Bang Pattiwael benar ...:-)
Smile...
Andrew G Pattiwael wrote:
> Bung ada benarnya, memang ada sekelompok masyarakat keturunan yg
> bersikap
> seperti yg bung bilang, tetapi juga ada sekelompok keturunan yg
> berbeda
> sekali dengan pandangan bung.
> Mereka membaur, bahkan kawin dengan pribumi, tinggal di lingkungan yg
> mayoritasnya pribumi.
> Yg bung maksudkan tentu keturunan yang tinggal di perumahan perumahan
> elite jakarta seperti di kelapa gading, pondok indah, grogol sana...
> tetapi bukan hanya keturunan kaya saja kan yang mempunyai sikap
> "cuek" dengan masyarakat sekitar-nya, banyak kok pribumi
> "berkecukupan"
> yang tiap tahun mungkin jalan-jalan keluar negeri, menunaikan ibadah
> haji
> setiap tahun bersama seluruh keluarga, atau berkunjung ke vatican atau
>
> yerusalem tiap tahun. Menurut saya, bukan hanya keturunan saja yang
> mempunyai tugas untuk "peduli" dengan saudara-saudara kita yang masih
> berkekurangan, tetapi tugas kita semua, baik itu pribumi atau
> keturunan
> yang merasa mampu dan merasa terpanggil untuk menaikan derajat hidup
> saudara-saudara kita yang tertinggal.
>
> untuk cerita mengenai banyaknya diskriminasi perusahaan yang mayoritas
>
> dimiliki keturunan thd pekerja atau pencari kerja pribumi, saya rasa
> ini
> sudah merupakan epidemic bangsa kita. Bukan hanya perusahaan keturunan
>
> yang mempunyai policy seperti ini, banyak perusahaan lain, contohnya
> perusahaan asing yg juga menerapkan kebijaksanaan seperti ini. Contoh,
>
> perusahaan yang mempunyai lokasi di sulawesi, banyak
> pekerja-pekerjanya
> dari suku bugis, toraja, atau makassar. Kebetulan yang mendapatkan
> jabatan tingginya adalah seorang dari salah satu suku tsb. Dengan
> tentunya ia akan hanya menaikan orang-orang dari sukunya tersebut.
> Maka orang-orang lain bukan dari sukunya tersebut tidak lagi mendapat
> kesempatan untuk berkarir di departement tsb.Ini hanya contoh lho.
>
> ada lagi yang sering terjadi di tempat saya, banyaknya
> karyawan-karyawan
> yang berkumpul di suatu departement berasal dari satu suku. Atau KKN
> yang
> sering dilakukan oleh seorang bos yg berasal dari suku mana, memasukan
>
> karyawan baru yg juga berasal dari suku yang sama. Padahal ini
> perusahaan
> asing lho. Kita ngga bisa mengeneralisasikan bahwa hanya keturunan
> saja
> yang suka mendiskriminasikan karyawan. Tetapi memang penyakit ini ada,
>
> saya sering dengar cerita ini.
>
> Salam,
>
> Andrew Pattiwael
>
> On Sat, 23 Jan 1999, Hadeer wrote:
>
> > Tidak ada niat untuk bersikap keras kepada keturunan cina.
> >
> > Saya juga ada punya teman baik yang datang dari keturunan cina.
> Mereka
> > selayaknya orang kebanyakan dalam bergaul, biasa-biasa saja.
> >
> > Tidak di dapat disangkal para keturunan cina adalah orang - orang
> yang
> > mempunyai keuletan yang tinggi dalam belajar dan berusaha/bekerja.
> Tidak
> >
> > salah kalau mereka banyak yang sukses dan kaya raya.
> >
> > Tapi ada sikap yang sekiranya mau mereka merubah seperti : lebih
> > bermasyarakat, jika kaya raya dapat lebih banyak memberi bantuan ke
> > orang - orang disekitar mereka....jika pintar, ajarilah orang -
> orang
> > yang tidak pintar...dll.
> >
> > Saya yakin MUSTAHIL seorang Cina akan dijarah dan dirampok tokonya,
> > usahanya, atau rumahnya...jika mereka mau bermasyarakat dan membantu
>
> > orang sekitarnya. PASTI orang sekitarnya akan melindungi para warga
> > Cina.
> >
> > Sekedar harapan saya ...... :-)
> >
> > Smile
> >
> > Hadeer wrote:
> >
> > > Pertanyaan yang sama bisa di juga ditanyakan kepada para calon
> > > mahasiswa keturunan yang anda bela....
> > > Kalau memang kaya raya...kenapa nggak sekolah ke sekolah di luar
> > > negeri....di negeri Cina misalnya....
> > >
> > > Kenapa sekarang baru mau coba masuk ke sekolah negeri....selama
> ini
> > > kemana saja di dalam masyarakat.....huh.....blak-blakan saja.....
> > >
> >