Saya setuju sekali ...
 
Perlakuan baik kita kepada PRT/BS tidak ada hubungannya dengan kepergian mereka.
 
Saya sudah mengalami ini, punya banyak PRT/BS, datang dan pergi. Ada yang 
bertahan sama saya lebih dari 5 tahun, dan sampai saat ini masih happy.
Tapi beberapa yang saya tolong (lebih dari "mengorangkan" ya...), mulai dari 
biaya sekolah adik mereka, tunggakan cicilan motor orangtuanya, meminjamkan 
uang tanpa pernah meminta mereka membayar kembali, THR 1 bulan penuh meski baru 
bekerja kurang dari 6 bulan ..... Semua itu karena saya pikir saya diberkahi 
rejeki cukup dan berharap mereka akan semangat bekerja dan paling tidak punya 
hati untuk tidak melakukan hal macam-macam. Tapi apa kenyataannya? 1 orang 
berhenti setelah pulang Lebaran, padahal sudah cukup saya pinjamkan uang dan 
THR diatas rata-rata. Gajinya pun cukup, minimal Baby sitter saya berikan 
800ribu, belum termasuk cuti. Satunya lagi, pembantu saya, minta berhenti pada 
hari yang sama, padahal keadaannya Baby sitter saya yang 1 sedang cuti. Padahal 
pembantu ini saya gaji 600ribu belum termasuk cuti, hanya mengurusi apartemen 
saya yang sepetak (istilahnya...hanya 120 sqm). Kalau pergi keluar pun selalu 
makan bersama, mulai dari foodcourt
 sampai buffet di Marriott! Mungkin saya terlalu tapi saya berharap mereka 
bersyukur, seperti saya bersyukur dibantu mereka.
 
Memang sih intinya saya tidak bisa menahan mereka, mereka punya hak, dan saya 
juga siap kok ditinggal PRT/BS, saya sudah biasa dengan hidup yang 
Do-it-yourself. Hanya saja saya melihatnya tidak ada manner, tidak bisa melihat 
keadaan dan seperti tidak memandang apa yang sudah kita lakukan.
 
Kejadiannya, setelah berhenti, ada juga beberapa yang minta balik bekerja 
dengan saya, tanpa malu mengatakan tidak cocok dengan majikan baru, wah ... 
terima kasih banyak, no way!
 
Nah, belajar dari kejadian-kejadian itu saya tau kalau kita perlakukan dengan 
baik atau terlalu baik sekalipun, belum tentu mencegah mereka untuk tidak 
berlaku yang tidak sesuai. Entah karena khilaf (pengaruh pacar, dll) atau 
faktor ignorantnya, atau entah lah. Jadinya mulai saat itu pun saya hanya 
perlakukan sesuai porsi mereka. Sehingga kalaupun mereka mau pergi, saya tidak 
tugi-rugi amat! Terus terang mengesalkan dan mengecewakan.
 
Saya perlakukan saja sesuai kewajiban saya, gaji sepadan, makan & fasilitas 
layak. Bukan saya tidak ikhlas, hanya saja menurut saya, kelakuan mereka kadang 
tidak menunjukkan sebagai orang bersyukur, yang sudah mendapatkan lebih dari 
yang seharusnya.
 
Begitu Pak Yusuf .... maaf, Anda mengajarkan bagaimana mengorangkan PRT/BS, 
sadarkan Anda berbicara dengan siapa? Kedengarannya seperti prejudice bahwa 
Maxine tidak mengorangkan PRT/BSnya. Kami para Ibu ataupun majikan, bisa 
berfikir bagaimana memperlakukan PRT/BS dan diberi kapasitas untuk 
merealisasikannya. Sementara PRT/BS terkadang memiliki keterbatasan untuk dapat 
memperlakukan majikannya dengan baik. Bekerja tidak sesuai gaji yang diberikan, 
kemalasan, pencurian dan lain-lain. Tidak jarang juga PRT/BS mengaku 
berpengalaman tapi kenyataannya masih tetap harus diajarkan ini dan itu. 
 
 
 


--- On Thu, 9/10/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [parentsguide] Maaf tentang PRT/BS
To: [email protected]
Date: Thursday, 9 October, 2008, 12:08 PM






Wah pak, kalo mengorangkan prt mah, memang sy tidak pernah menganggap mrka 
bukan org koq, di rumah sy piring, gelas, sendok pakai sama2, makan juga sama 
lauk pauk, gaji mereka bersih, semua sy sediain, sakit sy bw ke dokter, baju sy 
beliin 3 bln sekali, kalo pergi2 pst sy tawarin makan, tp kdg kan kt sudah baik 
sama mrka tp ada aja yang ga tahu diri, tau2 berenti, ga mau tau kita lg repot. 
Saya pernah dpt yg anak sy sakit, sy sakit, main pulang aja.
Tapi kalo dapat yg baik, sy jg lebih baik ke mrka, puasa pun tiap sore sy 
beliin bukaan kolak, biji salak atau apa deh dr ktr. Sy sudah makan asam garam 
deh sama yg di baikkin, di bohongin, padahal kita sudah sangat pengertian dan 
baik sm mrka.

Dr tgl 24 sampai detik ini sy ga ada prt, sy ada anak umur 2 tahun 4 bln, sy 
kerjain semua sampai tiap malam,tidur jam 1 malam, tp sy enjoy aja. Mereka 
belum dpt tiket walaupun sy ganti ongkosnya, jd yah tunggu. 

Jd intinya, ga ada prt sy msh bisa hidup, tp kalo mrka ada sy juga sangat 
menghargai mrka. Suster sy yg sy ceritakan br lahiran, sy kirim paket ke solo 
[asalnya]. 

Bapak sgt sgt beruntung dpt prt yg bs betah bgt lama, di syukuri saja pak.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED] id>
Date: Thu, 09 Oct 2008 10:54:56 +0700
To: <parentsguide@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [parentsguide] Maaf tentang PRT/BS



[EMAIL PROTECTED] com at 09/10/2008 10:26 wrote:
>Kadang mungkin pembantunya sendiri msh mau kerja, tp kalau dpt suami 
>kebanyakan udah ga mau yah mbak, ada plan2 sendiri. Suster sy yg 
>dulu jg gt, suami jg baik, akhirnya hamil, yah mau gimana lagi, 
>terpaksa berenti deh.

***Prinsipnya kita sudah siap ditinggal kapan pun.
Tapi saya berusaha untuk mempertahankan.
Konsep saya sederhana yakni mengorangkan orang.
Jadi siapapun PRT/BS saya, saya harap dia krasan.

Saya akan cerita konsep mengorangkan orang di email terpisah.

Terima kasih
M.Yusuf.web. id
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Barangsiapa memburu (mengejar) dua ekor burung
dia akan kehilangan dua-duanya.
- [Pepatah] -
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

 














      Mobile phone fell into water!

Kirim email ke