aku setuju bgt dengan pendapat mbak yusri, aku stayhome mom alias ibu rumah 
tangga, jadi aku ngeliat sendiri kelakuan pra PRT yang majikannya bekerja 
diluar rumah, memang sih tidak semua PRT yang kelakuannya nggak baik, tapi pd 
umumnya ketika si majikan gak dirumah, mulai kelakuannya gak benar, contoh :

1. PRT/BS yang dikasih tanggung jawab ngasuh anak balita, pas sore hari, pd 
waktu anak-anak bermain , biasanya anak2main sendiri tanpa pengawasan si mbak, 
sedangkan  mbaknya kalo gak lagi pacaran ya....ngegosip sesama PRT. Yang lebih 
gawat lagi kalo acara pacaran/ngegosipnya simbak udah  magrib belum kelar 
ngobrolnya, akhirnya anak2 kita  -udah magrib- masih pada keluyuran di taman 
nemenin simbak. Belum lagi kalo anak2 kita dicium2 ama pacar simbak 
.......iiiihhhhhhhh......Aduh moms/dads...... aku kadang2 sedih sendiri deh 
ngeliat nasib para balita itu. 

2. PRT yang dikasih tanggung jawab ngejagain rumah pd waktu yg majikan keluar 
kota, biasanya nih......mereka juga ikut keluar kota juga alias pulang kampung 
tanpa ijin majikan, tapi balik lagi sebelum majikannya pulang.

jadi menurut aku sebisa mungkin jangan tinggalkan PRT/BS kita sendiri dirumah 
apalagi kalo yang punya anak balita, usahakan ada keluarga kita yang 
mendampingi anak kita, atau ....... mendingan nitip anak kita ditempat 
penitipin anak balita aja deh lebih aman kayaknya....sekali lagi ini cuma 
saran....mudah2an diterima....


----- Original Message ----
From: - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 19, 2008 3:55:22 AM
Subject: Re: Bls: [parentsguide] please share.....gimana biar pembantu betah


Lho....... saya kan tidak membicarakan level pegawai. Yang kita bicarakan 
adalah level PRT.
Perbedaan antara karyawan dan PRT adalah di tingkat pendidikannya.
Dengan level bapak dan istri bapak  yang seorang karyawati/karyawati, pasti 
level pendidikannya jauh lebih tinggi dari PRT (paling top lulusan SMP).
Otomatis cara kerja dan berfikirnya akan berbeda. Dan pasti rasa tanggung 
jawabnya akan berbeda dengan PRT.  Jadi kenapa saya dinilai negatif thinking 
dengan menilai cara kerja orang se level bapak/ istri bapak?

Sekarang saya yang  minta bapak utk tidak negatif thinking pada saya. Karena 
kita tidak sedang menilai seorang pegawai kantoran se level bapak  tapi kita 
sedang membicarakan PRT.

Dan apa yang saya bicarakan ttg PRT seperti itu juga berdasarkan pengalaman dan 
pengamatan, bukan negatif thinking.  Baik di kompleks saya ataupun di kompleks 
kakak saya, saya selalu melihat PRT berkerumun dan ketawa ketiwi di jalanan 
atau di salah  satu rumah majikannya yg kosong, atau di pos satpam.  Malah ada 
yang sampai karaoke an di kamar majikan. Dan suaranya sampai 3 rumah terdengar 
sangking kencengnya. Atau mengundang satpam dan tukang ojek utk nonton di rumah 
majikannya.
Malahan juga baru2 ini salah satu warga saya (kebetulan suami saya ketua RT) 
mengadu karena PRTnya hamil oleh salah seorang satpam RW kami yang statusnya 
sudah beristri. Dan menuntut satpam itu utk menikahi PRT itu.

Dan saya juga tidak menyamaratakan semua PRT. Karena saya yakin masih ada PRT 
yg baik. Tapi zaman sekarang perbandingan PRT yg kurang baik masih jauh lebih 
banyak.

Bukannya saya berburuk sangka pada orang, tapi kita juga harus hati2 pada sikap 
PRT. Banyak PRT yg baik didepan majikan, tapi sifat dan sikap nya akan berubah 
saat majikan tidak ada.
Saya pernah mengalaminya. Kalau ada saya, tutur katanya manis baik pada saya 
atau pada anak2 saya. Saat saya tidak ada, anak saya dibentak2. Dan itu 
ketahuan setelah berlangsung lama dan sata tahu tanpa sengaja.

Tetangga kakak saya lebih parah. BS nya dinilai baik sikap dam sifatnya. Tapi 
setiap hari anak majikannya di sewa pada pengemis dan BS itu di bayar 
20rb/hari. Usia anak itu belum 2 thn. Anak itu dijemput setelah majikannya 
pergi kerja dan diekmbalikan jam 15.00. Sepanjang hari sang BS bisa santai dan 
pacaran dengan satpam.
Suatu saat sahabat baik sang ibu anak tsb memergoki anak sahabatnya sedang 
digendong pengemis di terminal bogor. Sang sahabat mengadu pada ibu anak itu. 
Tapi karena sang BS lebih bisa mengambil hati, akhirnya 2 sahabat itu 
bertengkar, karena sang ibu lebih mempercayai BS.
Akhirnya sang sahabat mengintai sendiri apa yg terjadi pada anak itu. Singkat 
kata, setelah bisa ditangkap tangan, sang sahabat melaporkan kejadian itu pada 
pos polisi yg ada di depan terminal  bogor. Akhirnya sang penyewa dan BS 
ditangkap tangan.
Yang ada dalam hati sang ibu, hanya tinggal penyesalan. 

Ada lagi cerita salah satu anggota milis disini yang pernah bercerita (klu gak 
salah domisili di surabaya). Bahwa setiap hari BS nya yg ditinggal sendiri 
dengan sang anak (tanpa PRT) mengundang pacarnya ke dalam rumha dan selalu 
"bercengkerama" dalam kamar. Pertanyaanya: ada di mana anak asuhannya itu saat 
semua terjadi?.

Yang paling ringan yang saya lihat, anak depan rumah saya kurang baik diasuhnya 
oleh PRT nya. Sang PRT gak telaten menyuapi sang anak yang susah makan. Karena 
kemalasan sang PRT, makanan yang seharusnya diberikan pada anak majikan, dia 
buang di selokan depan rumah.

Masih ada lagi cerita lain, pak. Anak tetangga sebelah saya saat usia 3 thn, 
teriak2 di teras rumah. Sang ibu tidak di rumah. Waktui saya lihat, ternyata 
anak itu sedang ada diteras rumah minta dibukakan pintu yang dikunci oleh PRT 
dari dalam. Wakti saya tanya, ternyata sang anak ingin main sepeda tapi sang 
PRT tidak mau meluluskan permintaan anak asuhannya karena ingin nonton sinetron.

Sebenarnya masih banyak lagi cerita2 miring seputar PRT. Karena selama saya 
berumah tangga 11 thn sudah banyak yang saya rekam ttg tingkah laku mereka. Dan 
trik2 mereka pun sudah ada di ''kantong" saya.
Saya tidak bermaksud selalu berburuk sangka pada PRT, tapi saya harus 
berhati-hati dengan segala kemungkinan. Karena walaupun bagaimana mereka tidak 
punya pertalian darah dengan anak kita. Jadi tetap ada batasan2 rasa sayang dan 
rasa sabar dalam hati mereka. Dan kita tidak bisa menuntut banyak pada mereka. 
Akan berbeda denga kita atau keluarga sendiri kadar sayang dan sabarnya.

Sikap ke hati2an saya hanya menjaga saya supaya tidak ada penyesalan dikemudian 
hari jika terjadi sesuatu pada anak saya, walaupun hanya sekedar anak saya 
dibentak oleh PRT yang hanya sekedar  orang lain yg kita gaji.

Dan kalau bapak sudah bergabung lama dalam milis ini, sudah sejak lama kami 
saling sharing masalah PRT. Malah ada anggota milis yang ingin memasang CCTV di 
rumahnya utk memantau anak balitanya dalam asuhan sang pengasuh.


Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 19 Feb 2008 17:14:22 
To:[email protected]
Subject: Re: Bls: [parentsguide] please share.....gimana biar pembantu
  betah


- Yusri - at 19/02/2008 15:56 wrote:

>Kalau kita adakan poling, pasti PRT lebih seneng dan betah kalau 
>bekerja di rumah yg majikannya bekerja.
>Dia mau "jungkir balik" saat kerja juga, gak ada yg usilin/menegur. 
>Proses dia bekerja gak ada yg menilai. Yg penting hasil akhirnya selesai.
>Malahan ada PRT yg majikannya bekerja semua, pada pagi hari sampai 
>siang dia akan ngobrol dgn PRT tetangga, satpam atau nonton TV. 
>Nah......setelah jam 2 siang, dia mulai sibuk bekerja....beberes 
>rumah dan masak.

***Hmm,... jangan begitu mbak Yusri.
Jangan berpikiran negatif seperti begitu.
Saya nggak ada bos atau tidak, tetap bekerja giat.
Bahkan istri saya bosnya di taiwan, tidak pernah ke Indonesia.
Paling cuma telpon, tapi kantornya terbaik omzetnya di Indonesia.
(entah diluar negeri apa nggak, karena juga punya kantor di luar negeri).

Sejak menikah, kita putuskan istri tetap kerja.
Selain lumayan tambahan incomenya di masa sulit ini,
sayang juga apa masa kerja dan posisinya,
juga dia lebih senang kerja.

sebelum punya anak, kita tidak pakai pembantu.
Ini selama 1,5 tahun. Kita kerjakan sendiri.
Bahkan setelah punya anak, kita masih tanpa pembantu.
Saya bantu untuk cuci-cuci termasuk popok.

Namun ketika harus pindah rumah, yang relatif jauh dari ortu,
kita pakai pembantu. Saat itu Zidan berumur 5 bulan.
Pembantu itu sampai sekarang ketika Zidan sudah duduk di kelas 1 SD.

Yang saya tahu, dia tidak seperti dituduhkan mbak Yusri.
Bangun pagi sekali untuk cuci-cuci, terus masak
dan bantu persiapannya Zidan.
Selama kita tinggal dia nggak kemana-mana.
Paling-paling nonton TV itu pun jarang.
Dia punya inisiatif tanpa harus disuruh.

Tentu saja selama itu tidak selancar itu.
Kadang ada pasang bahkan gelombang.
Tapi saya tahu Zidan sangat percaya dan sayang sama dia.
Juga sebaliknya, kasih sayangnya tulus ke dia.
Sering membelikan anak-anak kita dengan uangnya sendiri.
(tentu saja saya marahi da kita ganti).

Kita berprinsip, meski kita bekerja, pembantu hanyalah pembantu.
Tugas utama tetap pada orang tua.
Jadi kalau memungkinkan, kita yang kerjakan.
Misal sepulang di rumah, urusan anak tanggung jawab kita.
Bahkan ketika malam-malam anak nangis kiyer-kiyer.
Kita tak akan menggedor dan membangunkan pembantu.

Oh ya, saya minta masak adalah tanggung jawab istri.
Karena saya adalah suaminya istri, bukan suaminya pembantu..
Paling pembantu hanya bantu-bantu goreng tempe.

Maaf, kepanjangan ngelantur (juga mau pulang).
Intinya tidak semua PRT seperti itu.
Seperti, alhamdulillah, pembantu saya.

Note:
Selama perjalanan rumah tangga, sempat juga kita
tidak menggunakan pembantu dia.
Ya setelah gelombang yang tinggi, tapi tetap bisa tenangkan.
Dan kita ungsikan sementara ke rumah adik.
Sampai tenang lagi.
Selama itu kita pakai beberapa pembantu.

Terima kasih
M.Yusuf.web.id
----------------------------------------------------------
Ilmu bisa menyangga rumah yang tidak memiliki penyangga,
sedangkan kebodohan mampu meruntuhkan rumah kemuliaan dan keluhuran.
- [Syair] -
----------------------------------------------------------

  

===================================================================
Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi FEBRUARI 2008.

"JELI PILIH PRESCHOOL RAMAH EMOTIONAL INTELLIGENCE"

Merupakan tugas orang tua untuk membekali anak dengan pendidikan. Salah satunya 
adalah dengan memilih preschool yang mendukung pengembangan Emotional 
Intelligence (EI) pada anak. Simak tips memilih preschool terbaik untuk si buah 
hati dan dapatkan BONUS booklet PARENTS GUIDE PRESCHOOL 100

Simak juga bahasan menarik lain :
- Perkenalkan ini Gigi Pertamaku
- Belajar Bahasa Inggris Yuk, Nak?

Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi FEBRUARI 2008 di agen majalah dan toko buku 
terkemuka di kota Anda. Klik daftar isi selengkapnya di: 
http://www.parentsguide..co.id/dsp_tocfeb07.php

Ikuti PREGNANCY CLUB Gathering.

Talkshow Workshop PRENATAL YOGA 
Tema: "Siap Melahirkan dengan Yoga untuk Ibu Hamil"
Sabtu, 16 Februari 2008, pukul 09.00-11.30
Pembicara Instruktur: Rina Mardiana (Yoga Instructor PR Manager Yogalight).

Venue: House of Milenia, Jl Taman Ubud 3 Kuningan Jakarta.
Tiket Rp 30.000,-.
Reservasi tiket hubungi hotline pelanggan PG di (021) 7040 8785, 527 7302

===================================================================
Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi Emma 
(021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari 
seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide.co.id/smf/

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links




      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke