K, memang untuk storage/warehouse ini selalu lepas perhatian dalam disain apartemen/rumah susun. Hidup di rusun sebenarnya memilih barang-barang/perabotan yang diperlukan saja secara efisien digunakan. Bila ada pembaruan perabotan, yang lama biasanya dibuang atau dijual kembali, serta sedikit sekali yang disimpan. Untuk ruang penyimpanan biasanya ditempatkan terpisah dari unit hunian, biasanya terletak di lantai dasar atau di ruang bawah tanah. Kalau ditempatkan di lantai paling atas, rasanya kurang lazim. Bisa juga digabung dengan garasi tertutup yang terletak di lantai bawah.
Dulu waktu di R'dam saya punya storage/kelder ukuran 2x3x2,5 terletak jauh dari unit hunian, tapi masih dalam satu blok bangunan, terletak di lantai dasar dengan posisi di belakang blok. Lumayan untuk menyimpan sepeda serta barang-barang bekas lainnya. Setiap unit hunian punya 1 kelder yang diletakkan berkelompok. Ukuran 2x3 sepertinya sudah standar, karena saya pernah lihat juga kelder di panti jompo, dan perumahan lainnya. Tapi untuk garasi hanya sebagian unit hunian yang memiliki. Untuk yang tidak punya, terpaksa diparkir bebas di jalan. Dengan demikian dalam disain rusun perlu diperhatikan ketersediaan ruang untuk 'storage/kelder' dan 'mobil'. Sementara demikian. Salam. -ekadj --- In [email protected], "Harya Setyaka" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear All, > > setuju dengan apartemen 4-8 lt. > mungkin cukup 6 lt... 4 lt housing unit, 2 lt atas sbg storage.. spy cukup > walk-up, tdk usah pake lift. > Lift meningkatkan service charge cukup signifikan. > > salam, > -K-
