--- In [email protected], Suci Lestari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hai pak Yusuf, salam kenal....
>
> Wah hebat ya...pembantun di rumah bisa betah kerja selama 8 tahun....
>
> Saya ada satu pertanyaan yang menggelitik nih
> Biasa pembantu yg betah/awet dengan kita, minta resign krn mau
married pak...
> Pembantu bapak sesudah married masih tetap bekerja?
>
> Terima Kasih
>
> Salam
> Suci
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, October 8, 2008 5:01:11 PM
> Subject: [parentsguide] Maaf tentang PRT/BS
>
>
> mommy andrew at 08/10/2008 13:27 wrote:
> >Jangan tertipu lah dengan yayasan yang mengklaim bonafid dengan uang
> >admin yang mahal dan gaji sus yang tinggi... mutunya sama aja kaya
> >pembantu, selain belagu, karyawan pengurusnya juga lebih parah...
> >sakit hati rasanya, kita keluar uang begitu besar dengan harapan dapet
> >yang terbaik... ternyata... mereka semena2 terhadap rumah kita, anak
> >kita...
>
> ***Saya sejak awal ikut milis ini, selalu ada email
> yang berkaitan dengan PRT atau BS.
> Entah komplain, minta tolong dicarikan dan lainnya.
>
> Saya kira hal itu wajar di zaman sekarang ini,
> dimana para wanita (ibu) juga bekerja.
> Saya juga pernah mengalami hal itu.
>
> Namun beberapa email terakhir kok komplainnya tentang BS
> kok jelek sekali ya,...
> Maaf seperti sampai jijik dengan BS-nya.
> Sehingga tidak berkenan BS-nya duduk di ranjang
> (apalagi kalau sampai rebahan ya,...)
>
> Saya sama istri punya komitmen kalau PRT/BS
> adalah anggota keluarga besar kita.
> Jadi kita tidak perhitungan dengan mereka.
> Mereka jelas beda dengan pegawai atau karyawa kita yang lain.
> Kenapa ? Karena mereka berkaitan dengan buah hati kita.
> Ini sangat riskan, apalagi kalau kedua orang tua bekerja.
>
> Buah hati kita adalah masa depan kita.
> Kita bekerja juga untuk mereka.
> Jadi kalau kita (istri) punya komitmen untuk bekerja
> harus tahu konsekuensinya.
> Kita memerlukan orang lain entah PRT/BS yang mengasuh anak kita.
>
> Sehingga di sini kita harus memberikan suatu kerjasama yang bagus.
> Manusia bukan robot. Mereka juga punya hati.
> Kalau kita 'mengorangkan' mereka, dia akan juga 'mengorangkan' kita.
> Gaji tinggi tidaklah semata-mata bisa membuat sebuah kerjasama.
>
> Sama pernah bilang sama istri, kalau kamu complain dengan PRT/BS,
> yang salah adalah kamu. Kenapa kamu tidak mengajri mereka dengan
telaten.
> Kenapa kalau kita di kantor bisa mengajar karyawan baru kita dengan
telaten,
> PRT/BS baru kita tidak.
>
> Saya pernah menegur sama istri, kenapa PRT baru tidak diajari mencuci
> dan strika.
> Diajari sih, tapi hanya diomongin. Saya sendiri sampai mengajari
secara praktek
> bagaimana mencuci dan setrika.
> Tidak hanya sehari dua hari, namun saya awasi sampai benar-benar kita
> merasa sreg.
> Tentu saja ini capek..
>
> Pernah sampai suatu ketika istri complain berat sama PRT/BS,
> saya bilang kalau kamu nggak cocok kenapa nggak diganti saja.
> "Susah nyarinya dan capel adaptasinya, " kata istri.
> Lha, kalau begitu kenapa kamu nggak di rumah saja ?
>
> Saya bilang kamu kerja punya konsekuensi.
> Dan kodratmu sebagai istri dan ibu rumah tangga tetap,
> maka kalau kamu tetap kerja seharusnya gajimu harus diberikan semua
kepadanya.
> Minimal sebagian besar kepadanya.
> Karena kamu mempercayakan masa depan kita padanya.
> Bukan main-main.
>
> Buah hati bukanlah percobaan.
> Dan kita tidak bisa memutar waktu kalau nanti anak kita jadi durhaka
misal.
> (keponakan saya yang masih kelas 2 SMA sekarang bermasalah,
> saya kasihan melihat adik (orangtuanya) ).
>
> Jadi kalau memang berkomitmen bekerja, seharusnya kita memang
> menghargai para PRT/BS kita.
> Apalagi kalau melihat latar belakang pendidikan, sosial dan ekonomi
mereka.
> Kalau sedikit baik saja entah pendidikannya dan lainnya
> mereka mending milih jadi TKI.
> Gajinya bisa berlipat-lipat denga pekerjaan yang sama.
>
> Saya ingin menulis banyak, sangking banyaknya
> saya bingung mulai dari mana berkahir di mana.
> Mungkin kapan-kapan saya menulis sebagai artikel enerlife,
> http://m.yusuf. web.id/v20/ enerlife.
>
> PRT saya sekarang saya miliki sejak pertama saya miliki PRT sendiri,
> yakni Zidan berumur 6 bulan.
> Dan sampai sekarang Zidan berumur 8 tahun masih bersama kita.
>
> Mohon maaf, atas tulisan saya ini.
>
> Terima kasih
> M.Yusuf.web. id
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> Membuat program yang baik dan rapi meringankan separuh pekerjaan.
> - [Pepatah] -
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
>