabau Pagaruyuang itu 
   
  Bagaimana para muda Minangkabau membersihkan Islam dari berbagai warna warni 
yang telah bercampur kurafat dan jahiliyah itu dalam pergolakan dan revolusi 
Islam di Minangkabau? Jangan kemana2, tetaplah disaluran anda Minangrantauaunet 
dot com
   
  Wasalam
  Sidi Arman Bahar Piliang Malin Bandaro      

Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Angku Malin Bandaro ysh,

Cukup menarik yang angku sampaikan, dan silahkan dikembangkan kelanjutannya. 
Saya hanya mengomentari sedikit untuk bahan perbandingan saja. Mengenai sejarah 
jalan rempah, coba saya forward-kan sebuah postingan di milis Referensi 
sebagaimana di bawah.

Saya coba menyampaikan pandangan yang berbeda dan dapat dijadikan pertimbangan 
bersama. Bilamana saya memperkirakan masuknya Islam ke Minangkabau adalah dari 
timur. Pada masa dahulu jalur perdagangan yang populer adalah melalui Selat 
Malaka, sehingga jalur-jalur Sungai Kampar Kiri dan Kanan serta Inderagiri 
merupakan akses yang sering digunakan oleh para pedagang. Jalur timur dan 
selatan juga sebelumnya digunakan bagi masuknya agama Budha ke Minangkabau. 
Jadi pemahaman ugama mandaki adat manurun adalah melalui jalur timur. 

Sewaktu Adityawarman membangun istana di Pagaruyung (1347), sebenarnya telah 
terbentuk komposisi 3 agama (Islam-Hindu-Budha) yang seimbang di Minangkabau. 
Hingga akhirnya Sultan Alif memeluk agama Islam pada tahun 1560.
..................(Dikuduang kan alah kito baco yo...?)

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke